Apa itu hijrah...
Tak pernah terfikirkan untukku berhijrah hingga saat sekarang aku menulis ini aku telah melakukannya....
Inilah aku beserta ceritaku yang begitu akalpun tak bisa merasionalisasikannya.....
Aku adalah pecinta yang begitu gila menurutku, karena apa...
Karena aku begitu mencintai seseorang hingga lupa akan bahwa yang harus dicintai itu adalah sang pencipta bukan makhluk-Nya,
Hingga waktu hanya aku curahkan untuk memikirkan dan selalu ada bagi sang makhluk yang dicinta tadi,tapi aku kadang merenung sampai kapan aku seperti ini...
Sebagai wanita aku juga ingin berakhir hubungan dengan kebahagiaan bukan sekedar hubungan yang tak ada kejelasan.
Dan datang masa saat hati ini meronta dan kepiluan menyergap dan aku memilih melakukan hal yang bagiku berat yaitu melepaskan dia yang memang telah ingin pergi, dalam lamunan tidak ada guna aku bertahan lagi saat cinta sudah ingin pergi.
Aku bagai dedaunan layu yang terbawa angin tanpa arah, saat aku bisa menguasai keadaan dan menguatkan hati beberapa ingatan datang menghantuiku dan rindu menyergapku untuk masih merajut harapan agar dia kembali.
Dan waktu mengantarkan aku pada pertemuan yang terakhir dengannya untuk mendengar apa yang ia inginkan dengan hubungan ini.
"Apakah kamu ingin hubungan ini berakhir" tanyaku
Dia hanya diam membisu tak memberi jawaban.
"Jika memang kamu sudah mau mengakhiri kamu harus bilang jangan pakai cara seperti ini" sahutku lagi
"Nanti aku jawab lewat wa, kamu pulang aja dulu sudah malam" jawabnya singkat.
"Sudahlah,hatiku itu sudah capek sakit kamu perlakukan kayak gini, mulai sekarang aku melepaskanmu"
Dengan kepedihan hati aku mengucapkannya dan berlalu dari hadapannya sementara dia hanya membisu dan kembali melakukan hal-hal seolah tidak terjadi apa-apa, dihadapan teman-temannya aku dibuang bagai bukan seorang manusia. Aku tidak mempermasalahkan jika hubungan memang harus berakhir karena aku masih berfikir rasional bahwa ini bukan jodohku namun cara yang ia lakukan begitu melukai bagai pengecut yang hanya terus menghindar.
Hari-hari berlalu dengan kekacauan ada dalam hati dan fikiranku, Aktivitas telah berjalan biasanya namun kekacauan semuanya aku sembunyikan dalam sepi aku masih mengingatnya dan berusaha menghubunginya walau aku tak tahu tak ada jawaban dari yang diahrapkan.
Aku adalah pecinta yang begitu gila menurutku, karena apa...
Karena aku begitu mencintai seseorang hingga lupa akan bahwa yang harus dicintai itu adalah sang pencipta bukan makhluk-Nya,
Hingga waktu hanya aku curahkan untuk memikirkan dan selalu ada bagi sang makhluk yang dicinta tadi,tapi aku kadang merenung sampai kapan aku seperti ini...
Sebagai wanita aku juga ingin berakhir hubungan dengan kebahagiaan bukan sekedar hubungan yang tak ada kejelasan.
Dan datang masa saat hati ini meronta dan kepiluan menyergap dan aku memilih melakukan hal yang bagiku berat yaitu melepaskan dia yang memang telah ingin pergi, dalam lamunan tidak ada guna aku bertahan lagi saat cinta sudah ingin pergi.
Aku bagai dedaunan layu yang terbawa angin tanpa arah, saat aku bisa menguasai keadaan dan menguatkan hati beberapa ingatan datang menghantuiku dan rindu menyergapku untuk masih merajut harapan agar dia kembali.
Dan waktu mengantarkan aku pada pertemuan yang terakhir dengannya untuk mendengar apa yang ia inginkan dengan hubungan ini.
