Jumat, 07 April 2017

Cerpen: Cinderella

Setiap hari yang terus aku lalui masih sama yaitu melewati matahari yang masih malu bersinar di pagi dan menghabiskan matahari yang tak lagi sungkan memberi teriknya bersama bangunan ungu tempat aku menghabiskan masa perkuliahan S1 hingga selesai dan waktu mengantarkan Aku,tepatnya Upik Abu atau yang terkenal Cinderella menempuh jalan yang tak terduga tak tersangka. Tepatnya seperti dongengnya Cinderella yang mempunyai angan bertemu sang pangeran, tapi tidak denganku yang punya angan yang tidak mungkin bagiku akan meraihnya tapi bagiku Cinderella saja bisa bertemu pangeran kenapa aku tak mungkin meraih anganku tadi.
Lamunanku membuatku tak menghiraukan bunyi air yang berteriak-riak bahwa penampungnya sudah tak mampu memuatnya lagi dan busa-busa pembersih yang behamburan ingin segera aku namun itulah aku terlalu hanyut dengan sosok seseorang yang dalam ruangan ungu bertemankan dengan mahasiswa dan papan tulis sedang mengukir-ukir materi-materi dari mulutnya.Pada saat itu yang aku angankan adalah bagaimana jika aku ada disana,berada ditengah manusia berintelektual yang haus akan ilmu.
Itulah aku Cinderella tanpa peri menginjakkan langkahku tanpa memakai sepatu kaca ke dunia baru ke kampus berwarna biru bukan berwarna ungu tempatku kembali untuk bekerja dan mengabdikan diri, yaitu salah satu ruang perkuliahan di Universitas di jalan Gunung Kelua yang latarnya biru bertuliskan "E1".
"Hmmm,andai aku yang berdiri disana"gumamku sambil menatap dosen didalam ruangan tersebut.
Kalimat itu seperti terpatri dalam benak serta fikiranku untuk melanjutkan pendidikan lagi ke tingkat master  program walau aku tahu tidaklah mudah menjalaninya karena magister program tidaklah indah seperti pelangi yang menarik perhatian dan banyak peminatnya, bagiku hanya orang pilihan dan tentunya bagi orang berfinansial yang bisa menggapainya,
"Kamu yakin mau meneruskan pendidikanmu,Neng?" tanya sosok wanita kepadaku.
"Iya,aku yakin Mak,aku mau juga menjadi seperti Pak Nugraha"ucapku singkat.
"Abah,tidak akan melarangmu untuk kuliah Nak"Ucap lelaki yang sudah sepuh.
"Tapi bagaimana kita membayar biaya kuliahnya yang tidak murah itu"Keluh Mamakku.
"Tenanglah,apapun akan aku lakukan, aku tak pernah menyesal menghabiskan uang demi Ilmu yang bermanfaat" sahut Abahku dengan ketulusan senyum.
Kata bijak penutup dari Abahku membuatku merinding dan berlalu meninggalkan Mamak dan Abahku yang kembali bertukar kata tanpa aku ketahui lagi apa yang mereka berdua cakapkan. Air mata menetes setiap ucapan itu tadi terngiang dibenakku.Hingga anganku tadi semakin menjadi untuk meneruskan pendidikan walau aku tahu aku tak seperti Putri di Negeri Dongeng yang selalu dikelilingi keajaiban, aku akan menemui banyak kerikil penyandung dalam berproses.Tapi, aku percaya ungkapan "hasil tak akan mengkhianati proses", "tidak ada perjuangan yang sia-sia", serta ungkapan paling utama yaitu "Man Jadda Wajjada, Man Shabara Zhafira,Man Zahro Yas'ud". Aku hanya punya tekad dan keseriusan dalam menjalani perkuliahan ini dan Tuhan tidak akan memberi ujian diluar kemampuan hambanya.
Hari pun berlalu, segala kelengkapan berkas sudah aku penuhi dan juga mekanisme dari soal tes masuk hingga wawancara.Hanya satu menggetarkan hatiku hingga hari ini saat wawancara dengan salah satu orang besar menurutku di Magister Bahasa Inggris  yang mewawancarai menggunakan bahasa inggris yang membuatku harus menyinkronkan otak dan mulutku.
"Why do you want to continue master program?" Tanya beliau.
