Selasa, 10 Juli 2018

CERPEN: 01 Juli 2018

Hijrah...
Apa itu hijrah...
Tak pernah terfikirkan untukku berhijrah hingga saat sekarang aku menulis ini aku telah melakukannya....

Inilah aku beserta ceritaku yang begitu akalpun tak bisa merasionalisasikannya.....
Aku adalah pecinta yang begitu gila menurutku, karena apa...
Karena aku begitu mencintai seseorang hingga lupa akan bahwa yang harus dicintai itu adalah sang pencipta bukan makhluk-Nya,
Hingga waktu hanya aku curahkan untuk memikirkan dan selalu ada bagi sang makhluk yang dicinta tadi,tapi aku kadang merenung sampai kapan aku seperti ini...
Sebagai wanita aku juga ingin berakhir hubungan dengan kebahagiaan bukan sekedar hubungan yang tak ada kejelasan.
Dan datang masa saat hati ini meronta dan kepiluan menyergap dan aku memilih melakukan hal yang bagiku berat yaitu melepaskan dia yang memang telah ingin pergi, dalam lamunan tidak ada guna aku bertahan lagi saat cinta sudah ingin pergi.
Aku bagai dedaunan layu yang terbawa angin tanpa arah, saat aku bisa menguasai keadaan dan menguatkan hati beberapa ingatan datang menghantuiku dan rindu menyergapku untuk masih merajut harapan agar dia kembali.
Dan waktu mengantarkan aku pada pertemuan yang terakhir dengannya untuk mendengar apa yang ia inginkan dengan hubungan ini.
"Apakah kamu ingin hubungan ini berakhir" tanyaku
Dia hanya diam membisu tak memberi jawaban.
"Jika memang kamu sudah mau mengakhiri kamu harus bilang jangan pakai cara seperti ini" sahutku lagi
"Nanti aku jawab lewat wa, kamu pulang aja dulu sudah malam" jawabnya singkat.
"Sudahlah,hatiku itu sudah capek sakit kamu perlakukan kayak gini, mulai sekarang aku melepaskanmu"
Dengan kepedihan hati aku mengucapkannya dan berlalu dari hadapannya sementara dia hanya membisu dan kembali melakukan hal-hal seolah tidak terjadi apa-apa, dihadapan teman-temannya aku dibuang bagai bukan seorang manusia. Aku tidak mempermasalahkan jika hubungan memang harus berakhir karena aku masih berfikir rasional bahwa ini bukan jodohku namun cara yang ia lakukan begitu melukai bagai pengecut yang hanya terus menghindar.
Hari-hari berlalu dengan kekacauan ada dalam hati dan fikiranku, Aktivitas telah berjalan biasanya namun kekacauan semuanya aku sembunyikan dalam sepi aku masih mengingatnya dan berusaha menghubunginya walau aku tak tahu tak ada jawaban dari yang diahrapkan.
Hingga, saat hati tak mampu lagi menahan tertumpahlah semua perasaan yang menyedihkan kepada  seorang pendengar yang benar-benar aku pilih dengan selektif hingga sampai pada satu saran darinya.
"Berhijrahlah, Jika kamu telah berubah menjadi baik Insyaallah kamu akan mendapat jodoh yang baik"
Ucapan itu terngiang-ngiang didalam fikiran dan aku mengisi kekacauan hati dengan membaca beberapa kutipan dan untaian-untaian motivasi dari penceramah muda yang lagi kekinian dan digandrungi anak muda ya mungkin menurutku Islam bisa mendekat ke anak-anak muda dengan pendekatan seperti yang dipakai beliau tersebut dengan bahasa-bahasa kekinian beliau menyajikan tausyiahnya.
Ada satu ungkapan yang paling membuat aku termotivasi yaitu " Jika kamu meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan ganti dengan yang lebih baik"

Aku mulai menata hati dengan berfikir bahwa Allah pasti punya rencana yang lebih baik untukku dengan melepaskan sesuatu yang dibencinya menuju kebaikan, dalam doa aku untaikan harapan meminta kekuatan untuk bertahan dari perihnya sakit hati dan meminta suatu hal yang mungkin mustahil bagi orang sepertiku dapatkan yaitu jodoh yang sholeh.
Tak hentinya aku berdoa meminta pengganti yang baik dan aku barengi dengan niat berhijrah dengan bersungguh-sungguh.
Aku ceritakan semua kepedihan dan tangisanku hanya kepada-Nya yang mampu menguatkan jiwaku yang rapuh lewat ibadah kepada-Nya.
Tidak hanya itu aku mulai melakukan hal lain yaitu dengan mulai mengubah cara berbusana yang lebih sesuai sebagai seorang muslimah dan mengikuti pengajian yang informasinya aku dapat daei teman-teman.
Aku memupuk kepercayaan kepada Allah bahwa apa yang terjadi padaku adalah wujud teguran dan kasih sayang-Nya kepada seorang hambanya yang ingin dia selamatkan dari orang yang salah. Dalam renunganku bahwa aku telah banyak melupakan Allah malah lebih memilih mencintai makhluk yang diciptakan-Nya.

Hingga, it's miracle.......
At the end April.....
Nomor baru yang tak kukenal masuk mengirimkan pesan kepadaku.....
"Assalamualaikum, bolehkan saya mengenalmu," tulisnya dipesan.
"Waalaikumsalam, saya minta biodata anda" jawabku singkat.
"Saya Muhammad Hasbi anaknya Pak Adi" balasnya.
"Pak Adi siapa ya" tanyaku lagi.
Setelah itu apa yang disampaikannya padaku taukah kalian adalah hal yang tak pernah aku percaya dan seperti mimpi...
Bahwa ia ingin serius menikah denganku tanpa harus berpacaran berlama-lama.......
Seperti apa sosok laki-laki itu yang mungkin jadi pertanyaan kalian...
Dia lelaki sholeh sesuai yang aku pinta dalam doaku dan aku diberi Allah tambahan bonus berupa rupa yang good-looking...Masya Allah.
Aku ingin menangis sejadi-jadinya karena jawaban yang Allah datangkan untuk doa-doaku begitu didatangkan dengan cepat dan dalam waktu yang tak disangka-sangka. Dengan cepat aku mengontak seseorang dari handphoneku dan meminta sarannya.
"apa harus aku terima keinginannya" ketikku di pesan.
" memang kamu menunggu apalagi" jawabnya
" tapi aku belum mengenalnya" jawabku lagi
"terus kamu mau pacaran lagi kayak dulu itu dan gak diajak menikah"
" aku gak mau seperti itu lagi" jawabku singkat.
"ya sudah terima saja, Insyaallah dia lelaki sholeh" 
Tak ada proses yang berlama-lama hingga keluarga kami saling bertemu menetapkan tanggal pernikahan......

Air mataku terurai dalam doa pada Allah memohon ampun dan mengucap syukur atas kuasa-Nya yang telah ia tunjukkan pada seorang aku seorang hamba yang sebelumnya lalai dan meninggalkan Allah namun Allah masih menunjukkan kasih sayang-Nya kepada aku dengan memberikan apa yang aku minta beserta bonus-bonusnya.....

Untuk teman-temanku yang membaca ini semoga bisa menjadi motivasi sekaligus renungan bagi kalian hingga Allah bukakan hati dan jalan bagi kalian juga untuk berhijrah...
Yakinlah jika kalian melepaskan sesuatu karena Allah maka Allah akan ganti dengan yang lebih baik...
"Boleh jadi kamu mencintai sesuatu padahal belum tentu sesuatu itu baik untukmu menurut Allah"
"Ihfazillah Yahfazka (Jaga Allah maka Allah akan jaga kamu).

