Jumat, 11 September 2015

PENYULUHAN MULTI DISIPLIN ILMU "PROGRAM BINA DESA"

Penyuluhan Multi Disiplin Ilmu ‘Program Bina Desa” yang digagas oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Kutai Kartanegara diadakan bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XVII Tahun 2015 di dua Kecamatan yaitu Kecamatan Tenggarong Seberang pada tanggal 07 September 2015 bertempat di Gedung BPU Desa Karang Tunggal dan Kecamatan Sebulu bertempat di Gedung PKK Kecamatan Sebulu.
Penyuluhan ini merupakan kegiatan untuk memberikan penambahan pengetahuan serta pemahaman bagi aparat desa seperti Kepala Desa,Kepala BPM,Kepala LPM serta seluruh stake holder lainnya yang berada di pemerintahan desa sesuai dengan tema yang diusung oleh LPPM yaitu pemberdayaan dan peningkatan kapasitas aparatur dan masyarakat desa dengan ditunjang Kelompok KKN yang tersebar di seluruh desa di Kecamatan Tenggarong Seberang dan Kecamatan Sebulu melaksanakan program kerja yang tematik untuk menunjang Program Bina Desa ini.
Materi penyuluhan lintas disiplin ilmu penyampaian materi oleh narasumber yang berkompeten dari tujuh fakultas yang terdapat di Universitas Kutai Kartanegara, penyuluhan di Kecamatan Tenggarong Seberang ada empat narasumber yaitu Bapak Musriadi S.Sos menyampaikan materi Administrasi Desa, Ibu Eka Rahmawati, SP., MP menyampaikan materi Pertanian Organik, Bapak Dr. Abd Majid Mahmud, SH., MH menyampaikan materi Peraturan Desa, serta Sofian Efendi, S.Ag menyampaikan materi Pendidikan Karakter.
Narasumber penyuluhan di Kecamatan Sebulu adalah Bapak Prof. Dr. Iskandar, SE.,M.Si menyampaikan BUMDESA, Bapak Akhmad Rifandi, ST., MT menyampaikan Pemetaan Batas Wilayah Desa, dan Bapak Tatang Apendi, S.Sos., M.Pd menyampaikan tentang Pendidikan Karakter.

Penyuluhan di dua kecamatan ini dihadiri oleh Camat Kecamatan Tenggarong Seberang Bapak Totok Sunarto, SP di Tenggarong Seberang dan Sekretaris Camat Bapak Hazrul Aswat, S.Pd di Kecamatan Sebulu sekaligus membuka acara penyuluhan secara resmi di masing-masing kecamatan tersebut. Peserta penyuluhan ini adalah seluruh Kepala Desa, Kepala BPD, Kepala LPM di masing-masing Kecamatan Tenggarong Seberang dan Kecamatan Sebulu.

Rabu, 09 September 2015

PELATIHAN PENULISAN KARYA ILMIAH JURNAL INTERNASIONAL OLEH LPPM UNIKARTA

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat yang dipimpin oleh Dr. Ir Ince Raden, MP kembali melaksanakan kegiatan “Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Jurnal Internasional” pada tanggal 31 Agustus 2015 bertempat di Ruang Rektorat Universitas Kutai Kartanegara.Pelatihan tersebut diikuti oleh dosen-dosen di lingkungan Universitas Kutai Kartanegara,BALITBANGDA Kabupaten Kutai Kartanegara, STIE Kutai Kartanegara, STMIK Widya Gama Samarinda. Narasumber dalam pelatihan ini adalah Enos Tangke Arung. P.hd dan Widi Sunaryo, P.hd berasal dari LPPM Universitas Mulawarman Samarinda
Tujuan diadakannya pelatihan ini seperti yang disampaikan Kepala LPPM dalam sambutannya LPPM Universitas Kutai Kartanegara mendorong dosen untuk membuat karya ilmiah berupa Jurnal Internasional karena jika Lektor ingin menjadi Lektor Kepala wajib menulis Jurnal internasional serta adanya Kebijakan dari Dikti bahwa bagi yang masih menempuh pendidikan S1 untuk membuat Skripsi untuk Jurnal Nasional,bagi yang menempuh Pendidikan S2 untuk membuat jurnal dan dipublikasikan di Jurnal Nasional yang terakreditasi,serta bagi yang menempuh pendidikan S3 harus membuat Jurnal Internasional sebagai syarat untuk menyelesaikan pendidikan yang ditempuh serta minimnya Jurnal Internasional dari Indonesia yang terakreditasi yang sudah mencapai 17 Jurnal pada tahun 2014 yang sebelumnya pada tahun 2013 hanya 9 Jurnal yang terakreditasi dari  Indonesia.
Acara pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Kutai Kartanegara Dr. Sabran SE.,M.Si yang juga dalam sambutannya mengapresiasi pelatihan ini sebagai peningkatan potensi dan kapasitas diri sebagai dosen yang merupakan  pendidik dan ilmuan sesuai Undang-Undang Pendidikan Tinggi merupakan tugas yang paling berat dan harus melaksanakan regulasi untuk melakukan penelitian untuk menyelesaikan pendidikan tinggi yang sedang ditempuh mahasiswa maupun dosen seperti yang diutarakan Kepala LPPM sebelumnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya Rektor Universitas Kutai Kartanegara menyampaikan tentang Program English Day dan Arabic Day yang digunakan pada tempat tertentu di Universitas Kutai Kartanegara dengan maknanya yang sederhana sebagai peningkatan kapasitas diri untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada Desember nanti dan jika bahasa asing menajdi bahasa yang menyatu dan menjadi kebiasaan untuk digunakan sehari-hari akan membantu dalam penulisan Jurnal Internasional.

