Minggu, 14 Mei 2017

Speech Community

Bahasa adalah milik secara individual maupun sosial oleh karena itulah masyarakat akan menggunakan bahasa tersebut untuk berkomunikasi dengan masyarakat yang memiliki bahasa,dialek,variasi,dan menghormati satu sama lain ini disebut masyarakat tutur. Istilah ini diambil dari bahasa German Sprachgemeinschaft yang memungkinkan penggunaan masyarakat tutur dengan mudah Hudson (. 1996, hal 29) menolak pandangan bahwa: 'sosiolinguistik dunia tidak diatur dalam hal tujuan "masyarakat tutur," bahkan meskipun kita suka berpikir subyektif dalam hal komunitas atau jenis sosial seperti sebagai "Londoner" dan "Amerika." Ini berarti bahwa pencarian definisi "benar" masyarakat tutur, atau untuk "benar" batas-batas sekitar beberapa masyarakat tutur  hanya sia-sia. Kita memang akan menemukan bahwa hanya karena sulit untuk mendefinisikan istilah-istilah seperti bahasa, dialek, dan berbagai, itu juga sulit untuk menentukan masyarakat tutur, dan untuk banyak alasan yang sama. Bahwa kesulitan, bagaimanapun, tidak akan mencegah kita dari menggunakan istilah: konsep itu teruji tidak terhingga nilainya sosiolinguistik terlepas dari 'ketidakjelasan' tertentu sebagai karakteristik tepat nya. Tetap sehingga bahkan jika kita memutuskan bahwa tutur masyarakat tidak lebih dari beberapa jenis kelompok sosial yang bicara karakteristik yang menarik dan dapat digambarkan dengan cara yang koheren.
PENGERTIAN
Sosiolinguistik adalah kajian dari bahasa yang digunakan antara kelompok atau pembicara. Kelompok paling sedikit hari memiliki dua orang anggota tapi itu bukan menjadi batasan tertinggi untuk keanggotaan dari kelompok.Masyarakat bisa membentuk kelompok dengan alasan: sosial, agama, politik, budaya, kekeluargaan, pekerjaan,hobi dan sebagainya.Kelompok itu bisa bersifat sementara dan keanggotaan bisa berubah sesuai dengan tujuan dari kelompok tersebut. Pengaturan dalam kelompok juga penting karena bisa menjadi keuntungan atau merugikan karena dalam kelompok terdiri dari perasaan individu yang berbeda seperti merasa kuat atau lemah,berkomitmen atau menolak,dan menemukan kesuksesan atau kegagalan di dalam kelompok tadi.
Dalam membuat kesimpulan saat membuat penelitian tentang kelompok hal yang harus kita perhatikan kelompok adalah terdiri dari individu yang memiliki identitas yang kompleks karena memiliki kebiasaan/sikap yang menawarkan stereotype dan bisa mengejutkan kita dengan banyak cara oleh individu dalam kelompok tadi bisa lakukan. Jenis dari kelompok yang dicoba untuk penelitian disebut masyarakat tutur untuk tujuan secara murni beberapa ahli bahasa telah menyimpulkan keberadaan ‘ideal” masyarakat tutur.
Lyons (. 1970, p 326) masyarakat tutur 'nyata' adalah 'Semua orang yang menggunakan bahasa tertentu (atau dialek).Selain itu, jika masyarakat tutur didefinisikan hanya karakteristik linguistik mereka,kita harus mengakui dari setiap definisi tersebut bahasa itu adalah kepemilikan komunal dan karakteristik linguistik sendiri untuk menentukan apa yang termasuk atau bukan masyarakat tutur cukup mustahil karena orang tidak merasakan hubungan langsung antara karakteristik linguistik A, B, C, dan seterusnya, dan masyarakat tutur X. pembicara menggunakan karakteristik linguistik untuk mencapai identitas kelompok dengan diferensiasi kelompok dari, pembicara lain, tapi mereka menggunakan karakteristik lain: sosial, budaya, politik dan etnis mengacu pada apa yang disebut penanda tutur oleh Giles, Scherer, and Taylor (1979, hal. 351)
Untuk tujuan sosiolinguistik spesifik kita mungkin ingin mencoba memberi batasan tepat di sekitar apa yang dianggap masyarakat tutur. norma-norma merupakan bagian penting dari definisi Labov untuk masyarakat tutur (1972b, pp. 120-1) Milroy (1987a, hlm. 13) telah mengindikasikan beberapa konsekuensi masyarakat tutur' adalah konsep yang sangat abstrak, salah satu kemungkinan untuk tidak secara eksklusif linguistik di alam, dan bahkan norma linguistik sendiri mungkin bervariasi.
Gumperz (p.101) lebih memilih masyarakat linguistik daripada masyarakat tutur. masyarakat didefinisikan sebagian melalui hubungan mereka dengan masyarakat lainnya. Secara internal, masyarakat memiliki  kekompakan sosial dan secara eksternal, anggotanya harus menemukan diri mereka terputus dari masyarakat lain dengan cara tertentu. Faktor-faktor yang membawa kohesi dan diferensiasi akan bervariasi dari kesempatan ke kesempatan lainnya. individu akan menggeser rasa masyarakat sebagai faktor yang berbeda. Seperti itu definisi merupakan dari Bloomfield (1933, p. 42) masyarakat tutur adalah sekelompok orang yang berinteraksi dengan cara berbicara.' Gumperz (. 1971, p 114) memberi definisi lain masyarakat penutur: tidak hanya anggota dari masyarakat tutur mengatur seperangkat tata bahasa aturan, tapi juga harus ada hubungan yang teratur antara penggunaan bahasa dan struktur sosial harus ada norma-norma yang mungkin berbeda dengan sub-kelompok dan pengaturan sosial.
Sebagai contoh, di Eropa Timur banyak pembicara dari Ceko, Austria Jerman, dan Aturan Hungaria tentang bentuk-bentuk yang tepat dari salam, topik yang cocok untuk percakapan, dan bagaimana untuk mengejar ini, tapi tidak ada bahasa yang umum. Mereka bersatu dalam Sprachbund, 'daerah tutur,' tidak hanya masyarakat tutur,' tapi masyarakat masih didefinisikan dalam beberapa cara untuk bertutur.
Hymes (1974, p. 47) tidak setuju dengan pendapat para ahli tersebut,Dia mengklaim bahwa ini hanya mengurangi gagasan masyarakat tutur untuk yang bahasa dan, pada dasarnya, membuang 'masyarakat tutur' sebagai konsep berharga. Dia menunjukkan bahwa tidak mungkin untuk menyamakan bahasa dan masyarakat tutur ketika kita tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang sifat bahasa. Dia menegaskan bahwa masyarakat tutur tidak dapat didefinisikan semata-mata melalui penggunaan kriteria linguistik.Cara di mana orang melihat bahasa yang dipakai berbicara juga penting, yaitu, bagaimana mereka mengevaluasi aksen; bagaimana mereka menentukan fakta bahwa mereka berbicara menggunakan satu bahasa yang lebih disenangi daripada yang lain; dan bagaimana mereka menentukan batas-batas bahasa. Selain itu, aturan untuk menggunakan bahasa mungkin sama pentingnya dengan perasaan tentang bahasa itu sendiri.