Kamis, 01 Juni 2017

Ramadhan Sale Oriflame June 2017

Assalamualaikum,Bapak,Ibu, Sista,Brother.....:-D
Makin cantik, sehat dan bahagia dengan Oriflame, produk berkualitas terbaik yang bermanfaat untuk kita. Dipakai untuk pribadi saja sangat bermanfaat, apalagi kalau dijual, sudah pasti dapat keuntungan, belum lagi yang lebih serius jalani bisnis ini bisa dapat gaji bulanan, cash awards, jalan jalan keliling dunia, rumah dan mobil idaman.
Jalanin bisnis Oriflame ini tidak menyita waktu ngantor kita kok, cukup simpel dengan menunjukan katalog dan mengajak teman2 yg lain bergabung kita bisa menambah penghasilan, selain itu Oriflame juga banyak memberikan hadiah menarik yang pastinya selalu menguntungkan buat  membernya.
Oriflame hadir dalam Ramadhan Sale loh di cek2 ya siapa tau ada yang menarik hati....
Tetap tampil cantik dan menawan di bulan Ramadhan...
Dapat Cantiknya....
Dapat Berkahnya.....:-D
Sista juga bisa jadi membernya dengan berbagai keuntungan yang akan sista dapat...
Minat?
Inbox saja di WA 085249460511
Wassalamualaikum... :-D




















Kamis, 18 Mei 2017

Adore You, My Brother Chapter 5 Accident

Pagi menyapa kerumuman embun yang tak hentinya membuat basah seluruh semesta.Entah apa yang diceritakan pada saat pertukaran mereka dari senja menjadi pagi cerah mewarnai seperti sekarang ini.Rara telah menapakkan kakinya keluar dari rumahnya sendiri untuk berangkat kuliah dan menatap rumah diseberangnya yang telah ia tinggalkan begitu pagi sekali menunggu sosok yang sering menyambutnya di pagi datang menghampirinya.Nampak lelaki tinggi menggunakan kemeja begitu rapinya keluar melewati pintu pagar rumahnya untuk menuju peraduan pekerjaannya. Awan pun melihat sosok perempuan yang selalu ia lihat di pagi hari selalu yang dinantikannya untuk melihat senyuman manis dan ucapan hangat yang selalu ada darinya.
"Gadis itu selalu berdiri ditempat yang sama setiap paginya"intip Awan dari dalam mobil yang merapat ke arah Rara.
"Apakah tuan hari ini akan membawa saya seperti sebelumnya?" tanya Rara pada Awan.
"Tentu saja Tuan Puteri"ucap Awan sambil membukakan pintu mobil untuk Rara.
"Apakah tidur kakak nyenyak tadi malam?' Tanya Rara
"Kenapa kamu bertanya seperti itu dek? Tidurmu nyenyak ya memimpikan Rey?" Tanya Awan
"Apaan sich kak, mata kakak tuh ada kantungnya. Begadang ya?Tanya Rara sambil menatap Awan
"Iya lembur banyak materi meeting yang harus disiapkan untuk hari ini" jawab Awan
"Kakak itu juga perlu sekali-kali refreshing atau pergi ama tunangan kakak" jawab Rara
"Kakak ajak dinner dia malah tidak datang" Ungkap Awan agar Rara tak curiga,
"Hubungan kakak sepertinya dalam masalah"ungkap Rara dalam hatinya.
Hening pun menguasai antara mereka berdua hingga sampainya Rara di gedung perkuliahannya.Awan pun mengantarkan Rara memasuki ruang kelasnya.Tatapan demi tatapan kaum hawa menghampiri Rara dan sosok yang bersamanya, Sosok yang terlihat bak pangeran yang gagah nan perkasa membuat tak ada satu wanita pun yang melepaskan pandangannya dan menaruh iri pada Rara yang bersamanya lebih dari sekedar menatapnya tapi berada bersamanya disampingnya.Hingga ketenangan itu berubah saat Rey menatap dengan senyum kepada Rara dan Awan yang telah berada di depan ruang perpustakaan yang begitu ramai hilir mudik mahasiswa memilih berlalu pergi sebelum suasana menjadi lebih ramai karena dirinya. Ia harus pergi pada saat hatinya tak ingin melepaskan Rara yang terkungkung oleh tatapan Rey yang baginya bukan tatapan tulus tapi sebuah kepalsuan.
"Selamat pagi Rara,ini untukmu"ucap Rey sambil memberikan bunga pada Rara.
"Apa ini bang malu diliat teman-teman Rara"ucap Rara sambil melirik teman-temannya
"tadi gak sengaja lewat toko bunga terus liat bunga ini memutuskan untuk beli" jawab Rey
"Iya,makasih yang bang,Rara masuk ke kelas dulu teman-teman udah nunggu"
'Tunggu Ra, apa Rara sudah memikirkan jawabannya?" tanya Rey sambil memegang lengan Rara
"Lepasin bang gak enak diliat, Rara masih perlu berfikir,secepatnya akan Rara jawab bang"
Rara p
un berlalu dengan tersipu malu melewati Rey yang terlihat senyum tipis ada diwajahnya.
"Ciiiieeee Rara, ada yang nunggu jawabannya nich"goda Selvi padanya.
"Terima saja Ra,ganteng gitu kalo aku mau banget"jawab Ningsih sambil tertawa
"Ah, Ningsih tadi sampai mau pingsan gitu liat abangnya Rara sekarang ke Bang Rey gitu juga"jawab Selvi
"Segera kasih jawaban dech Ra,kasihan abang Rey nunggu"jawab Ningsih
"Aku masih harus berfikir,harus mendengar pendapat Kak Awan dulu,kalian tau kan dia sangat memperhatikanku"ucap Rara pada mereka
"Hhhmmm,kalo menurut aku sich Ra,kamu harus tau dulu dengan Bang Rey karena ada cerita kalo dia itu gak serius"ucap Laras serius.
"Ah,kan dia sudah berubah kali Ras,gak kayak dulu itu dan mungkin cuma gosip kalo dia begitu"jawab Ningsih
"Waspada kan boleh,apalagi Kak Awan mana mau Rara kenapa-napa" sambung Selvi.
"Kak Awan itu yang ngerawat kamu lagi kecil ya Ra?"Tanya Ningsih
"Iya,aku sudah seperti adiknya sendiri makanya dia perhatian sekali"jawab Rara
"Tapi,bisa saja Kak Awan punya perasaan lebih dari sekedar saudara loh Ra,mau gimana pun kalian bukan saudara kandung hal itu bisa terjadi"Sambung Laras dengan serius.
"itu gak mungkin, oh ya emang dulu Abang Rey kenapa emangnya?"tanya Rara penasaran
"Gak kenapa-napa kok Ra,udah yuk masuk kelas"Sanggah Selvi dengan ketakutan.
"Eh,tunggu,kalian belum kenapa gak berani ngasih tau aku?"tanya Rara bingung saat temannya langsung ke kelas meninggalkannya.
Sore pun datang dengan cepatnya,nampak Rara berdiri sendirian berjalan menuju kerumahnya karena Awan sepertinya sibuk dengan pekerjaan kantornya sehingga tanpa sengaja melupakan bahwa Rara hari ini jadwal pulangnya lebih cepat.Sepanjang jalan Rara terhamburkan kenangannya bersama orang tuanya yang hanya sempat dia rasakan sebentar lalu hilang tergantikan rasa kehilangan mendalam tak mampu ia tangkal bahwa ia sangat merindukan ayah dan bundanya.Hingga, ia terkejutkan saat seorang anak mengendarai kendaraan dengan begitu cepatnya mendekat ke arahnya dan Rara tak mampu lagi menghindar seketika Rara namun seketika ia rasakan ada kehangatan mendekapnya saat matanya seketika terpejam berfikir ia akan terjatuh dan cedera.Rey tampak menahan sakit dan mendekap tubuh Rara erat yang terjatuh dipelukannya.Kerumunan pun segera berkumpul dan salah satunya Awan ingin mengetahui apa yang terjadi.
"Rara,kamu gak apa-apa?"tanya Awan cemas menghampiri Rara dan memeriksa keadaannya
"Rara,gak kenapa kak,tapi Bang Rey kak...."Rara segera melihat keadaan Rey.
"Abang Rey bangun..Bang Rey gak apa-apa kan?"Rara cemas melihat Rey pingsan "Kak Awan kenapa diam saja lakukan sesuatu?"sambung Rara menatap Awan
"Ini kakak udah menghubungi ambulans Ra untuk membawa Rey dan anak kecil ini"Awan dengan segera memeriksa keadaan anak kecil yang menabrak mereka.
Tidak lama mobil ambulans datang dan orang-orang mengangkat Rey dan anak kecil tersebut segera,Rara juga ingin masuk ke mobil ambulans untuk menjaga Rey namun Awan mencegahnya dengan menarik tangannya.
"Kamu mau kemana"kamu sebaiknya ikut kakak pulang kerumah"ucap Awan
"Gak kak,Rara mau menemani Abang Rey dia sendirian disana nanti"jawab Rara
"Gak dek gak,kamu ikut pulang saja.kamu liat mukamu pucat itu dan besok kalau sudah pulih kamu bisa menjenguknya,Kakak sudah menghubungi keluarganya Rey.Kakak teman dekatnya Rey dulu"
"Baiklah Rara akan ikut kakak pulang" jawab Rara lemas.
Sesampainya di rumah,Tante Cindy terkejut melihat muka pucat Rara dan pakaian Rara kotor karena terjatuh tadi dan ada luka kecil disikunya.
"Awan kamu kemana aja gak jemput Rara tepat waktu sampai dia lecet begini"Tanya Tante Cindy
"Tadi Awan ada meeting jadi agak terlambat,dianya juga gak nunggu digerbang malah jalan kaki"jawab Awan
"Abis Rara lama nunggu dan sendirian disana yang lain pada pulang semua"jawab Rara jengkel.
"Iya,kamu senang gitu bisa kayak drama korea pas kesempret ditolong Rey gitu?"jawab Awan
"Udah ah,yang penting Rara udah gak apa-apa dan cuma lecet,lalu gimana keadaan Rey?"tanya Tante Cindy
"Itu tanya saja ama Rara, Awan mau ke kamar dulu dan capek banget"jawab Awan dingin
"Kak Awan kenapa sich tante?marah ama Rara ya?"tanya Rara bingung
"Gak Ra,dia cuma mencemaskan kamu makanya begitu,udah Rara ke kamar istirahat biar besok bisa jenguk Rey dan ke kampus lagi" ucap Tante Cindy.