"Because i want to make my parents are proud with me" jawabku dengan sedikit kelu.
"And how you pay your cost during lecture that it's no cheap?" Ucap Beliau lagi.
"I will do everything for every cost"
Wawancara pun diakhiri dengan jawaban apa adanya dariku yang bersifat personal karena intinya menanyakan keadaan orang tua serta hal-hal yang menjurus ke kehidupan personal yang terlalu menghentakkan jiwaku lewat beberapa pertanyaan tersebut. Waktu terus berjalan hingga membuatku jemu dan patah arang,apakah aku tidak lolos untuk memasuki perkuliahan di Magister FKIP tersebut hingga suatu hari kuputuskan untuk menghubungi pihak staf magister bahasa inggris lewat handphone.
"Selamat siang mbak,apakah calon mahasiswa bernama Nengsih lulus dari hasil tes kemarin?"tanyaku
"Owh, Mbak Nengsih dinyatakan lulus sebenarnya ada surat pemberitahuan kami kirimkan tapi alamat Mbak yang tidak lengkap.Ambil suratnya disini Mbak ya" Jawab Perempuan diseberang sana.
"Iya,terima kasih mbak,surat akan saya ambil segera"
Teleponku segara aku tutup dan aku tersenyum dengan dibarengi munculnya harapan yang sempat padam oleh kejemuan, hingga kabar aku diterima ini kusampaikan pada Abah dan Mamak,serta beberapa orang di kampus ungu juga mengetahuinya dan tak hentinya memberi dukungan.
"Selamat ya, Insya Allah ada saja jalan untukmu"ucap Pak Rendra padaku.
"Iya pak, terima kasih,saya akan berusaha walau ini masih diawal"jawabku
"Iya, yakinlah pintu rezeki akan datang darimana saja dan jika memang rezeki bisa menjadi dosen disini saat sudah selesai" jawab atasanku menguatkanku.
Penyemangatku bukan hanya orang tuaku tapi Cinderella sepertiku juga terdapat sisi kehidupan romantisme seperti sosok pangeran bagi putri negeri dongeng. Tak kusangka dia juga menempuh pendidikan magisternya namun walaupun bersama di Universitas Mulawarman jalan Gunung Kelua, tapi dia di gedung berwarna putih yaitu Magister Pertanian sedangkan aku gedung berwarna biru dan terbentur waktu perkuliahan yang berbeda.
"Neng,aku juga bentar lagi kuliah di Pertanian di Jalan Gunung Kelua, kamu tau kan itu dimana?" Tanya Dimas padaku.
"Apa,kamu juga kuliah di S2 Pertanian?" Tanyaku sangat bersemangat atas hal yang kudengar.
"Iya, aku juga ingin sepertimu nanti pasanganku" jawabnya sambil tersenyum
"Kamu bisa saja,tapi kalau aku liat jadwal kita berbeda ya waktunya, gak bisa bareng dech" jawabku kecewa
"Gak apa-apa Neng, aku gak akan macam-macam disana"jawabnya sedikit meledek.
Nengsih tersenyum lebar mendengar jawaban dari Pangeran yang tak membawa kuda seperti di dongeng yang bersamanya tersebut,mengiringi proses perempuan yang dipanggil "Neng". Hingga saat perkuliahan si Upik Abu mendapat jas almamater berwarna biru malam dari staf fakultas yang berada digenggaman tangannya dan segera memutuskan untuk memakainya. Ada rona tak percaya muncul pada mukanya karena telah berada disini di  gedung E1 yang merupakan ruang perkuliahan magister FKIP bahasa inggris dan memakai almamater yang baginya lebih bernilai dari sebuah gaun putri raja.
Perjalanan memang masih panjang bagiku Cinderella untuk menyelesaikan pendidikanku di magister yang saat ini ruang-ruang perkuliahan beraneka warna kulalui hingga menghentikan langkah untuk belajar di ruang perkuliahan E1 lantai 2. Semoga aku bisa mencapai semua anganku untuk kelak berdiri di tengah-tengah mahasiswa menyebarkan ilmu yang aku punya, Aku yang hanya Cinderella yang tak memiliki materi berlimpah hanya tekad,cinta, dan keteguhan hati untuk mencapai istanaku sendiri nanti.