            Jadi, dapat disimpulkan konsep atau defenisi komunitas penutur sampai saat ini sulit untuk dijelaskan. Akan tetapi, berdasarkan pendapat para ahli di atas mengenai definisi komunitas penutur dapat disimpulkan sebagai berikut bahwa komunitas penutur adalah sekelompok orang yang tidak hanya berinteraksi di dalam kaitannya dengan bahasa, tapi tentang bagaimana cara orang-orang melihat bahasa yang mereka gunakan juga penting, yaitu bagaimana logat mereka, bagaimana mereka menentukan fakta bahwa mereka menggunakan satu bahasa yang lebih disenangi dari bahasa lainnya, dan bagaimana mereka menentukan batasan-batasan bahasa.
KOMUNITAS YANG BERSILANGAN
'Khas' orang dari masing-masing tempat berbicara, didefinisikan secara bebas berdasarkan Preston (1989, 1999, 2002 hal.49 bahwa persepsi seseorang tentang karakteristik bahasa daerah tertentu tidak selalu selaras dengan fakta linguistik. Rosen (1980, pp. 56-7) juga telah mengindikasikan beberapa masalah ditemukan disebuah kota yaitu London yang memiliki masyarakat tutur dan dalam menggambarkan apa yang menjadi ciri khas tuturnya. Rosen mengatakan, bahwa beberapa kota tersebut tidak dianggap sebagai peta kerja, dari daerah ke daerah, tidak hanya karena bahasa dan dialek tidak memiliki penyebaran geografis yang sederhana, tetapi juga karena interaksi di antara mereka tidak jelas atau kabur dengan apapun batasan yang dibuat. Baik model geografis dan kelas sosial; menjadi palsu, walaupun setiap mereka berkontribusi kepada sebuah pemahaman. Bahwa, pada beberapa daerah, dialek dan bahasa memulai pengaruh pada setiap orang. Jadi, dapat disimpulkan kota London adalah sebuah komunitas penutur yang terlalu luas dan saling bersilangan. Setiap komunitas memiliki keunikan multi bahasanya tersendiri dan tidak ada bahasa yang disamakan penyebarannya dalam komunitas residensial yang spesifik. Beberapa situasi tidak memiliki keunikan. Banyak daerah di bagian dunia yang lain memiliki beberapa karakter bahasa yang sama. Contoh, Balkans, daerah Selatan India, Papua Nugini. Persamaan mendasar dari komunitas bahasa mungkin mudah terlihat pada daerah yang lebih modern, berpegang teguh bahwa bahasa yang digunakan untuk mengekspresikan kebangsaannya dan menjadikan bahasa tersebut sebagai standar untuk mengalahkan Negara pesaing.
Saville-Troike (1996, p. 357) menempatkan kebutuhan pada kebutuhan yang lebih penting untuk individu untuk mengidentifikasi diri dengan berbagai orang lain tapi pandangannya pada dasarnya sama dengan yang dari Bolinger: 'Individu mungkin milik beberapa masyarakat tutur (yang mungkin diskrit atau tumpang tindih).Bolinger menyarankan tidak ada batasan untuk individu mengklasifikasikan diri mereka dan memungkinkan kelompok mana individu mewakili dirinya.Oleh karena itu setiap individu adalah anggota dari berbagai masyarakat tutur. Ini adalah ketertarikan terbaik dari kebanyakan orang untuk dapat mengidentifikasi diri mereka pada satu kesempatan sebagai anggota satu kelompok dan sebagai anggota kelompok lain.
JARINGAN DAN DAFTAR KEANGGOTAANNYA
Jaringan adalah langkah untuk mengetahui bagaimana individu berinteraksi secara intens atau tidaknya dengan individu lain. Maksudnya, bagaimana di dalam kesempatan apa individu A berinteraksi dengan B, kemudian dengan C, dan kembali dengan D? seberapa sering bermacam-macam hubungan: apakah A lebih sering berinteraksi dengan B daripada dengan C atau D? seberapa luaskah hubungan A dengan B secara sadar dari berapa banyak individu yang berinteraksi baik dengan A maupun B di dalam aktivitas apapun yang membuat mereka bersama di dalam situasi? Jaringan ganda adalah dimana jalan satu individu dengan lainnya lewat banyak langkah seperti bekerja bersama, bermain bersama,  dan memungkinkan lewat pernikahan campuran sedangkan jaringan tunggal hanya terjalin lewat satu langkah seperti mereka bisa bekerja atau bermain bersama, berbaur bersama.lingkungan sekitar sesorang telah terhubungkan ke beberapa jaringan tunggal yang berbeda, hubungan dengan sanak saudara, rekan  di waktu senggang tidak bertubrukan, selama mereka orang-orang yang berbeda. Kadangkala jaringan ini terlihat lemah dan bercampur baur.Milroy (1980a) melibatkan dirinya dalam penelitian variasi linguistik sebagai bagian di sistem jaringan dia menemukan keuntungan tambahan dan bahwa konsep dari jaringan sangat berguna karena fokus pada hubungan yang individu miliki daripada beberapa jenis kelompok yang abstrak dan karakter statistiknya.
Tidak ada dua individu memiliki kesamaan dalam kemampuan linguistik mereka ,masyarakat dipisahkan dari satu dan lainnya oleh gradasi dari kelas sosial, asal daerah, dan pekerjaan; oleh faktor agama, jenis kelamin, kebangsaan, dan etnis; oleh perbedaan secara psikologi seperti jenis kemampuan linguistic khusus; dan oleh karakteristik personal.Setiap individu mempunyai repertoire tutur sehingga individu mengatur jumlah variasi bahasa atau dua atau lebih bahasa.
Platt (1975, p.35) berasumsi bahwa repertoire tutur adalah berbagai varietas linguistik dimana pembicara mempunyai bagiannya dan digunakan dengan benar sebagai anggota masyarakat tuturnya.sejak Platts menemukan bahwa keduanya yaitu repertoire masyakarakat tutur dan repertoire individual tutur layak dalam pertimbangan sosiolinguistik.Konsep dari repertoire tutur akan lebih penting jika diterapkan ke individu daripada ke kelompok. Kita bisa menggunakannya untuk menggambarkan kompetensi komunikatif dari pembicara secara individu. Setiap orang akan memiliki khas dalam repertoire tuturnya.
Repertoire tutur itu sendiri adalah kemampuan seseorang atau individu menguasai berbagai bahasa.Fokus kepada repertoire dari individu dan secara spesifik pada ilmu bahasa yang tepat yang mereka pilih di dalam keadaan yang telah dijelaskan, benar-benar terlihat bagaimana kita ditawarkan beberapa harapan di dalam menjelaskan bagaimana orang-orang menggunakan pilihan bahasa untuk membatasi diri mereka sendiri di setiap jalannya. Sebuah pilihan seorang pengguna bahasa melalui beberapa bunyi, kata, atau ekspresi menandakan di dalam beberapa cara. Bisa dikatakan ‘saya seperti kamu’ atau ‘saya tidak seperti kamu’. Ketika pengguna bahasa juga memiliki sejenis jarak yang mereka pilih dan bahwa pilihan itu sendiri membantu untuk mendefinisikan keadaan, kemudian banyak perbedaan yang mungkin timbul. 