Minggu, 14 Mei 2017

Cerpen: Adore You, My Brother Chapter 3

Chapter 3 : Dinner,Surprise

Gambar terkaitRey hanya menatap Rara sambil sedikit tersenyum saat ia mulai beranjak pergi menuju ke tempat panitia lainnya berkumpul.Setelah berkomunikasi dengan panitia lainnya,Rara duduk beristirahat di ruang istirahat bersama dengan beberapa temannya yang sedang berkutat dengan telepon genggamnya masing-masing menghubungi keluarga dan orang tersayangnya masing-masing.
“Aku lupa menghubungi Kak Awan untuk memberitahu keadaanku tapi dia tidak ada menghubungiku apa dia masih marah?tanya Rara sambil menatap layar handphonenya.
“Ra,kok bengong ngeliatin layar handphone gitu?tanya Siska sambil menepuk bahu Rara.
“Gak, aku kira Kak Awan ada
menghubungi aku ternyata gak”ucap Rara kecewa
“Pasti kalian berantem lagi ya kan kebiasaan kalian berdua ya gini gak mau hubungi satu sama lain”
“Iya Siska,Kak Awan gak ngasih izin aku ikut Rey kesini” ucap Rara
“Loh kok gak ngasih izin kenapa?”Tanya Siska penasaran
“Gini Sis,Kak Awan mikir kalo Bang Rey akan nyakiti aku disini.Aneh kan?”
“Ra,apa kamu gak pernah mikir kalo Kak Awan kayaknya itu suka ama kamu?”Tanya Siska dengan serius.
“Ah Siska,kamu ada-ada aja deh itu kan gak mungkin Kak Awan udah kayak kakak sendiri dan dia udah tunangan”Jawab Rara sambil tertawa lepas
“Ra, aku serius toh selama ini pacarnya gak pernah kemana-mana ama dia dan perhatian ke kamu dan tetap aja kalian bukan adik kakak kan?”
“Udah ah Sis,kamu kebanyakan nonton drama korea makanya baper terus tuh kita udah disuruh kumpul ama pak Sandi”
Rara sambil merangkul Siska yang ingin terus berbicara kepada Rara dan membawanya menuju ke ruang rapat panitia untuk persiapan materi yang akan disampaikan oleh mereka malam ini.Tepat pukul 21.30 kegiatan mereka disudahi dan seluruh peserta telah beristirahat di tenda masing-masing, nampak Rara duduk menatap luas ke arah luar tendanya saat Siska dan beberapa temannya mengatur posisi untuk mereka beristirahat,Rara meraih handphonenya dan melihat layar dengan rona kecewa.
“Ternyata Kak Awan tidak menghubungiku,dia pasti sangat marah”gumam Rara lirih
“ Sebaiknya kamu hubungi duluan kakakmu itu Ra”jawab Jessi yang seolah mengerti perasaan Rara
“Aku takut dia marah sama aku Jess,tadi pas berangkat kesini ama Rey dia kayak ketus gitu”
“Kakakmu pasti akan mengkhawatirkanmu juga Ra,kamu sebaiknya berhati-hati ama Rey itu”Jawab Jessica datar sambil berlalu mengambil air diluar tenda.
“Apa maksud omongan Jess tadi ya,ah sudahlah”Rara kembali menatap layar handphonenya.
Tiba-tiba Rey datang menatap Rara dari luar tendanya saat kebetulan berjalan melewati tenda Rara.
“Ra,belum tidur udah jam segini?”tanya Rey
“belum ni bang,mau nikmati suasana disini dulu,abang ngapain malam gini jalan-jalan?”
“Abang mau lihat sekitar sini sih dan ngeliat keadaan Rara”ucap Rey
“Ah,abang bisa aja,abang udah makan malam?”tanya Rara
“Belum,kebetulan ini abang bawa mie instan aja ni,kalo mau kita masak bareng disini”
“Iya Rara juga lapar bang”jawab Rara sambil merebus air untuk memasak mie
Rey nampak menatap Rara yang sibuk memasak mie tersebut dan tanpa disadarinya Rara menyadarinya dan tatapan mereka pun beradu selama beberapa detik dan menjadi hening hingga terpecahkan oleh suara lirih Rara yang tidak ingin membangunkan temannya yang sudah terlelap.
“Abang,kenapa natap seperti itu”tanya Rara bingung.
“Gak apa-apa Ra,udah yuk makan mienya sudah matang tuh”jawab Rey mengalihkan suasana.
Kekakuan menemani malam yang mereka lewati malam itu hanya sekali-kali pandangan mereka beradu.Saat Rey ingin kembali beristirahat di tendanya suasana itu kembali mencair.
“Abang kembali ke tenda dulu ya Ra,makasih atas nemani makan malamnya”
“Oh iya bang,sama-sama”jawab Rara
“Istirahat ya Ra,selamat tidur” ucap Rey seiring berlalu melewati Rara dengan tersenyum.
Awan masih berdiri menatap langit dari teras kamarnya tak bisa memfokuskan dirinya untuk tidak memikirkan Rara yang sedang jauh dari pandangannya dan memutuskan untuk menghubungi Rara lewat teleponnya.Telepon genggam Rara pun berdering namun tidak ada yang mengangkat karena karena Rara telah tertidur saat Awan menelponnya untuk meminta maaf dan karena khawatir akhirnya hanya pesanlah yang sampai untuk mengungkapkan perasaan Awan malam itu.
“Dek,kakak mnta maaf udh jutek ama qm tdi siang...bsok qm pulang ya?”pesan yang masuk di layar telepon genggam Rara.
Keesokan harinya saat Rara berjalan di sekitar tendanya, ia membaca pesan di layar teleponnya yang membuat tertawa dan segera menghubungi seseorang yang sedang fokus dengan kesibukan dikantornya saat ini.
“Halo,”jawab sosok tersebut
“Kakak,sudah tidak marah ama Rara?”
“Menurutmu?”jawab Awan singkat
“Ah,kakak,nanti Rara belikan sebanyak mungkin cokelat kesukaan kakak deh biar gak ngambek lagi”
“Kakak minta maaf ya Rara,nanti sore kamu kembali kan?”
“Iya Rara sore ini kembali kak,kenapa kak?”
“Kakak kangen ama kamu”jawab Awan tertawa
“Ah,kakak becanda terus nih”
“Kakak serius ini Ra,malah gak percaya”
“Tunggu ya kalo Rara kembali nemui kakak disana,dahhhh kak Rara mau dampingi adek-adek ni”
Rara langsung mengakhiri panggilannya. Awan terlihat kegirangan dibalik meja kerjanya dan merencanakan kejutan sederhana untuk Rara saat Rara telah pulang kembali dari pelatihannya dan berlalu begitu saja melewati rekan kerja lainnya.
“Pak Awan mau kemana?bagaimana dengan meeting nanti malam?”tanya sekretarisnya
“Kamu suruh saja Pak Andar yang menghandle”
“mau kemana sich kamu Wan?”tanya Andar yang tiba-tiba datang
“Aku mau bikin surprise buat Rara”jawab Awan bersemangat
“Wan...Wan,sampai kapan kamu nyembunyikan perasaan kamu sebenarnya ke Rara?”sambil menepuk bahu Awan
“Aku takut Rara terkejut kalo aku ngomong yang sebenarnya dan menjauhi aku”
“Apa salahnya mencoba Wan,daripada menyesal nanti”
“Ah kamu ini,handle meeting malam ini ya”ucap Awan pada Andar
Andar hanya terdiam tidak bisa berbicara melihat sahabatnya begitu semangat untuk menyambut kedatangan Rara dengan meminta bantuan tante yang satu-satunya dimilikinya sekarang ini yang begitu menyanyanginya pengganti orang tuanya telah pergi saat ia kecil.
“Tante buat persiapan seromantis mungkin ya diteras rumah kita malam ini untuk dinner sama Rara”rengek Awan pada tantennya
“Tante gak mau bantuin kamu”jawab tante Cindy
“Ayolah tante kesayangku yang terbaik yang Awan milikki”ucap Awan dengan memelas
“baiklah,keponakanku tersayang gak mungkin tante bisa menolak keinginan keponakan terganteng tante ini”
“Terima kasih tante tercantikku”ucap Awan sambil memeluk Tante Cindy dan berlalu kegirangan dari hadapan Tante Cindy “Awan mau pergi cari outfit yang pas dulu ya tante di mall”
“Ah,anak itu lucu sekali walaupun dia sudah dewasa tetap seperti Awan kecilku dulu”kenang Tante Cindy

