Chapter 3 : Dinner,Surprise
“Aku lupa menghubungi Kak Awan
untuk memberitahu keadaanku tapi dia tidak ada menghubungiku apa dia masih
marah?tanya Rara sambil menatap layar handphonenya.
“Ra,kok bengong ngeliatin layar
handphone gitu?tanya Siska sambil menepuk bahu Rara.
“Gak, aku kira Kak Awan ada
menghubungi aku ternyata gak”ucap Rara kecewa
menghubungi aku ternyata gak”ucap Rara kecewa
“Pasti kalian berantem lagi ya
kan kebiasaan kalian berdua ya gini gak mau hubungi satu sama lain”
“Iya Siska,Kak Awan gak ngasih
izin aku ikut Rey kesini” ucap Rara
“Loh kok gak ngasih izin kenapa?”Tanya
Siska penasaran
“Gini Sis,Kak Awan mikir kalo
Bang Rey akan nyakiti aku disini.Aneh kan?”
“Ra,apa kamu gak pernah mikir
kalo Kak Awan kayaknya itu suka ama kamu?”Tanya Siska dengan serius.
“Ah Siska,kamu ada-ada aja deh
itu kan gak mungkin Kak Awan udah kayak kakak sendiri dan dia udah tunangan”Jawab
Rara sambil tertawa lepas
“Ra, aku serius toh selama ini
pacarnya gak pernah kemana-mana ama dia dan perhatian ke kamu dan tetap aja
kalian bukan adik kakak kan?”
“Udah ah Sis,kamu kebanyakan
nonton drama korea makanya baper terus tuh kita udah disuruh kumpul ama pak
Sandi”
Rara sambil merangkul Siska yang
ingin terus berbicara kepada Rara dan membawanya menuju ke ruang rapat panitia
untuk persiapan materi yang akan disampaikan oleh mereka malam ini.Tepat pukul
21.30 kegiatan mereka disudahi dan seluruh peserta telah beristirahat di tenda
masing-masing, nampak Rara duduk menatap luas ke arah luar tendanya saat Siska
dan beberapa temannya mengatur posisi untuk mereka beristirahat,Rara meraih
handphonenya dan melihat layar dengan rona kecewa.
“Ternyata Kak Awan tidak
menghubungiku,dia pasti sangat marah”gumam Rara lirih
“ Sebaiknya kamu hubungi duluan
kakakmu itu Ra”jawab Jessi yang seolah mengerti perasaan Rara
“Aku takut dia marah sama aku
Jess,tadi pas berangkat kesini ama Rey dia kayak ketus gitu”
“Kakakmu pasti akan
mengkhawatirkanmu juga Ra,kamu sebaiknya berhati-hati ama Rey itu”Jawab Jessica
datar sambil berlalu mengambil air diluar tenda.
“Apa maksud omongan Jess tadi
ya,ah sudahlah”Rara kembali menatap layar handphonenya.
Tiba-tiba Rey datang menatap Rara
dari luar tendanya saat kebetulan berjalan melewati tenda Rara.
“Ra,belum tidur udah jam segini?”tanya
Rey
“belum ni bang,mau nikmati
suasana disini dulu,abang ngapain malam gini jalan-jalan?”
“Abang mau lihat sekitar sini sih
dan ngeliat keadaan Rara”ucap Rey
“Ah,abang bisa aja,abang udah
makan malam?”tanya Rara
“Belum,kebetulan ini abang bawa mie
instan aja ni,kalo mau kita masak bareng disini”
“Iya Rara juga lapar bang”jawab
Rara sambil merebus air untuk memasak mie
Rey nampak menatap Rara yang
sibuk memasak mie tersebut dan tanpa disadarinya Rara menyadarinya dan tatapan
mereka pun beradu selama beberapa detik dan menjadi hening hingga terpecahkan
oleh suara lirih Rara yang tidak ingin membangunkan temannya yang sudah
terlelap.
“Abang,kenapa natap seperti itu”tanya
Rara bingung.
“Gak apa-apa Ra,udah yuk makan
mienya sudah matang tuh”jawab Rey mengalihkan suasana.
Kekakuan menemani malam yang
mereka lewati malam itu hanya sekali-kali pandangan mereka beradu.Saat Rey
ingin kembali beristirahat di tendanya suasana itu kembali mencair.