Cerpen: Adore You, My Brother Chapter 4

Chapter 4 : Gagal

Suasana malam menjelang acara penutupan kegiatan seluruh mahasiswa yang sudah berhari-hari dilelahkan dengan pengabdian ke masyarakat terbayarkan dengan suguhan pemandangan serta hiburan berupa alunan musik yang mengalun lembut melepaskan penat. Tampak api unggun nan cantik menjadi pusat perhatian yang memancarkan kehangatan melawan dinginnya malam.
Romantisme bertebaran dimana-dimana saat sepasang mata saling beradu pandang antara dua insan ditengah-tengah keramaian yang seperti ada hanya mereka tanpa ada orang sekeliling, ,mengabaikan dua insan yang mengekspresikan rasa sukanya dengan caranya tadi di sisi lain ada suara tawa dan canda yang renyah dari sekawanan yang telah mengukirnya dalam persahabatan yang hanya bisa mengekspresikan kegembiraan dan sebagai perwujudan romantisme yang dinikmati bukan sebagai dimiliki dua insan.
Di sudut ruangan lain ada romantisme yang telah dibuat Awan tersendiri menunggu seseorang yang memang telah dinantinya. Ia mencoba mengatur gesture dan tuturnya seawal mungkin agar tidak melakukan kesalahan saat sosok yang ingin dijumpainya hadir dihadapannya.
Handphone yang terus berdering tak mampu membuat Rara untuk tak mengindahkannya dan ia segera mengintip layarnya handphone tersebut dan tertera satu nama yang mengirim pesan singkat padanya.
“Ini sudah malam kapan kamu akan tiba Ra?” nampak pesan singkat tersebut.
“Rara akan kembali setelah acara api unggun selesai kak,Rara janji”
Awan hanya tersenyum karena ia harus bersabar dan bersyukur masih ada waktu yang diulur untuk memang dirinya yang belum sepenuhnya siap saat Rara datang segera mungkin. Nampak disana Rey mengukir tawa Rara lewat beberapa candaan tapi dalam hatinya memikirkan bahwa ia akan membuat Awan menunggu lebih lama akibat adanya acara api unggun ini, Rey mengerti akan apa yang Rara siratkan lewat sikapnya dan mencoba mengajak Rara menikmati malam yang bertaburan bintang yang hanya bisa mereka nikmati berdua.
“Ra, apa kamu baik-baik saja?” tanya Rey
“Iya, Rara baik-baik saja Bang hanya saja Rara tidak enak dengan Kak Awan yang sudah menunggu Rara” jawab Rara
“Awan pasti akan mengerti Ra” jawab Rey dengan sedikit menghela nafasnya ”Gimana kalau kita ke bukit yang disana itu Ra”? ajak Rey sambil menunjuk bukit kitu.
“ yang beberapa mahasiswa ada kesana juga ya bang?” melirik ke arah bukit.
“Iya,itu kalaupun kamu mau Ra.”
Diiringgi hanya anggukan dari Rara, Rey pun berjalan pelan disamping Rara menikmati perjalanan menuju bukit tersebut.Percakapan sederhana namun begitu berarti bagi Rey akan terjadi. Ia telah mengumpulkan seluruh keberaniaannya.
“Ra, abang boleh bertanya sesuatu?”
“Boleh bang”jawab Rara diiringi anggukan singkat
“Apakah Rara tak pernah berfikir kalau Awan bisa saja menyukai Rara”
“Maksudnya abang? Kak Awan sudah seperti kakak bagi Rara” jawab Rara
“Lalu, jika Awan mencintai Rara bukan hanya sekedar saudara?”
“Tidak mungkin kak Awan seperti itu lah Bang” jawab Rara sedikit ragu.
“Rara, abang ingin mengatakan kalau abang menyukai Rara” ucap Rey sambil menatap Rara.
“Apa? Abang menyukai Rara?” jawab Rara dengan wajah sedikit memerah.
“Abang tau Rara akan kaget tapi Rara bisa memberi jawabannya malam ini” jawab Rey.
“Rara masih harus berfikir dulu bang”
Rara segera beranjak pergi dari bukit yang begitu indah bertaburan bintang karena seluruh mahasiswa harus segera pulang karena kegiatan telah selesai dari pengumuman panitia kegiatan tersebut, Rara tiba-tiba memikirkan Awan yang semula tak ada didalam fikirannya dan juga perkataan Rey yang membuatnya terkejut dan harus menemukan jawaban segera karena sosok yang berada disampingnya akan menantinya jawaban Rara dengan sabar. Rey hanya diam berjalan disamping Rara dan tiba-tiba menggenggam erat tangan Rara karena melihat Rara beberapa kali sering tersandung batu-batu yang bisa membuatnya terjatuh.
“Abang tau ini terlalu cepat bagimu, tapi abang bersungguh-sungguh”
“Iya bang,Rara akan mengerti”
Bayangan Awan saat itu begitu memenuhi jiwa Rara dan ingin sesegera mungkin sampai dan berada dihadapan Awan dan Rey pun mengantarkan Rara sampai kerumahnya, Rara segera berlari menemui Awan saat telah mengucapkan terima kasih pada Rey. Rara mencoba membuka pintu rumah Awan yang tak terkunci namun hanya ruangan gelap yang ia dapati dan berfikir Tante Cindy telah tidur dan berkeliling ruangan mencari satu sosok yang membenamkan fikirannya.