Speech Community

Bahasa adalah milik secara individual maupun sosial oleh karena itulah masyarakat akan menggunakan bahasa tersebut untuk berkomunikasi dengan masyarakat yang memiliki bahasa,dialek,variasi,dan menghormati satu sama lain ini disebut masyarakat tutur. Istilah ini diambil dari bahasa German Sprachgemeinschaft yang memungkinkan penggunaan masyarakat tutur dengan mudah Hudson (. 1996, hal 29) menolak pandangan bahwa: 'sosiolinguistik dunia tidak diatur dalam hal tujuan "masyarakat tutur," bahkan meskipun kita suka berpikir subyektif dalam hal komunitas atau jenis sosial seperti sebagai "Londoner" dan "Amerika." Ini berarti bahwa pencarian definisi "benar" masyarakat tutur, atau untuk "benar" batas-batas sekitar beberapa masyarakat tutur  hanya sia-sia. Kita memang akan menemukan bahwa hanya karena sulit untuk mendefinisikan istilah-istilah seperti bahasa, dialek, dan berbagai, itu juga sulit untuk menentukan masyarakat tutur, dan untuk banyak alasan yang sama. Bahwa kesulitan, bagaimanapun, tidak akan mencegah kita dari menggunakan istilah: konsep itu teruji tidak terhingga nilainya sosiolinguistik terlepas dari 'ketidakjelasan' tertentu sebagai karakteristik tepat nya. Tetap sehingga bahkan jika kita memutuskan bahwa tutur masyarakat tidak lebih dari beberapa jenis kelompok sosial yang bicara karakteristik yang menarik dan dapat digambarkan dengan cara yang koheren.
PENGERTIAN
Sosiolinguistik adalah kajian dari bahasa yang digunakan antara kelompok atau pembicara. Kelompok paling sedikit hari memiliki dua orang anggota tapi itu bukan menjadi batasan tertinggi untuk keanggotaan dari kelompok.Masyarakat bisa membentuk kelompok dengan alasan: sosial, agama, politik, budaya, kekeluargaan, pekerjaan,hobi dan sebagainya.Kelompok itu bisa bersifat sementara dan keanggotaan bisa berubah sesuai dengan tujuan dari kelompok tersebut. Pengaturan dalam kelompok juga penting karena bisa menjadi keuntungan atau merugikan karena dalam kelompok terdiri dari perasaan individu yang berbeda seperti merasa kuat atau lemah,berkomitmen atau menolak,dan menemukan kesuksesan atau kegagalan di dalam kelompok tadi.
Dalam membuat kesimpulan saat membuat penelitian tentang kelompok hal yang harus kita perhatikan kelompok adalah terdiri dari individu yang memiliki identitas yang kompleks karena memiliki kebiasaan/sikap yang menawarkan stereotype dan bisa mengejutkan kita dengan banyak cara oleh individu dalam kelompok tadi bisa lakukan. Jenis dari kelompok yang dicoba untuk penelitian disebut masyarakat tutur untuk tujuan secara murni beberapa ahli bahasa telah menyimpulkan keberadaan ‘ideal” masyarakat tutur.
Lyons (. 1970, p 326) masyarakat tutur 'nyata' adalah 'Semua orang yang menggunakan bahasa tertentu (atau dialek).Selain itu, jika masyarakat tutur didefinisikan hanya karakteristik linguistik mereka,kita harus mengakui dari setiap definisi tersebut bahasa itu adalah kepemilikan komunal dan karakteristik linguistik sendiri untuk menentukan apa yang termasuk atau bukan masyarakat tutur cukup mustahil karena orang tidak merasakan hubungan langsung antara karakteristik linguistik A, B, C, dan seterusnya, dan masyarakat tutur X. pembicara menggunakan karakteristik linguistik untuk mencapai identitas kelompok dengan diferensiasi kelompok dari, pembicara lain, tapi mereka menggunakan karakteristik lain: sosial, budaya, politik dan etnis mengacu pada apa yang disebut penanda tutur oleh Giles, Scherer, and Taylor (1979, hal. 351)
Untuk tujuan sosiolinguistik spesifik kita mungkin ingin mencoba memberi batasan tepat di sekitar apa yang dianggap masyarakat tutur. norma-norma merupakan bagian penting dari definisi Labov untuk masyarakat tutur (1972b, pp. 120-1) Milroy (1987a, hlm. 13) telah mengindikasikan beberapa konsekuensi masyarakat tutur' adalah konsep yang sangat abstrak, salah satu kemungkinan untuk tidak secara eksklusif linguistik di alam, dan bahkan norma linguistik sendiri mungkin bervariasi.
Gumperz (p.101) lebih memilih masyarakat linguistik daripada masyarakat tutur. masyarakat didefinisikan sebagian melalui hubungan mereka dengan masyarakat lainnya. Secara internal, masyarakat memiliki  kekompakan sosial dan secara eksternal, anggotanya harus menemukan diri mereka terputus dari masyarakat lain dengan cara tertentu. Faktor-faktor yang membawa kohesi dan diferensiasi akan bervariasi dari kesempatan ke kesempatan lainnya. individu akan menggeser rasa masyarakat sebagai faktor yang berbeda. Seperti itu definisi merupakan dari Bloomfield (1933, p. 42) masyarakat tutur adalah sekelompok orang yang berinteraksi dengan cara berbicara.' Gumperz (. 1971, p 114) memberi definisi lain masyarakat penutur: tidak hanya anggota dari masyarakat tutur mengatur seperangkat tata bahasa aturan, tapi juga harus ada hubungan yang teratur antara penggunaan bahasa dan struktur sosial harus ada norma-norma yang mungkin berbeda dengan sub-kelompok dan pengaturan sosial.
Sebagai contoh, di Eropa Timur banyak pembicara dari Ceko, Austria Jerman, dan Aturan Hungaria tentang bentuk-bentuk yang tepat dari salam, topik yang cocok untuk percakapan, dan bagaimana untuk mengejar ini, tapi tidak ada bahasa yang umum. Mereka bersatu dalam Sprachbund, 'daerah tutur,' tidak hanya masyarakat tutur,' tapi masyarakat masih didefinisikan dalam beberapa cara untuk bertutur.
Hymes (1974, p. 47) tidak setuju dengan pendapat para ahli tersebut,Dia mengklaim bahwa ini hanya mengurangi gagasan masyarakat tutur untuk yang bahasa dan, pada dasarnya, membuang 'masyarakat tutur' sebagai konsep berharga. Dia menunjukkan bahwa tidak mungkin untuk menyamakan bahasa dan masyarakat tutur ketika kita tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang sifat bahasa. Dia menegaskan bahwa masyarakat tutur tidak dapat didefinisikan semata-mata melalui penggunaan kriteria linguistik.Cara di mana orang melihat bahasa yang dipakai berbicara juga penting, yaitu, bagaimana mereka mengevaluasi aksen; bagaimana mereka menentukan fakta bahwa mereka berbicara menggunakan satu bahasa yang lebih disenangi daripada yang lain; dan bagaimana mereka menentukan batas-batas bahasa. Selain itu, aturan untuk menggunakan bahasa mungkin sama pentingnya dengan perasaan tentang bahasa itu sendiri.