“Abang kembali ke tenda dulu ya
Ra,makasih atas nemani makan malamnya”
“Oh iya bang,sama-sama”jawab Rara
“Istirahat ya Ra,selamat tidur”
ucap Rey seiring berlalu melewati Rara dengan tersenyum.
Awan masih berdiri menatap langit
dari teras kamarnya tak bisa memfokuskan dirinya untuk tidak memikirkan Rara
yang sedang jauh dari pandangannya dan memutuskan untuk menghubungi Rara lewat
teleponnya.Telepon genggam Rara pun berdering namun tidak ada yang mengangkat
karena karena Rara telah tertidur saat Awan menelponnya untuk meminta maaf dan
karena khawatir akhirnya hanya pesanlah yang sampai untuk mengungkapkan
perasaan Awan malam itu.
“Dek,kakak mnta maaf udh jutek
ama qm tdi siang...bsok qm pulang ya?”pesan yang masuk di layar telepon genggam
Rara.
Keesokan harinya saat Rara
berjalan di sekitar tendanya, ia membaca pesan di layar teleponnya yang membuat
tertawa dan segera menghubungi seseorang yang sedang fokus dengan kesibukan
dikantornya saat ini.
“Halo,”jawab sosok tersebut
“Kakak,sudah tidak marah ama
Rara?”
“Menurutmu?”jawab Awan singkat
“Ah,kakak,nanti Rara belikan sebanyak
mungkin cokelat kesukaan kakak deh biar gak ngambek lagi”
“Kakak minta maaf ya Rara,nanti
sore kamu kembali kan?”
“Iya Rara sore ini kembali
kak,kenapa kak?”
“Kakak kangen ama kamu”jawab Awan
tertawa
“Ah,kakak becanda terus nih”
“Kakak serius ini Ra,malah gak
percaya”
“Tunggu ya kalo Rara kembali
nemui kakak disana,dahhhh kak Rara mau dampingi adek-adek ni”
Rara langsung mengakhiri
panggilannya. Awan terlihat kegirangan dibalik meja kerjanya dan merencanakan
kejutan sederhana untuk Rara saat Rara telah pulang kembali dari pelatihannya
dan berlalu begitu saja melewati rekan kerja lainnya.
“Pak Awan mau kemana?bagaimana
dengan meeting nanti malam?”tanya sekretarisnya
“Kamu suruh saja Pak Andar yang
menghandle”
“mau kemana sich kamu Wan?”tanya
Andar yang tiba-tiba datang
“Aku mau bikin surprise buat Rara”jawab
Awan bersemangat
“Wan...Wan,sampai kapan kamu
nyembunyikan perasaan kamu sebenarnya ke Rara?”sambil menepuk bahu Awan
“Aku takut Rara terkejut kalo aku
ngomong yang sebenarnya dan menjauhi aku”
“Apa salahnya mencoba
Wan,daripada menyesal nanti”
“Ah kamu ini,handle meeting malam
ini ya”ucap Awan pada Andar
Andar hanya terdiam tidak bisa
berbicara melihat sahabatnya begitu semangat untuk menyambut kedatangan Rara
dengan meminta bantuan tante yang satu-satunya dimilikinya sekarang ini yang
begitu menyanyanginya pengganti orang tuanya telah pergi saat ia kecil.
“Tante buat persiapan seromantis
mungkin ya diteras rumah kita malam ini untuk dinner sama Rara”rengek Awan pada
tantennya
“Tante gak mau bantuin kamu”jawab
tante Cindy
“Ayolah tante kesayangku yang
terbaik yang Awan milikki”ucap Awan dengan memelas
“baiklah,keponakanku tersayang
gak mungkin tante bisa menolak keinginan keponakan terganteng tante ini”
“Terima kasih tante tercantikku”ucap
Awan sambil memeluk Tante Cindy dan berlalu kegirangan dari hadapan Tante Cindy
“Awan mau pergi cari outfit yang pas dulu ya tante di mall”
“Ah,anak itu lucu sekali walaupun
dia sudah dewasa tetap seperti Awan kecilku dulu”kenang Tante Cindy
Tidak ada komentar:
Posting Komentar