Awan yang masih berdiri diruangan diatas balkon rumahnya telah melihat Rara memasuki ruangan utama rumahnya dan mencari keberadaannya, Awan menikmati paras Rara terlebih dahulu dari kejauhan sebelum Rara mengetahui keberadaannya. Rara menatap ke arah balkon karena hanya disitu yang masih bercahaya walau hanya berasal dari lampu temaram dan ia melihat sosok Awan disana. Ia segera menaiki tangga agar perasaannya tersampaikan.
"Kakak,apakah Rara membuat kakak lama..........................."Rara tersentak melihat Awan "Kakak mau dinner sama siapa dan pakaian serapi itu" Tanya Rara bingung
"Hmmm,ini kakak persiapan untuk...hhmmmm"jawab Awan singkat
"Kakak kok gugup gitu,kakak mau melamar perempuan ya?"goda Rara pada Awan.
"Tidak Ra,kakak mempersiapkan ini untuk................."ucapan Awan terhenti.
"Kakak,tahu gak Bang Rey nembak Rara tadi?"
Ucapan Rara mengejutkan Awan yang semula ingin mengatakan semua ini ia persiapkan untuk Rara namun berubah menjadi angan semata karena ia tak mampu merusak perasaan sosok tercinta di depannya yang terlihat merona bahagia tanpa diketahuinya bahwa sosok didepannya bingung akan perasaannya yang tak mampu diterjemahkannya sendiri pada siapa perasaannya akan berlabuh karena terlalu dini baginya.
"Lalu apa kamu udah ngasih jawaban ke Rey" Jawab Awan datar.
"Rara bingung kak, Kakak kenapa?Kakak sakit?" tanya Rara bingung.
"Gak kenapa-napa Ra,sebenarnya dinner ini untuk perempuan spesial tapi nampaknya dia gak akan pernah datang" Jawab Awan berusaha tersenyum.
"Maaf Rara gak tau kak,tapi diluar sana banyak kok perempuan yang mau sama kakakku yang tampan dan baik hati ini,ayo kakak dinner sama Rara aja ya.."Ucap Rara mengganteng Awan ke meja makan.
"Hhmmm,Rey itu lelaki yang baik kok dek..."ucap Awan singkat
"Jadi Rara harus menerima Abang Rey ya kak"tanya Rara bingung
"Itu cuma saran dari kakak loh Ra" jawab Awan sambil memakan hidangannya.
Malam yang diinginkan Awan terwujud namun tak berlatarkan romantisme yang diinginkan dan Awan memilih untuk menyimpan cintanya entah sampai kapan karena ia tak ingin membuat Rara menjadi dilema akan semuanya.Mereka melewati malam dengan berlatarkan kebisuan tanpa ada banyak yang mereka perbincangkan.Sekali-kali mereka hanya bertatapan dan menebar senyum dan senyum yang mampu mengobati perasaan Awan yang tak tersampaikan maksudnya.
"Kamu keliatannya capek ya Ra,"tanya Awan
"Iya kak kegiatan disana padat sekali"jawab Rara
"Ya udah ayo istirahat,kamu nginap disini saja dikamar kosong yang biasa kamu tempati"
Awan membiarkan Rara menyusuri dan menuruni anak tangga perlahan-lahan terlebih dahulu dan mengamati setiap pandangan mata yang hanya ia tujukan pada Rara agar ia bisa menikmati sosok yang ia lama rindukan berada dekat dengannya,namun ia mereka sosok ini akan segera meninggalkannya karena telah ada sosok lain yang kapan saja bisa merenggut cintanya ini dengan perasaannya juga.Tiba-tiba suasana hening itu pecah dikarenakan kaki Rara saat melangkah menginjak anak tangga yang salah dan hampir terjatuh dan seketika Awan menggapai tubuh Rara yang hampir terjatuh.Seketika waktu menjadi terhenti dan mata dua insan itupun berpaut tanpa sengaja dan detak jantung keduanya berpacu diluar dari normal karena ada perasaan yang tak mampu dilogikakan menghampiri mereka.Tutur kata pun tak mampu bersuara untuk menganggu kebersamaan mereka yang membuat mereka tak berkutik.
"Kamu tidak apa-apa Rara?kamu baik-baik saja kan?"ucap Awan memecahkan kebisuan.
"Tidak kak,mungkin ini faktor kecapean"Rara melirik Awan yang masih menopang tubuhnya.
"Hmmm,maafkan kakak Ra" segera melepaskan tangannya dari tubuh Rara
"Iya gak apa-apa kak,Rara masuk ke kamar duluan ya kak,makasih atas pertolongannya" jawab Rara sambil berlalu dari Awan.
"Aku menyukaimu Rara" ucap Awan lirih saat Rara menjauh.
Awan hanya terpaku dan matanya masih menatap siluet Rara yang makin menjauh darinya.Di sudut lain Rara menyandarkan tubuhnya ke dinding dan merenungkan seluruh fikiran yang berkecamuk dihatinya dan ia terpekur lama untuk memaknainya.
"Kenapa Kak Awan tiba-tiba berbeda?Apakah ia menyiapkan ini untukku?Kenapa aku merasakan hal yang berbeda saat ia mendekap menyelamatkanku tadi?Ah,sudahlah ini gak mungkin"
Rara menyimpan seluruh gumaman kedalam malam yang larut dan membawanya ke dalam mimpi berharap waktu yang bisa menerjemahkan semuanya, malam itu mereka lewati dengan perasaan yang tak bisa mereka jelaskan apakah merupakan sebuah kebahagiaan atau kesemuan belaka