            Jadi, dapat disimpulkan konsep atau defenisi komunitas penutur sampai saat ini sulit untuk dijelaskan. Akan tetapi, berdasarkan pendapat para ahli di atas mengenai definisi komunitas penutur dapat disimpulkan sebagai berikut bahwa komunitas penutur adalah sekelompok orang yang tidak hanya berinteraksi di dalam kaitannya dengan bahasa, tapi tentang bagaimana cara orang-orang melihat bahasa yang mereka gunakan juga penting, yaitu bagaimana logat mereka, bagaimana mereka menentukan fakta bahwa mereka menggunakan satu bahasa yang lebih disenangi dari bahasa lainnya, dan bagaimana mereka menentukan batasan-batasan bahasa.
KOMUNITAS YANG BERSILANGAN
'Khas' orang dari masing-masing tempat berbicara, didefinisikan secara bebas berdasarkan Preston (1989, 1999, 2002 hal.49 bahwa persepsi seseorang tentang karakteristik bahasa daerah tertentu tidak selalu selaras dengan fakta linguistik. Rosen (1980, pp. 56-7) juga telah mengindikasikan beberapa masalah ditemukan disebuah kota yaitu London yang memiliki masyarakat tutur dan dalam menggambarkan apa yang menjadi ciri khas tuturnya. Rosen mengatakan, bahwa beberapa kota tersebut tidak dianggap sebagai peta kerja, dari daerah ke daerah, tidak hanya karena bahasa dan dialek tidak memiliki penyebaran geografis yang sederhana, tetapi juga karena interaksi di antara mereka tidak jelas atau kabur dengan apapun batasan yang dibuat. Baik model geografis dan kelas sosial; menjadi palsu, walaupun setiap mereka berkontribusi kepada sebuah pemahaman. Bahwa, pada beberapa daerah, dialek dan bahasa memulai pengaruh pada setiap orang. Jadi, dapat disimpulkan kota London adalah sebuah komunitas penutur yang terlalu luas dan saling bersilangan. Setiap komunitas memiliki keunikan multi bahasanya tersendiri dan tidak ada bahasa yang disamakan penyebarannya dalam komunitas residensial yang spesifik. Beberapa situasi tidak memiliki keunikan. Banyak daerah di bagian dunia yang lain memiliki beberapa karakter bahasa yang sama. Contoh, Balkans, daerah Selatan India, Papua Nugini. Persamaan mendasar dari komunitas bahasa mungkin mudah terlihat pada daerah yang lebih modern, berpegang teguh bahwa bahasa yang digunakan untuk mengekspresikan kebangsaannya dan menjadikan bahasa tersebut sebagai standar untuk mengalahkan Negara pesaing.
Saville-Troike (1996, p. 357) menempatkan kebutuhan pada kebutuhan yang lebih penting untuk individu untuk mengidentifikasi diri dengan berbagai orang lain tapi pandangannya pada dasarnya sama dengan yang dari Bolinger: 'Individu mungkin milik beberapa masyarakat tutur (yang mungkin diskrit atau tumpang tindih).Bolinger menyarankan tidak ada batasan untuk individu mengklasifikasikan diri mereka dan memungkinkan kelompok mana individu mewakili dirinya.Oleh karena itu setiap individu adalah anggota dari berbagai masyarakat tutur. Ini adalah ketertarikan terbaik dari kebanyakan orang untuk dapat mengidentifikasi diri mereka pada satu kesempatan sebagai anggota satu kelompok dan sebagai anggota kelompok lain.
JARINGAN DAN DAFTAR KEANGGOTAANNYA
Jaringan adalah langkah untuk mengetahui bagaimana individu berinteraksi secara intens atau tidaknya dengan individu lain. Maksudnya, bagaimana di dalam kesempatan apa individu A berinteraksi dengan B, kemudian dengan C, dan kembali dengan D? seberapa sering bermacam-macam hubungan: apakah A lebih sering berinteraksi dengan B daripada dengan C atau D? seberapa luaskah hubungan A dengan B secara sadar dari berapa banyak individu yang berinteraksi baik dengan A maupun B di dalam aktivitas apapun yang membuat mereka bersama di dalam situasi? Jaringan ganda adalah dimana jalan satu individu dengan lainnya lewat banyak langkah seperti bekerja bersama, bermain bersama,  dan memungkinkan lewat pernikahan campuran sedangkan jaringan tunggal hanya terjalin lewat satu langkah seperti mereka bisa bekerja atau bermain bersama, berbaur bersama.lingkungan sekitar sesorang telah terhubungkan ke beberapa jaringan tunggal yang berbeda, hubungan dengan sanak saudara, rekan  di waktu senggang tidak bertubrukan, selama mereka orang-orang yang berbeda. Kadangkala jaringan ini terlihat lemah dan bercampur baur.Milroy (1980a) melibatkan dirinya dalam penelitian variasi linguistik sebagai bagian di sistem jaringan dia menemukan keuntungan tambahan dan bahwa konsep dari jaringan sangat berguna karena fokus pada hubungan yang individu miliki daripada beberapa jenis kelompok yang abstrak dan karakter statistiknya.
Tidak ada dua individu memiliki kesamaan dalam kemampuan linguistik mereka ,masyarakat dipisahkan dari satu dan lainnya oleh gradasi dari kelas sosial, asal daerah, dan pekerjaan; oleh faktor agama, jenis kelamin, kebangsaan, dan etnis; oleh perbedaan secara psikologi seperti jenis kemampuan linguistic khusus; dan oleh karakteristik personal.Setiap individu mempunyai repertoire tutur sehingga individu mengatur jumlah variasi bahasa atau dua atau lebih bahasa.
Platt (1975, p.35) berasumsi bahwa repertoire tutur adalah berbagai varietas linguistik dimana pembicara mempunyai bagiannya dan digunakan dengan benar sebagai anggota masyarakat tuturnya.sejak Platts menemukan bahwa keduanya yaitu repertoire masyakarakat tutur dan repertoire individual tutur layak dalam pertimbangan sosiolinguistik.Konsep dari repertoire tutur akan lebih penting jika diterapkan ke individu daripada ke kelompok. Kita bisa menggunakannya untuk menggambarkan kompetensi komunikatif dari pembicara secara individu. Setiap orang akan memiliki khas dalam repertoire tuturnya.
Repertoire tutur itu sendiri adalah kemampuan seseorang atau individu menguasai berbagai bahasa.Fokus kepada repertoire dari individu dan secara spesifik pada ilmu bahasa yang tepat yang mereka pilih di dalam keadaan yang telah dijelaskan, benar-benar terlihat bagaimana kita ditawarkan beberapa harapan di dalam menjelaskan bagaimana orang-orang menggunakan pilihan bahasa untuk membatasi diri mereka sendiri di setiap jalannya. Sebuah pilihan seorang pengguna bahasa melalui beberapa bunyi, kata, atau ekspresi menandakan di dalam beberapa cara. Bisa dikatakan ‘saya seperti kamu’ atau ‘saya tidak seperti kamu’. Ketika pengguna bahasa juga memiliki sejenis jarak yang mereka pilih dan bahwa pilihan itu sendiri membantu untuk mendefinisikan keadaan, kemudian banyak perbedaan yang mungkin timbul. 