"Apakah kamu ingin hubungan ini berakhir" tanyaku
Dia hanya diam membisu tak memberi jawaban.
"Jika memang kamu sudah mau mengakhiri kamu harus bilang jangan pakai cara seperti ini" sahutku lagi
"Nanti aku jawab lewat wa, kamu pulang aja dulu sudah malam" jawabnya singkat.
"Sudahlah,hatiku itu sudah capek sakit kamu perlakukan kayak gini, mulai sekarang aku melepaskanmu"
Dengan kepedihan hati aku mengucapkannya dan berlalu dari hadapannya sementara dia hanya membisu dan kembali melakukan hal-hal seolah tidak terjadi apa-apa, dihadapan teman-temannya aku dibuang bagai bukan seorang manusia. Aku tidak mempermasalahkan jika hubungan memang harus berakhir karena aku masih berfikir rasional bahwa ini bukan jodohku namun cara yang ia lakukan begitu melukai bagai pengecut yang hanya terus menghindar.
Hari-hari berlalu dengan kekacauan ada dalam hati dan fikiranku, Aktivitas telah berjalan biasanya namun kekacauan semuanya aku sembunyikan dalam sepi aku masih mengingatnya dan berusaha menghubunginya walau aku tak tahu tak ada jawaban dari yang diahrapkan.
Hingga, saat hati tak mampu lagi menahan tertumpahlah semua perasaan yang menyedihkan kepada seorang pendengar yang benar-benar aku pilih dengan selektif hingga sampai pada satu saran darinya.
"Berhijrahlah, Jika kamu telah berubah menjadi baik Insyaallah kamu akan mendapat jodoh yang baik"
Ucapan itu terngiang-ngiang didalam fikiran dan aku mengisi kekacauan hati dengan membaca beberapa kutipan dan untaian-untaian motivasi dari penceramah muda yang lagi kekinian dan digandrungi anak muda ya mungkin menurutku Islam bisa mendekat ke anak-anak muda dengan pendekatan seperti yang dipakai beliau tersebut dengan bahasa-bahasa kekinian beliau menyajikan tausyiahnya.
Ada satu ungkapan yang paling membuat aku termotivasi yaitu " Jika kamu meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan ganti dengan yang lebih baik"
Aku mulai menata hati dengan berfikir bahwa Allah pasti punya rencana yang lebih baik untukku dengan melepaskan sesuatu yang dibencinya menuju kebaikan, dalam doa aku untaikan harapan meminta kekuatan untuk bertahan dari perihnya sakit hati dan meminta suatu hal yang mungkin mustahil bagi orang sepertiku dapatkan yaitu jodoh yang sholeh.
Tak hentinya aku berdoa meminta pengganti yang baik dan aku barengi dengan niat berhijrah dengan bersungguh-sungguh.
Aku ceritakan semua kepedihan dan tangisanku hanya kepada-Nya yang mampu menguatkan jiwaku yang rapuh lewat ibadah kepada-Nya.
Tidak hanya itu aku mulai melakukan hal lain yaitu dengan mulai mengubah cara berbusana yang lebih sesuai sebagai seorang muslimah dan mengikuti pengajian yang informasinya aku dapat daei teman-teman.
Aku memupuk kepercayaan kepada Allah bahwa apa yang terjadi padaku adalah wujud teguran dan kasih sayang-Nya kepada seorang hambanya yang ingin dia selamatkan dari orang yang salah. Dalam renunganku bahwa aku telah banyak melupakan Allah malah lebih memilih mencintai makhluk yang diciptakan-Nya.
Aku ceritakan semua kepedihan dan tangisanku hanya kepada-Nya yang mampu menguatkan jiwaku yang rapuh lewat ibadah kepada-Nya.
Tidak hanya itu aku mulai melakukan hal lain yaitu dengan mulai mengubah cara berbusana yang lebih sesuai sebagai seorang muslimah dan mengikuti pengajian yang informasinya aku dapat daei teman-teman.