Jumat, 07 April 2017

Cerpen: Cinderella

Setiap hari yang terus aku lalui masih sama yaitu melewati matahari yang masih malu bersinar di pagi dan menghabiskan matahari yang tak lagi sungkan memberi teriknya bersama bangunan ungu tempat aku menghabiskan masa perkuliahan S1 hingga selesai dan waktu mengantarkan Aku,tepatnya Upik Abu atau yang terkenal Cinderella menempuh jalan yang tak terduga tak tersangka. Tepatnya seperti dongengnya Cinderella yang mempunyai angan bertemu sang pangeran, tapi tidak denganku yang punya angan yang tidak mungkin bagiku akan meraihnya tapi bagiku Cinderella saja bisa bertemu pangeran kenapa aku tak mungkin meraih anganku tadi.
Lamunanku membuatku tak menghiraukan bunyi air yang berteriak-riak bahwa penampungnya sudah tak mampu memuatnya lagi dan busa-busa pembersih yang behamburan ingin segera aku namun itulah aku terlalu hanyut dengan sosok seseorang yang dalam ruangan ungu bertemankan dengan mahasiswa dan papan tulis sedang mengukir-ukir materi-materi dari mulutnya.Pada saat itu yang aku angankan adalah bagaimana jika aku ada disana,berada ditengah manusia berintelektual yang haus akan ilmu.
Itulah aku Cinderella tanpa peri menginjakkan langkahku tanpa memakai sepatu kaca ke dunia baru ke kampus berwarna biru bukan berwarna ungu tempatku kembali untuk bekerja dan mengabdikan diri, yaitu salah satu ruang perkuliahan di Universitas di jalan Gunung Kelua yang latarnya biru bertuliskan "E1".
"Hmmm,andai aku yang berdiri disana"gumamku sambil menatap dosen didalam ruangan tersebut.
Kalimat itu seperti terpatri dalam benak serta fikiranku untuk melanjutkan pendidikan lagi ke tingkat master  program walau aku tahu tidaklah mudah menjalaninya karena magister program tidaklah indah seperti pelangi yang menarik perhatian dan banyak peminatnya, bagiku hanya orang pilihan dan tentunya bagi orang berfinansial yang bisa menggapainya,
"Kamu yakin mau meneruskan pendidikanmu,Neng?" tanya sosok wanita kepadaku.
"Iya,aku yakin Mak,aku mau juga menjadi seperti Pak Nugraha"ucapku singkat.
"Abah,tidak akan melarangmu untuk kuliah Nak"Ucap lelaki yang sudah sepuh.
"Tapi bagaimana kita membayar biaya kuliahnya yang tidak murah itu"Keluh Mamakku.
"Tenanglah,apapun akan aku lakukan, aku tak pernah menyesal menghabiskan uang demi Ilmu yang bermanfaat" sahut Abahku dengan ketulusan senyum.
Kata bijak penutup dari Abahku membuatku merinding dan berlalu meninggalkan Mamak dan Abahku yang kembali bertukar kata tanpa aku ketahui lagi apa yang mereka berdua cakapkan. Air mata menetes setiap ucapan itu tadi terngiang dibenakku.Hingga anganku tadi semakin menjadi untuk meneruskan pendidikan walau aku tahu aku tak seperti Putri di Negeri Dongeng yang selalu dikelilingi keajaiban, aku akan menemui banyak kerikil penyandung dalam berproses.Tapi, aku percaya ungkapan "hasil tak akan mengkhianati proses", "tidak ada perjuangan yang sia-sia", serta ungkapan paling utama yaitu "Man Jadda Wajjada, Man Shabara Zhafira,Man Zahro Yas'ud". Aku hanya punya tekad dan keseriusan dalam menjalani perkuliahan ini dan Tuhan tidak akan memberi ujian diluar kemampuan hambanya.
Hari pun berlalu, segala kelengkapan berkas sudah aku penuhi dan juga mekanisme dari soal tes masuk hingga wawancara.Hanya satu menggetarkan hatiku hingga hari ini saat wawancara dengan salah satu orang besar menurutku di Magister Bahasa Inggris  yang mewawancarai menggunakan bahasa inggris yang membuatku harus menyinkronkan otak dan mulutku.
"Why do you want to continue master program?" Tanya beliau.
"Because i want to make my parents are proud with me" jawabku dengan sedikit kelu.
"And how you pay your cost during lecture that it's no cheap?" Ucap Beliau lagi.
"I will do everything for every cost"
Wawancara pun diakhiri dengan jawaban apa adanya dariku yang bersifat personal karena intinya menanyakan keadaan orang tua serta hal-hal yang menjurus ke kehidupan personal yang terlalu menghentakkan jiwaku lewat beberapa pertanyaan tersebut. Waktu terus berjalan hingga membuatku jemu dan patah arang,apakah aku tidak lolos untuk memasuki perkuliahan di Magister FKIP tersebut hingga suatu hari kuputuskan untuk menghubungi pihak staf magister bahasa inggris lewat handphone.
"Selamat siang mbak,apakah calon mahasiswa bernama Nengsih lulus dari hasil tes kemarin?"tanyaku
"Owh, Mbak Nengsih dinyatakan lulus sebenarnya ada surat pemberitahuan kami kirimkan tapi alamat Mbak yang tidak lengkap.Ambil suratnya disini Mbak ya" Jawab Perempuan diseberang sana.
"Iya,terima kasih mbak,surat akan saya ambil segera"
Teleponku segara aku tutup dan aku tersenyum dengan dibarengi munculnya harapan yang sempat padam oleh kejemuan, hingga kabar aku diterima ini kusampaikan pada Abah dan Mamak,serta beberapa orang di kampus ungu juga mengetahuinya dan tak hentinya memberi dukungan.
"Selamat ya, Insya Allah ada saja jalan untukmu"ucap Pak Rendra padaku.
"Iya pak, terima kasih,saya akan berusaha walau ini masih diawal"jawabku
"Iya, yakinlah pintu rezeki akan datang darimana saja dan jika memang rezeki bisa menjadi dosen disini saat sudah selesai" jawab atasanku menguatkanku.
Penyemangatku bukan hanya orang tuaku tapi Cinderella sepertiku juga terdapat sisi kehidupan romantisme seperti sosok pangeran bagi putri negeri dongeng. Tak kusangka dia juga menempuh pendidikan magisternya namun walaupun bersama di Universitas Mulawarman jalan Gunung Kelua, tapi dia di gedung berwarna putih yaitu Magister Pertanian sedangkan aku gedung berwarna biru dan terbentur waktu perkuliahan yang berbeda.
"Neng,aku juga bentar lagi kuliah di Pertanian di Jalan Gunung Kelua, kamu tau kan itu dimana?" Tanya Dimas padaku.
"Apa,kamu juga kuliah di S2 Pertanian?" Tanyaku sangat bersemangat atas hal yang kudengar.
"Iya, aku juga ingin sepertimu nanti pasanganku" jawabnya sambil tersenyum
"Kamu bisa saja,tapi kalau aku liat jadwal kita berbeda ya waktunya, gak bisa bareng dech" jawabku kecewa
"Gak apa-apa Neng, aku gak akan macam-macam disana"jawabnya sedikit meledek.
Nengsih tersenyum lebar mendengar jawaban dari Pangeran yang tak membawa kuda seperti di dongeng yang bersamanya tersebut,mengiringi proses perempuan yang dipanggil "Neng". Hingga saat perkuliahan si Upik Abu mendapat jas almamater berwarna biru malam dari staf fakultas yang berada digenggaman tangannya dan segera memutuskan untuk memakainya. Ada rona tak percaya muncul pada mukanya karena telah berada disini di  gedung E1 yang merupakan ruang perkuliahan magister FKIP bahasa inggris dan memakai almamater yang baginya lebih bernilai dari sebuah gaun putri raja.
Perjalanan memang masih panjang bagiku Cinderella untuk menyelesaikan pendidikanku di magister yang saat ini ruang-ruang perkuliahan beraneka warna kulalui hingga menghentikan langkah untuk belajar di ruang perkuliahan E1 lantai 2. Semoga aku bisa mencapai semua anganku untuk kelak berdiri di tengah-tengah mahasiswa menyebarkan ilmu yang aku punya, Aku yang hanya Cinderella yang tak memiliki materi berlimpah hanya tekad,cinta, dan keteguhan hati untuk mencapai istanaku sendiri nanti.