Cerpen: Adore You, My Brother Chapter 4

Chapter 4 : Gagal

Suasana malam menjelang acara penutupan kegiatan seluruh mahasiswa yang sudah berhari-hari dilelahkan dengan pengabdian ke masyarakat terbayarkan dengan suguhan pemandangan serta hiburan berupa alunan musik yang mengalun lembut melepaskan penat. Tampak api unggun nan cantik menjadi pusat perhatian yang memancarkan kehangatan melawan dinginnya malam.
Romantisme bertebaran dimana-dimana saat sepasang mata saling beradu pandang antara dua insan ditengah-tengah keramaian yang seperti ada hanya mereka tanpa ada orang sekeliling, ,mengabaikan dua insan yang mengekspresikan rasa sukanya dengan caranya tadi di sisi lain ada suara tawa dan canda yang renyah dari sekawanan yang telah mengukirnya dalam persahabatan yang hanya bisa mengekspresikan kegembiraan dan sebagai perwujudan romantisme yang dinikmati bukan sebagai dimiliki dua insan.
Di sudut ruangan lain ada romantisme yang telah dibuat Awan tersendiri menunggu seseorang yang memang telah dinantinya. Ia mencoba mengatur gesture dan tuturnya seawal mungkin agar tidak melakukan kesalahan saat sosok yang ingin dijumpainya hadir dihadapannya.
Handphone yang terus berdering tak mampu membuat Rara untuk tak mengindahkannya dan ia segera mengintip layarnya handphone tersebut dan tertera satu nama yang mengirim pesan singkat padanya.
“Ini sudah malam kapan kamu akan tiba Ra?” nampak pesan singkat tersebut.
“Rara akan kembali setelah acara api unggun selesai kak,Rara janji”
Awan hanya tersenyum karena ia harus bersabar dan bersyukur masih ada waktu yang diulur untuk memang dirinya yang belum sepenuhnya siap saat Rara datang segera mungkin. Nampak disana Rey mengukir tawa Rara lewat beberapa candaan tapi dalam hatinya memikirkan bahwa ia akan membuat Awan menunggu lebih lama akibat adanya acara api unggun ini, Rey mengerti akan apa yang Rara siratkan lewat sikapnya dan mencoba mengajak Rara menikmati malam yang bertaburan bintang yang hanya bisa mereka nikmati berdua.
“Ra, apa kamu baik-baik saja?” tanya Rey
“Iya, Rara baik-baik saja Bang hanya saja Rara tidak enak dengan Kak Awan yang sudah menunggu Rara” jawab Rara
“Awan pasti akan mengerti Ra” jawab Rey dengan sedikit menghela nafasnya ”Gimana kalau kita ke bukit yang disana itu Ra”? ajak Rey sambil menunjuk bukit kitu.
“ yang beberapa mahasiswa ada kesana juga ya bang?” melirik ke arah bukit.
“Iya,itu kalaupun kamu mau Ra.”
Diiringgi hanya anggukan dari Rara, Rey pun berjalan pelan disamping Rara menikmati perjalanan menuju bukit tersebut.Percakapan sederhana namun begitu berarti bagi Rey akan terjadi. Ia telah mengumpulkan seluruh keberaniaannya.
“Ra, abang boleh bertanya sesuatu?”
“Boleh bang”jawab Rara diiringi anggukan singkat
“Apakah Rara tak pernah berfikir kalau Awan bisa saja menyukai Rara”
“Maksudnya abang? Kak Awan sudah seperti kakak bagi Rara” jawab Rara
“Lalu, jika Awan mencintai Rara bukan hanya sekedar saudara?”
“Tidak mungkin kak Awan seperti itu lah Bang” jawab Rara sedikit ragu.
“Rara, abang ingin mengatakan kalau abang menyukai Rara” ucap Rey sambil menatap Rara.
“Apa? Abang menyukai Rara?” jawab Rara dengan wajah sedikit memerah.
“Abang tau Rara akan kaget tapi Rara bisa memberi jawabannya malam ini” jawab Rey.
“Rara masih harus berfikir dulu bang”
Rara segera beranjak pergi dari bukit yang begitu indah bertaburan bintang karena seluruh mahasiswa harus segera pulang karena kegiatan telah selesai dari pengumuman panitia kegiatan tersebut, Rara tiba-tiba memikirkan Awan yang semula tak ada didalam fikirannya dan juga perkataan Rey yang membuatnya terkejut dan harus menemukan jawaban segera karena sosok yang berada disampingnya akan menantinya jawaban Rara dengan sabar. Rey hanya diam berjalan disamping Rara dan tiba-tiba menggenggam erat tangan Rara karena melihat Rara beberapa kali sering tersandung batu-batu yang bisa membuatnya terjatuh.
“Abang tau ini terlalu cepat bagimu, tapi abang bersungguh-sungguh”
“Iya bang,Rara akan mengerti”
Bayangan Awan saat itu begitu memenuhi jiwa Rara dan ingin sesegera mungkin sampai dan berada dihadapan Awan dan Rey pun mengantarkan Rara sampai kerumahnya, Rara segera berlari menemui Awan saat telah mengucapkan terima kasih pada Rey. Rara mencoba membuka pintu rumah Awan yang tak terkunci namun hanya ruangan gelap yang ia dapati dan berfikir Tante Cindy telah tidur dan berkeliling ruangan mencari satu sosok yang membenamkan fikirannya.