Rabu, 04 Februari 2015

Berita tentang persiapan pelaksanaan KKN UNIKARTA

Tenggarong,bertempat diruang Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Kutai Kartanegara dilaksanakan rapat persiapan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dihadiri oleh Wakil Rektor I,Kepala BAAK,Kepala BAKPI,para dekan dan wakil dekan fakultas di lingkungan Universitas Kutai Kartanegara.Seperti mengutip pendapat dari Wakil Rektor bahwa tujuan KKN ini adalah implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian dan juga yang terpenting adalah bagaimana mahasiswa bisa mentransfer ilmu dan mengembangkan wawasannya yang di dapat dari bangku kuliah ke masyarakat untuk pengembangan pembangunan desa tempat KKN nanti.
Konsep berbeda telah ditawarkan oleh LPPM untuk KKN tahun ini karena KKN akan dilaksanakan 2 kali pada semester genap yaitu pada bulan April dan akhir Juli selain itu program kerja yang juga berbeda dari KKN tahun sebelumnya yaitu ada program Bina Desa dan Seminar Pembangunan di desa tempat KKN nanti.Alasan utama diadakan KKN 2 kali ini adalah sebagai mempermudah mahasiswa yang sudah tinggal satu mata kuliah tapi terkendala waktu pelaksanaan KKN yang hanya satu kali sekitar pada bulan oktober sehingga harus menunggu lama dan terhambat dalam proses untuk menyelesaikan perkuliahan untuk wisuda ditempuh dalam waktu yang cepat dan tidak bertujuan harus berdasarkan mencari sebanyak-banyaknya mahasiswa yang mengikuti KKN pada semester genap pertama nanti pada bulan april.
Presentasi kepada seluruh civitas akademik di Universitas Kutai Kartanegara oleh Ketua LPPM ini mendapat sambutan positif dan masukkan yang bersifat membangun untuk pelaksanaan KKN yang akan dilaksanakan dua kali pada semester genap ini. KKN pada tahun ini juga akan diambil alih oleh LPPM pelaksanaannya yang dikordinir oleh Kepala Pengabdian Masyarakat Bapak Jumaidi Nur selaku moderator rapat hari ini.KKN untuk tahun ini diwajibkan kepada seluruh mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara yang didukung oleh Surat Keputusan Rektor Universitas Kutai Kartanegara termasuk mahasiswa yang sudah ditahap ujian skripsi mau menuju wisuda juga diwajibkan. Hampir semua fakultas sudah memasukan KKN sebagai mata kuliah wajib untuk diikuti mahasiswa di masing-masing fakultas hanya ada sebagian fakultas yang masih memberi kelonggaran tapi itu menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan KKN tahun ini agar semua mahasiswa wajib mengikuti melalui kesepakatan lewat rapat hari ini.
Kelompok yang direncanakan  akan ditempatkan di 15 Desa di Loa Kulu nanti akan dibagi sesuai dengan disiplin ilmunya masing-masing sehingga  tidak semua multi disiplin ilmu dimasukkan menjadi satu kelompok karena menjadi tidak maksimal dalam pelaksanaan program kerja oleh mahasiswa KKN nantinya dan juga supervisor akan dilakukan pergantian sesuai dengan data di LPPM agar dosen yang sudah pernah menjadi supervisor sebelumnya tidak terpilih lagi dan pihak fakultas tidak mengutus hanya staf menjadi supervisor tapi akan diseleksi oleh LPPM lagi sesuai dengan syarat dan kualifikasi dari LPPM yang bisa menjadi supervisor. Jadi satu disiplin ilmu akan dikumpulkan menjadi satu kelompok, salah satu program baru gagasan LPPM adalah Revolusi Mental yang dikhususkan untuk FAI dan FKIP dan berlaku juga untuk disiplin ilmu di fakultas lainnya sepertia Fisipol untuk membantu pengisian profil desa yang benar,Fekon dan Bisnis mengatur pengelolaan keuangan desa,Fahum menangani peraturan di desa,dan FAPERTA dan FATEK membantu untuk perkembangan perekonomian desa yang diutarakan oleh Bapak Ince Raden selaku Ketua LPPM.