Selasa, 21 Maret 2017

Analysis About Online Article (Analisis tentang Artikel Online sebagai tugas mata kuliah Philosophy of Science)

BAB I
PENDAHULUAN
1.1     ANALISIS WACANA
Istilah wacana secara kasar, dapat diartikan sebagai bahasa yang lebih luas dari kalimat atau klausa atau dapat juga diartikan sebagai satuan linguistik yang lebih besar dari kalimat, misalnya percakapan lisan atau naskah tertulis.Analisis wacana sebenarnya, analisis bahasa dalam penggunaannya, seperti yang dikatakan oleh Brown dan Yule (1984) dalam bukunya Discourse Analysis "The analysis of discourse is necessarily the analysis of language in use".Karena itu analisis wacana itu tidak mungkin dibatasi hanya pada deskripsi bentuk linguistik yang terpisah dari hubungan antar manusia.
Selanjutnya Butler (1985) menambahkan bahwa studi mempelajari pola bahasa yang lebih luas dari kalimat ("the suprasetential patterning of language"). Ini bersamaan timbulnya dengan minat mempelajari bahasa, dengan keinginan untuk mempelajari apa sebenarnya yang bisa kita kerjakan dengan bahasa: bagaimana kita menggunakannya, tidak hanya untuk saling bertukar informasi, tetapi untuk menyelesaikan masalah-masalah ("getting things done") dan untuk menciptakan dan memelihara hubungan sosial dan lain-lainnya.
Pada dasarnya, analisis merupakan upaya yang dilakukan untuk menguak identitas objek analisis.Karena obek analisis wacana tidak pernah hadir sendirian, selalu disertai konteks, maka konteks merupakan penentu identitas objek analisis. Dalam hal ini kita memfokuskan objek kita pada salah satu media massa yang ada, yaitu Koran. Dalam pemberitaan koran, tak jarang kita menemukan adanya ketimpangan-ketimpangan yang terjadi. Kadang diantara dua Koran, satu berita yang sama akan berbeda kesan yang kita dapatkan jika kita membandingkannya. Tentu hal ini bisa membuat kita bingung dan bertanya-tanya, informasi manakah yang benar-benar akurat. Tetapi dengan mencoba menganalisis wacana tersebut, kita akan mengetahui motif/ideology yang tersembunyi di balik teks berita tersebut secara sederhana, cara membaca yang lebih mendalam dan jauh ini disebut sebagai analisis wacana.                                       
1.2      ANALISIS WACANA KRITIS
Analisis wacana muncul sebagai suatu reaksi terhadap linguistik murni yang tidak bisa mengungkap hakikat bahasa secara sempurna.Dalam hal ini para pakar analisis wacana mencoba untuk memberikan alternative dalam memahami hakikat bahasa tersebut.Analisis wacana mengkaji bahasa secara terpadu, dalam arti tidak terpisah-pisah seperti dalam linguistik, semua unsur bahasa terikat pada konteks pemakaian.Oleh karena itu, analisis wacana sangat penting untuk memahami hakikat bahasa dan perilaku berbahasa termasuk belajar bahasa.Analisis wacana kritis model van Dijk bukan hanya semata-mata mengalisis teks, tapi juga melihat bagaimana struktur sosial, dominasi dan kelompok kekuasaan yang ada dalam masyarakat, serta bagaimana kognisi atau pikiran dan kesadaran yang membentuk dan berpengaruh terhadap teks yang dianalisis. Van Dijk menggambarkan wacana dalam tiga dimensi atau bangunan yaitu : teks, kognisi sosial dan konteks sosial.Inti analisisnya adalah menggabungkan ketiga dimensi wacana tersebut ke dalam satu kesatuan analisis. Pada  dimensi teks yang diteliti bagaimana struktur teks dan strategi wacana yang dipakai untuk menegaskan suatu tema tertentu. Pada level kognisi sosial dipelajari proses produksi teks berita, yang melibatkan kognisi individu dari wartawan atau redaktur. Sedangkan aspek ketiga mempelajari bangunan wacana yang berkembang dalam masyarakat  akan suatu masalah yang mempengaruhi kognisi wartawan atau redaktur. Namun, dalam analisis ini penulis tidak membahas ketiga dimensi tersebut. Penulis hanya fokus pada analisis teks saja.
            Analisis teks terdiri atas beberapa struktur/ tingkatan yang masing-masing bagian saling mendukung. Ada tiga tingkatan dalam analisis teks: struktur makro, superstruktur dan struktur mikro.
Struktur Makro
Makna global dari suatu teks yang dapat diamati
Dari topic/tema yang diangkat oleh suatu teks
Superstruktur
Kerangka suatu teks, seperti bagian pendahuluan,
Isi, penutup, dan kesimpulan
Struktur Mikro
Makna lokal dari suatu teks yang dapat diamati
Dari pilihan kata, kalimat dan gaya
yang dipakai oleh suatu teks