Aku memupuk kepercayaan kepada Allah bahwa apa yang terjadi padaku adalah wujud teguran dan kasih sayang-Nya kepada seorang hambanya yang ingin dia selamatkan dari orang yang salah. Dalam renunganku bahwa aku telah banyak melupakan Allah malah lebih memilih mencintai makhluk yang diciptakan-Nya.
Hingga, it's miracle.......
At the end April.....
Nomor baru yang tak kukenal masuk mengirimkan pesan kepadaku.....
"Assalamualaikum, bolehkan saya mengenalmu," tulisnya dipesan.
"Waalaikumsalam, saya minta biodata anda" jawabku singkat.
"Saya Muhammad Hasbi anaknya Pak Adi" balasnya.
"Pak Adi siapa ya" tanyaku lagi.
Setelah itu apa yang disampaikannya padaku taukah kalian adalah hal yang tak pernah aku percaya dan seperti mimpi...
"Assalamualaikum, bolehkan saya mengenalmu," tulisnya dipesan.
"Waalaikumsalam, saya minta biodata anda" jawabku singkat.
"Saya Muhammad Hasbi anaknya Pak Adi" balasnya.
"Pak Adi siapa ya" tanyaku lagi.
Setelah itu apa yang disampaikannya padaku taukah kalian adalah hal yang tak pernah aku percaya dan seperti mimpi...
Bahwa ia ingin serius menikah denganku tanpa harus berpacaran berlama-lama.......
Seperti apa sosok laki-laki itu yang mungkin jadi pertanyaan kalian...
Dia lelaki sholeh sesuai yang aku pinta dalam doaku dan aku diberi Allah tambahan bonus berupa rupa yang good-looking...Masya Allah.
Aku ingin menangis sejadi-jadinya karena jawaban yang Allah datangkan untuk doa-doaku begitu didatangkan dengan cepat dan dalam waktu yang tak disangka-sangka. Dengan cepat aku mengontak seseorang dari handphoneku dan meminta sarannya.
"apa harus aku terima keinginannya" ketikku di pesan.
" memang kamu menunggu apalagi" jawabnya
" tapi aku belum mengenalnya" jawabku lagi
"terus kamu mau pacaran lagi kayak dulu itu dan gak diajak menikah"
" aku gak mau seperti itu lagi" jawabku singkat.
"ya sudah terima saja, Insyaallah dia lelaki sholeh"
Aku ingin menangis sejadi-jadinya karena jawaban yang Allah datangkan untuk doa-doaku begitu didatangkan dengan cepat dan dalam waktu yang tak disangka-sangka. Dengan cepat aku mengontak seseorang dari handphoneku dan meminta sarannya.
"apa harus aku terima keinginannya" ketikku di pesan.
" memang kamu menunggu apalagi" jawabnya
" tapi aku belum mengenalnya" jawabku lagi
"terus kamu mau pacaran lagi kayak dulu itu dan gak diajak menikah"
" aku gak mau seperti itu lagi" jawabku singkat.
"ya sudah terima saja, Insyaallah dia lelaki sholeh"
Tak ada proses yang berlama-lama hingga keluarga kami saling bertemu menetapkan tanggal pernikahan......
Air mataku terurai dalam doa pada Allah memohon ampun dan mengucap syukur atas kuasa-Nya yang telah ia tunjukkan pada seorang aku seorang hamba yang sebelumnya lalai dan meninggalkan Allah namun Allah masih menunjukkan kasih sayang-Nya kepada aku dengan memberikan apa yang aku minta beserta bonus-bonusnya.....
Untuk teman-temanku yang membaca ini semoga bisa menjadi motivasi sekaligus renungan bagi kalian hingga Allah bukakan hati dan jalan bagi kalian juga untuk berhijrah...
Yakinlah jika kalian melepaskan sesuatu karena Allah maka Allah akan ganti dengan yang lebih baik...
"Boleh jadi kamu mencintai sesuatu padahal belum tentu sesuatu itu baik untukmu menurut Allah"
"Ihfazillah Yahfazka (Jaga Allah maka Allah akan jaga kamu).





