Awan yang masih berdiri diruangan diatas balkon rumahnya telah melihat Rara memasuki ruangan utama rumahnya dan mencari keberadaannya, Awan menikmati paras Rara terlebih dahulu dari kejauhan sebelum Rara mengetahui keberadaannya. Rara menatap ke arah balkon karena hanya disitu yang masih bercahaya walau hanya berasal dari lampu temaram dan ia melihat sosok Awan disana. Ia segera menaiki tangga agar perasaannya tersampaikan.
"Kakak,apakah Rara membuat kakak lama..........................."Rara tersentak melihat Awan "Kakak mau dinner sama siapa dan pakaian serapi itu" Tanya Rara bingung
"Hmmm,ini kakak persiapan untuk...hhmmmm"jawab Awan singkat
"Kakak kok gugup gitu,kakak mau melamar perempuan ya?"goda Rara pada Awan.
"Tidak Ra,kakak mempersiapkan ini untuk................."ucapan Awan terhenti.
"Kakak,tahu gak Bang Rey nembak Rara tadi?"
Ucapan Rara mengejutkan Awan yang semula ingin mengatakan semua ini ia persiapkan untuk Rara namun berubah menjadi angan semata karena ia tak mampu merusak perasaan sosok tercinta di depannya yang terlihat merona bahagia tanpa diketahuinya bahwa sosok didepannya bingung akan perasaannya yang tak mampu diterjemahkannya sendiri pada siapa perasaannya akan berlabuh karena terlalu dini baginya.
"Lalu apa kamu udah ngasih jawaban ke Rey" Jawab Awan datar.
"Rara bingung kak, Kakak kenapa?Kakak sakit?" tanya Rara bingung.
"Gak kenapa-napa Ra,sebenarnya dinner ini untuk perempuan spesial tapi nampaknya dia gak akan pernah datang" Jawab Awan berusaha tersenyum.
"Maaf Rara gak tau kak,tapi diluar sana banyak kok perempuan yang mau sama kakakku yang tampan dan baik hati ini,ayo kakak dinner sama Rara aja ya.."Ucap Rara mengganteng Awan ke meja makan.
"Hhmmm,Rey itu lelaki yang baik kok dek..."ucap Awan singkat
"Jadi Rara harus menerima Abang Rey ya kak"tanya Rara bingung
"Itu cuma saran dari kakak loh Ra" jawab Awan sambil memakan hidangannya.
Malam yang diinginkan Awan terwujud namun tak berlatarkan romantisme yang diinginkan dan Awan memilih untuk menyimpan cintanya entah sampai kapan karena ia tak ingin membuat Rara menjadi dilema akan semuanya.Mereka melewati malam dengan berlatarkan kebisuan tanpa ada banyak yang mereka perbincangkan.Sekali-kali mereka hanya bertatapan dan menebar senyum dan senyum yang mampu mengobati perasaan Awan yang tak tersampaikan maksudnya.
"Kamu keliatannya capek ya Ra,"tanya Awan
"Iya kak kegiatan disana padat sekali"jawab Rara
"Ya udah ayo istirahat,kamu nginap disini saja dikamar kosong yang biasa kamu tempati"
Awan membiarkan Rara menyusuri dan menuruni anak tangga perlahan-lahan terlebih dahulu dan mengamati setiap pandangan mata yang hanya ia tujukan pada Rara agar ia bisa menikmati sosok yang ia lama rindukan berada dekat dengannya,namun ia mereka sosok ini akan segera meninggalkannya karena telah ada sosok lain yang kapan saja bisa merenggut cintanya ini dengan perasaannya juga.Tiba-tiba suasana hening itu pecah dikarenakan kaki Rara saat melangkah menginjak anak tangga yang salah dan hampir terjatuh dan seketika Awan menggapai tubuh Rara yang hampir terjatuh.Seketika waktu menjadi terhenti dan mata dua insan itupun berpaut tanpa sengaja dan detak jantung keduanya berpacu diluar dari normal karena ada perasaan yang tak mampu dilogikakan menghampiri mereka.Tutur kata pun tak mampu bersuara untuk menganggu kebersamaan mereka yang membuat mereka tak berkutik.
"Kamu tidak apa-apa Rara?kamu baik-baik saja kan?"ucap Awan memecahkan kebisuan.
"Tidak kak,mungkin ini faktor kecapean"Rara melirik Awan yang masih menopang tubuhnya.
"Hmmm,maafkan kakak Ra" segera melepaskan tangannya dari tubuh Rara
"Iya gak apa-apa kak,Rara masuk ke kamar duluan ya kak,makasih atas pertolongannya" jawab Rara sambil berlalu dari Awan.
"Aku menyukaimu Rara" ucap Awan lirih saat Rara menjauh.
Awan hanya terpaku dan matanya masih menatap siluet Rara yang makin menjauh darinya.Di sudut lain Rara menyandarkan tubuhnya ke dinding dan merenungkan seluruh fikiran yang berkecamuk dihatinya dan ia terpekur lama untuk memaknainya.
"Kenapa Kak Awan tiba-tiba berbeda?Apakah ia menyiapkan ini untukku?Kenapa aku merasakan hal yang berbeda saat ia mendekap menyelamatkanku tadi?Ah,sudahlah ini gak mungkin"
Rara menyimpan seluruh gumaman kedalam malam yang larut dan membawanya ke dalam mimpi berharap waktu yang bisa menerjemahkan semuanya, malam itu mereka lewati dengan perasaan yang tak bisa mereka jelaskan apakah merupakan sebuah kebahagiaan atau kesemuan belaka