Penjelasan :
1.  Struktur Makro (Tematik).  Elemen tematik merupakan makna global (global meaning) dari satu wacana. Tema merupakan gambaran umum mengenai pendapat atau gagasan yang disampaikan seseorang atau wartawan. Tema menunjukkan konsep dominan, sentral, dan paling penting dari isi suatu berita.
2. Superstruktur  (Skematik/ Alur: Teks atau wacana umumnya mempunyai skema atau alur dari pendahuluan sampai akhir. Alur tersebut menunjukkan bagaimana bagian-bagian dalam teks disusun dan diurutkan sehingga membentuk satu kesatuan arti. Sebuah berita terdiri dari dua skema besar. Pertama summary yang ditandai dengan judul dan lead. Kemudian kedua adalah story yakni isi berita secara keseluruhan.    
3.  Struktur Mikro.  Struktur ini terdiri atas :        
a) Analisis Semantik  
Tinjauan semantik suatu berita atau laporan akan meliputi latar, detail, ilustrasi, maksud dan pengandaian yang ada dalam wacana itu.
a.1)   Latar : Latar merupakan elemen wacana yang dapat mempengaruhi  (arti kata) yang ingin disampaikan. Seorang wartawan ketika menyampaikan pendapat biasanya mengemukakan latar belakang atas pendapatnya. Latar yang dipilih menentukan ke arah mana khalayak hendak dibawa.
a.2)   Detail :  Elemen ini berhubungan dengan kontrol informasi yang ditampilkan oleh seorang wartawan. Komunikator akan menampilkan secara berlebihan informasi yang menguntungkan dirinya atau citra yang baik. Sebaliknya akan membuang atau menampilkan dengan jumlah sedikit infomasi yang dapat merugikan citra dan  kedudukannya. 
a.3)   Maksud : elemen ini melihat apakah teks itu disampaikan secara eksplisit atau tidak. Apakah fakta disajikan secara telanjang, gamblang atau tidak. Itulah masuk karegori elemen maksud dalam wacana.
a.4)   Praanggapan : strategi lain yang dapat memberi citra tertentu ketika diterima khalayak. Elemen ini pada dasarnya digunakan untuk memberi basis rasioal, sehingga teks yang disajikan komunikator  tampak  benar dan meyakinkan. Praanggapan hadir untuk memberi pernyataan yang dipandang terpecaya dan tidak perlu lagi dipertanyakan kebenarnnya karena hadirnya pernyatan tersebut.
b)  Analisis Kalimat (Sintaksis)
Strategi wacana dalam level sintaksis adalah sebagai berikut  :
a. Koherensi : adalah jalinan atau pertalian antar kata, proposisi atau kalimat. Dua buah kalimat atau proposisi yang mengambarkan fakta yang berbeda dapat dihubungkan dengan memakai koherensi. Sehingga dua fakta tersebut dapat menjadi berhubungan.
§  1) Koherensi sebab akibat. Koherensi sebab akibat dengan mudah dapat kita lihat dari   pemakaian kata penghubung yang dipakai untuk menggambarkan dan menjelaskan hubungan, atau memisahkan suatu proposisi dihubungkan dengan bagaimana seeorang memaknai sesuatu yang ingin ditampilkan pada khalayak pembaca. 
§  2)  Koherensi Penjelas. Koherensi penjelas ditandai dengan pemakaian anak kalimat sebagai penjelas. Bila ada dua proposisi, proposisi kedua adalah penjelas atau keterangan dari proposisi pertama.
§  3)  Koherensi pembeda. ini berhubungan dengan pertanyaan     bagaimana dua peristiwa atau fakta itu hendak dibedakan. Dua peristiwa dapat dibuat seolah-olah saling bertentangan dan berseberangan (contrast). Kata sambung yang biasa dipakai untuk membedakan dua proposisi ini adalah ”dibandingkan’, dibanding, ketimbang.
b. Pengingkaran :  bentuk praktik wacana yang menggambarkan bagaimana wartawan menyembunyikan apa yang ingin diekspresikan secara implisit. Pengingkaran menunjukkan seolah-olah wartawan menyetujui sesuatu tapi hakikatnya tidak menyetujuinya.
c. Bentuk kalimat :  berhubungan dengan cara berpikir logis, yaitu prinsip kausalitas. Logika kausalitas ini kalau diterjemahkan ke dalam bahasa menjadi susunan subjek (yang menerangkan) dan predikat (yang diterangkan). Dalam kalimat yang berstruktur aktif seseorang menjadi subjek dari pernyataannya, sedangkan dalam kalimat pasif seseorang menjadi objek dari pernyataannya.
d. Kata ganti : alat untuk memanipulasi bahasa dengan menciptakan komunitas imajinatif. Kata ganti merupakan elemen yang dipakai oleh komunikator untuk menunjukkan di mana posisi seseorang dalam wacana.
c)   Analisis Leksikon (Makna Kata) 
            Dimensi leksikon melihat makna dari kata. Unit pengamatan dari  leksikon adalah kata-kata yang dipakai oleh wartawan dalam merangkai berita atau laporan kepada khalayak. Kata-kata yang dipilih merupakan sikap pada ideologi dan sikap tertentu. Peristiwa dimaknai dan dilabeli dengan kata-kata tertentu sesuai dengan kepentingannya. 
d)   Stailistik (Retoris).
1)  Gaya Penulisan: deskripsi, eksposisi, argumentasi, persuasi dan narasi.   
2)  Grafis: pemakaian huruf tebal, huruf miring, pemakaian garis bawah,  huruf yang dibuat ukuran lebih besar, termasuk pula, caption, raster, grafik, gambar atau tabel untuk mendukung arti penting suatu pesan.