Kendala teknis yang disampaikan masing-masing pihak fakultas ditampung oleh pihak LPPM dan masih bisa dicarikan solusi dan diatasi karena pihak fakultas yang ada di rapat akan membantu sosialisasi dan pelaksanaan KKN ini nanti dengan dilibatkan sebagai panitia pelaksana dan juga mengirimkan data-data mahasiswa yang sudah mencapai 110 SKS di fakultas untuk mengikuti KKN ke LPPM dan pengentrian KKN di KRS harus dimulai dari sekarang yang sudah ada kurikulumnya di fakultas masing-masing sehingga diharapkan berkesinambungan dan memperbarui KKN sebagai Mata Kuliah wajib disetiap fakultas.
KKN untuk tahun ini adalah tugas mulia yang diemban oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Kutai Kartanegara karena mengemban misi bagaimana menyelesaikan  masalah- masalah di desa untuk menjadikan desa itu lebih baik dalam aspek pembangunan  dan aparaturnya.tidak hanya itu menjadikan KKN di Universitas Kutai Kartanegara ada nilai promosi bagi nama Universitas Kutai Kartanegara oleh karena itulah KKN yang akan diadakan dengan konsep yang baru agar lebih maksimal manfaatnya oleh desa yang akan menjadi lokasi KKN nanti.
KKN adalah moment yang tepat bagi mahasiswa untuk mengabdikan diri dan ilmunya sebagai insan akademik di kampus tidak hanya sebagai penggugur kewajiban sebagai mahasiswa semata sesuai dengan konsep baru KKN ini bisa menjadi daya tarik dan kesadaran diri mahasiswa sendiri  untuk mengikuti KKN dan menimbulkan rasa berat untuk berpisah dengan desa tempat KKN karena sudah menyatu dalam proses pengabdiannya dan membuktikan KKN bukanlah hal yang tabu karena masalah jarak dan tempat sesuai yang disampaikan seluruh peserta rapat. Ketua LPPM sendiri berpendapat bahwa KKN ini perlu mengadopsi cara-cara pelatihan organisasi-organisasi mahasiswa di luar kampus agar menciptakan pribadi-pribadi mahasiswa yang tidak terkurung budaya hedonisme saja dan juga untuk memperbaiki kultur yang bertentangan dari panitia maupun tujuan KKN sebelumnya bagaimana bisa berdampak bagi kemajuan Universitas Kutai Kartanegara berdasarkan masukan Kepala BAAK yang hadir pada rapat
Rapat tersebut ditutup dengan kesepakatan bahwa KKN tidak akan mengalami perpindahan tempat untuk selanjutnya sampai masalah atau program kerja di desa sudah tercapainya penyelesaiannya dan diwajibkan untuk mahasiswa yang sudah mencapai 110 SKS dan yang telah menempuh ujian skripsi dan akan di wisuda dengan biaya Rp.875.000,- dari beberapa opsi yang telah ditawarkan oleh pihak LPPM ke seluruh hadirin di rapat dan akan diumumkan dan dirincikan dalam waktu dekat ke mahasiswa agar terjamin kejelasan pendaftaran dan penggunaan dari biaya yang harus dibayar mahasiswa tersebut.


dan jangan lupa kunjungi website kami di www.lppmunikarta.ac.id