Jumat, 07 April 2017

Cerpen: Cinderella

Setiap hari yang terus aku lalui masih sama yaitu melewati matahari yang masih malu bersinar di pagi dan menghabiskan matahari yang tak lagi sungkan memberi teriknya bersama bangunan ungu tempat aku menghabiskan masa perkuliahan S1 hingga selesai dan waktu mengantarkan Aku,tepatnya Upik Abu atau yang terkenal Cinderella menempuh jalan yang tak terduga tak tersangka. Tepatnya seperti dongengnya Cinderella yang mempunyai angan bertemu sang pangeran, tapi tidak denganku yang punya angan yang tidak mungkin bagiku akan meraihnya tapi bagiku Cinderella saja bisa bertemu pangeran kenapa aku tak mungkin meraih anganku tadi.
Lamunanku membuatku tak menghiraukan bunyi air yang berteriak-riak bahwa penampungnya sudah tak mampu memuatnya lagi dan busa-busa pembersih yang behamburan ingin segera aku namun itulah aku terlalu hanyut dengan sosok seseorang yang dalam ruangan ungu bertemankan dengan mahasiswa dan papan tulis sedang mengukir-ukir materi-materi dari mulutnya.Pada saat itu yang aku angankan adalah bagaimana jika aku ada disana,berada ditengah manusia berintelektual yang haus akan ilmu.
Itulah aku Cinderella tanpa peri menginjakkan langkahku tanpa memakai sepatu kaca ke dunia baru ke kampus berwarna biru bukan berwarna ungu tempatku kembali untuk bekerja dan mengabdikan diri, yaitu salah satu ruang perkuliahan di Universitas di jalan Gunung Kelua yang latarnya biru bertuliskan "E1".
"Hmmm,andai aku yang berdiri disana"gumamku sambil menatap dosen didalam ruangan tersebut.
Kalimat itu seperti terpatri dalam benak serta fikiranku untuk melanjutkan pendidikan lagi ke tingkat master  program walau aku tahu tidaklah mudah menjalaninya karena magister program tidaklah indah seperti pelangi yang menarik perhatian dan banyak peminatnya, bagiku hanya orang pilihan dan tentunya bagi orang berfinansial yang bisa menggapainya,
"Kamu yakin mau meneruskan pendidikanmu,Neng?" tanya sosok wanita kepadaku.
"Iya,aku yakin Mak,aku mau juga menjadi seperti Pak Nugraha"ucapku singkat.
"Abah,tidak akan melarangmu untuk kuliah Nak"Ucap lelaki yang sudah sepuh.
"Tapi bagaimana kita membayar biaya kuliahnya yang tidak murah itu"Keluh Mamakku.
"Tenanglah,apapun akan aku lakukan, aku tak pernah menyesal menghabiskan uang demi Ilmu yang bermanfaat" sahut Abahku dengan ketulusan senyum.
Kata bijak penutup dari Abahku membuatku merinding dan berlalu meninggalkan Mamak dan Abahku yang kembali bertukar kata tanpa aku ketahui lagi apa yang mereka berdua cakapkan. Air mata menetes setiap ucapan itu tadi terngiang dibenakku.Hingga anganku tadi semakin menjadi untuk meneruskan pendidikan walau aku tahu aku tak seperti Putri di Negeri Dongeng yang selalu dikelilingi keajaiban, aku akan menemui banyak kerikil penyandung dalam berproses.Tapi, aku percaya ungkapan "hasil tak akan mengkhianati proses", "tidak ada perjuangan yang sia-sia", serta ungkapan paling utama yaitu "Man Jadda Wajjada, Man Shabara Zhafira,Man Zahro Yas'ud". Aku hanya punya tekad dan keseriusan dalam menjalani perkuliahan ini dan Tuhan tidak akan memberi ujian diluar kemampuan hambanya.
Hari pun berlalu, segala kelengkapan berkas sudah aku penuhi dan juga mekanisme dari soal tes masuk hingga wawancara.Hanya satu menggetarkan hatiku hingga hari ini saat wawancara dengan salah satu orang besar menurutku di Magister Bahasa Inggris  yang mewawancarai menggunakan bahasa inggris yang membuatku harus menyinkronkan otak dan mulutku.
"Why do you want to continue master program?" Tanya beliau.
"Because i want to make my parents are proud with me" jawabku dengan sedikit kelu.
"And how you pay your cost during lecture that it's no cheap?" Ucap Beliau lagi.
"I will do everything for every cost"
Wawancara pun diakhiri dengan jawaban apa adanya dariku yang bersifat personal karena intinya menanyakan keadaan orang tua serta hal-hal yang menjurus ke kehidupan personal yang terlalu menghentakkan jiwaku lewat beberapa pertanyaan tersebut. Waktu terus berjalan hingga membuatku jemu dan patah arang,apakah aku tidak lolos untuk memasuki perkuliahan di Magister FKIP tersebut hingga suatu hari kuputuskan untuk menghubungi pihak staf magister bahasa inggris lewat handphone.
"Selamat siang mbak,apakah calon mahasiswa bernama Nengsih lulus dari hasil tes kemarin?"tanyaku
"Owh, Mbak Nengsih dinyatakan lulus sebenarnya ada surat pemberitahuan kami kirimkan tapi alamat Mbak yang tidak lengkap.Ambil suratnya disini Mbak ya" Jawab Perempuan diseberang sana.
"Iya,terima kasih mbak,surat akan saya ambil segera"
Teleponku segara aku tutup dan aku tersenyum dengan dibarengi munculnya harapan yang sempat padam oleh kejemuan, hingga kabar aku diterima ini kusampaikan pada Abah dan Mamak,serta beberapa orang di kampus ungu juga mengetahuinya dan tak hentinya memberi dukungan.
"Selamat ya, Insya Allah ada saja jalan untukmu"ucap Pak Rendra padaku.
"Iya pak, terima kasih,saya akan berusaha walau ini masih diawal"jawabku
"Iya, yakinlah pintu rezeki akan datang darimana saja dan jika memang rezeki bisa menjadi dosen disini saat sudah selesai" jawab atasanku menguatkanku.
Penyemangatku bukan hanya orang tuaku tapi Cinderella sepertiku juga terdapat sisi kehidupan romantisme seperti sosok pangeran bagi putri negeri dongeng. Tak kusangka dia juga menempuh pendidikan magisternya namun walaupun bersama di Universitas Mulawarman jalan Gunung Kelua, tapi dia di gedung berwarna putih yaitu Magister Pertanian sedangkan aku gedung berwarna biru dan terbentur waktu perkuliahan yang berbeda.
"Neng,aku juga bentar lagi kuliah di Pertanian di Jalan Gunung Kelua, kamu tau kan itu dimana?" Tanya Dimas padaku.
"Apa,kamu juga kuliah di S2 Pertanian?" Tanyaku sangat bersemangat atas hal yang kudengar.
"Iya, aku juga ingin sepertimu nanti pasanganku" jawabnya sambil tersenyum
"Kamu bisa saja,tapi kalau aku liat jadwal kita berbeda ya waktunya, gak bisa bareng dech" jawabku kecewa
"Gak apa-apa Neng, aku gak akan macam-macam disana"jawabnya sedikit meledek.
Nengsih tersenyum lebar mendengar jawaban dari Pangeran yang tak membawa kuda seperti di dongeng yang bersamanya tersebut,mengiringi proses perempuan yang dipanggil "Neng". Hingga saat perkuliahan si Upik Abu mendapat jas almamater berwarna biru malam dari staf fakultas yang berada digenggaman tangannya dan segera memutuskan untuk memakainya. Ada rona tak percaya muncul pada mukanya karena telah berada disini di  gedung E1 yang merupakan ruang perkuliahan magister FKIP bahasa inggris dan memakai almamater yang baginya lebih bernilai dari sebuah gaun putri raja.
Perjalanan memang masih panjang bagiku Cinderella untuk menyelesaikan pendidikanku di magister yang saat ini ruang-ruang perkuliahan beraneka warna kulalui hingga menghentikan langkah untuk belajar di ruang perkuliahan E1 lantai 2. Semoga aku bisa mencapai semua anganku untuk kelak berdiri di tengah-tengah mahasiswa menyebarkan ilmu yang aku punya, Aku yang hanya Cinderella yang tak memiliki materi berlimpah hanya tekad,cinta, dan keteguhan hati untuk mencapai istanaku sendiri nanti.