BAB II
ANALISIS DAN PEMBAHASAN

2.1 ARTIKEL ANALISIS
Analisis ini meliputi artikel mengenai “Melibatkan Perempuan Capai Swasembada Cabai” yang diambil dari situs penyedia artikel online http://www.antaranews.com/berita/608163/melibatkan-perempuan-capai-swasembada-cabai.
2.2 PEMBAHASAN
1.      Struktur Makro (Tematik) 
Melibatkan Perempuan dalam Kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) untuk swasembada cabai yang saat ini harganya naik.
2.      Superstruktur  (Skematik /Alur)
- Harga cabai yang sempat tak terkendali hingga mencapai Rp150.000 per kilogram di sejumlah daerah menyebabkan masyarakat harus merogoh kantong lebih dalam, mengingat komoditas tersebut sangat dibutuhkan untuk bumbu masakan khas Indonesia. 
- Faktor cuaca yang tak mendukung seperti curah hujan yang berkepanjangan dituding menjadi penyebab salah satu faktor harga cabai melonjak, di samping distribusi yang tak lancar dari sentra produksi ke sejumlah pasar.
- Perempuan bisa dilibatkan untuk mencapai swasembada cabai salah satu contoh kecilnya untuk kebutuhan dapur secara pribadi dan efektif untuk berhemat bisa melalui pembuatan rumah pangan lestari disekitar pekarangan rumah.
3.  Struktur Mikro : 
a) Analisis Semantik
§  Latar: 
-       Tak mau krisis cabai terus berlanjut sehingga menyebabkan masyarakat ikut susah, Kementerian Pertanian (Kementan) Andi Amran Sulaiman bersama Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) menggelar rapat memantapkan kerja sama memanfaatkan pekarangan dan Gerakan Tanam Cabai (Gertam Cabai) di Kantor Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, Jakarta, Rabu (18/1/2017).
§  Detail:
-       "Tadi kami rapat bersama Ketua PKK, kami akan menggencarkan program pemanfaatan pekarangan secara masif seperti beras dan jagung. Kami akan memanfaatkan seluruh BPTP melakukan pembibitan seperti cabai, sayur, dan buah-buahan tertentu yang diperuntukkan perkarangan rumah tangga yang memungkinkan untuk ditanami," kata Amran.
-       Bibit-bibit tersebut akan diberikan gratis untuk ditanam di pekarangan rumah anggota PKK di seluruh Indonesia dan akan diberikan pendampingan dari penyuluh yang ada di desa dan kabupaten.
-       Bibit yang dihasilkan BPTP nanti akan diberikan gratis. Dan mereka akan diberikan pendampingan juga, ada 1000 pendamping. Mereka akan membantu seperti misalnya ada masalah penyakit di tanamannya dan sebagainya.
§  Maksud: 
-       Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, potensi lahan pekarangan yang ada di Indonesia mencapai 10,3 juta hektar. Bila lahan tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal, dirinya optimistis dapat menyelesaikan permasalahan kenaikan harga beberapa komoditas.
-       Penulis menilai Media tanaman cabai ini tidak terlalu sulit, cabai dapat ditanam dan dikembangkan meski hanya di areal pekarangan rumah. Terpenting hanya kemauan dari ibu-ibu untuk menjaga dan merawat cabai, jangan setelah siap ditanam dibiarkan begitu saja tanpa disiram apalagi diberikan pupuk.
b)  Analisis Kalimat (Sintaksis) 
§  Koherensi sebab Akibat:
-       Dilaksanakannya Kawasan Rumah Pangan Lestari dikarenakan harga cabai yang melambung naik akibat dari curah hujan yang tidak merata,dan distribusi dari sentra produksi ke pasar. Tak mau krisis cabai terus berlanjut sehingga menyebabkan masyarakat ikut susah, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) menggelar rapat memantapkan kerja sama memanfaatkan pekarangan dan Gerakan Tanam Cabai (Gertam Cabai) di Kantor Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, Jakarta, Rabu (18/1/2017)”
-       Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, “potensi lahan pekarangan yang ada di Indonesia mencapai 10,3 juta hektar. Bila lahan tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal, dirinya optimistis dapat menyelesaikan permasalahan kenaikan harga beberapa komoditas”
-       Untuk menyukseskan program ini, Mentan Amran mengaku akan mengupayakan anggaran hingga Rp 100 miliar. Bantuan akan diberikan kepada kelompok wanita/dasawisma yang beranggotakan minimal 15 rumah tangga yang berdekatan dalam satu kawasan.
Kajian: dalam kalimat diatas dipaparkan adanya “koherensi sebab akibat” yang terpapar dengan jelas dalam penjelasan Menteri Pertanian sebagai mengurangi beban masyarakat atas membumbung tingginya harga cabai dan beberapa komoditas maka dibentuklah program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang melibatkan ibu-ibu rumah tangga.
c)   Analisis Leksikon (Makna Kata)
§  Harga cabai yang sempat tak terkendali hingga mencapai Rp150.000 per kilogram di sejumlah daerah menyebabkan masyarakat harus merogoh kantong lebih dalam, mengingat komoditas tersebut sangat dibutuhkan untuk bumbu masakan khas Indonesia.
Ungkapan merogoh kantong lebih dalam tersebut menunjukkan bahwa harga cabai yang naik dan tak terkendali membuat masyarakat mengeluarkan uang lebih banyak.
§  Faktor cuaca yang tak mendukung seperti curah hujan yang berkepanjangan dituding menjadi penyebab salah satu faktor harga cabai melonjak, di samping distribusi yang tak lancar dari sentra produksi ke sejumlah pasar.      
Melonjak  disini memiliki artian bahwa harga cabai sekarang ini sedang mahal.
§  "Tadi kami rapat bersama Ketua PKK, kami akan menggencarkan program pemanfaatan pekarangan secara masif seperti beras dan jagung. Kami akan memanfaatkan seluruh BPTP melakukan pembibitan seperti cabai, sayur, dan buah-buahan tertentu yang diperuntukkan perkarangan rumah tangga yang memungkinkan untuk ditanami," kata Amran.     
Kata massif  mengandung pemanfaatan pekarangan akan dilakukan secara besar-besaran.
1)  Gaya Penulisan : Deskripsi/Argumentasi
2)  Grafis : Artikel mengenai  upaya yang dilakukan Menteri Pertanian untuk menanggulangi hargai cabai dan komoditas lain yang merogoh kantong masyarakat dianggap artikel penting oleh penulis ditandai dengan hampir seluruh media massa baik cetak atau elektronik memuat berita naiknya harga cabai diterbitkan hampir setiap hari selama bulan Desember 2016 hingga Januari 2017 . 




BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
1.      Kita akan mendapatkan kemudahan dalam menganalis suatu berita dengan menggunakan model Van Dijk karena dilakukan dengan sistematis.
2.      Dari analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa penulis ingin menciptakan pemikiran-pemikiran inovatif masyarakat terutama perempuan bisa dilibatkan untuk program kawasan rumah pangan lestari (KRPL) oleh Menteri Pertanian.

B.     SARAN

Masyarakat setelah mengakses artikel ini bisa menerapkan rumah pangan lestari disekitar pekarangan rumah masing-masing misalnya menanam cabai yang saat ini harganya sedang melonjak  atau komoditi lain yang bisa memberi manfaat pekarangan menjadi indah dan efektif lebih mengurangi pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan pangan.