Selasa, 21 Maret 2017

Analysis About Online Article (Analisis tentang Artikel Online sebagai tugas mata kuliah Philosophy of Science)

BAB I
PENDAHULUAN
1.1     ANALISIS WACANA
Istilah wacana secara kasar, dapat diartikan sebagai bahasa yang lebih luas dari kalimat atau klausa atau dapat juga diartikan sebagai satuan linguistik yang lebih besar dari kalimat, misalnya percakapan lisan atau naskah tertulis.Analisis wacana sebenarnya, analisis bahasa dalam penggunaannya, seperti yang dikatakan oleh Brown dan Yule (1984) dalam bukunya Discourse Analysis "The analysis of discourse is necessarily the analysis of language in use".Karena itu analisis wacana itu tidak mungkin dibatasi hanya pada deskripsi bentuk linguistik yang terpisah dari hubungan antar manusia.
Selanjutnya Butler (1985) menambahkan bahwa studi mempelajari pola bahasa yang lebih luas dari kalimat ("the suprasetential patterning of language"). Ini bersamaan timbulnya dengan minat mempelajari bahasa, dengan keinginan untuk mempelajari apa sebenarnya yang bisa kita kerjakan dengan bahasa: bagaimana kita menggunakannya, tidak hanya untuk saling bertukar informasi, tetapi untuk menyelesaikan masalah-masalah ("getting things done") dan untuk menciptakan dan memelihara hubungan sosial dan lain-lainnya.
Pada dasarnya, analisis merupakan upaya yang dilakukan untuk menguak identitas objek analisis.Karena obek analisis wacana tidak pernah hadir sendirian, selalu disertai konteks, maka konteks merupakan penentu identitas objek analisis. Dalam hal ini kita memfokuskan objek kita pada salah satu media massa yang ada, yaitu Koran. Dalam pemberitaan koran, tak jarang kita menemukan adanya ketimpangan-ketimpangan yang terjadi. Kadang diantara dua Koran, satu berita yang sama akan berbeda kesan yang kita dapatkan jika kita membandingkannya. Tentu hal ini bisa membuat kita bingung dan bertanya-tanya, informasi manakah yang benar-benar akurat. Tetapi dengan mencoba menganalisis wacana tersebut, kita akan mengetahui motif/ideology yang tersembunyi di balik teks berita tersebut secara sederhana, cara membaca yang lebih mendalam dan jauh ini disebut sebagai analisis wacana.                                       
1.2      ANALISIS WACANA KRITIS
Analisis wacana muncul sebagai suatu reaksi terhadap linguistik murni yang tidak bisa mengungkap hakikat bahasa secara sempurna.Dalam hal ini para pakar analisis wacana mencoba untuk memberikan alternative dalam memahami hakikat bahasa tersebut.Analisis wacana mengkaji bahasa secara terpadu, dalam arti tidak terpisah-pisah seperti dalam linguistik, semua unsur bahasa terikat pada konteks pemakaian.Oleh karena itu, analisis wacana sangat penting untuk memahami hakikat bahasa dan perilaku berbahasa termasuk belajar bahasa.Analisis wacana kritis model van Dijk bukan hanya semata-mata mengalisis teks, tapi juga melihat bagaimana struktur sosial, dominasi dan kelompok kekuasaan yang ada dalam masyarakat, serta bagaimana kognisi atau pikiran dan kesadaran yang membentuk dan berpengaruh terhadap teks yang dianalisis. Van Dijk menggambarkan wacana dalam tiga dimensi atau bangunan yaitu : teks, kognisi sosial dan konteks sosial.Inti analisisnya adalah menggabungkan ketiga dimensi wacana tersebut ke dalam satu kesatuan analisis. Pada  dimensi teks yang diteliti bagaimana struktur teks dan strategi wacana yang dipakai untuk menegaskan suatu tema tertentu. Pada level kognisi sosial dipelajari proses produksi teks berita, yang melibatkan kognisi individu dari wartawan atau redaktur. Sedangkan aspek ketiga mempelajari bangunan wacana yang berkembang dalam masyarakat  akan suatu masalah yang mempengaruhi kognisi wartawan atau redaktur. Namun, dalam analisis ini penulis tidak membahas ketiga dimensi tersebut. Penulis hanya fokus pada analisis teks saja.
            Analisis teks terdiri atas beberapa struktur/ tingkatan yang masing-masing bagian saling mendukung. Ada tiga tingkatan dalam analisis teks: struktur makro, superstruktur dan struktur mikro.
Struktur Makro
Makna global dari suatu teks yang dapat diamati
Dari topic/tema yang diangkat oleh suatu teks
Superstruktur
Kerangka suatu teks, seperti bagian pendahuluan,
Isi, penutup, dan kesimpulan
Struktur Mikro
Makna lokal dari suatu teks yang dapat diamati
Dari pilihan kata, kalimat dan gaya
yang dipakai oleh suatu teks

Penjelasan :
1.  Struktur Makro (Tematik).  Elemen tematik merupakan makna global (global meaning) dari satu wacana. Tema merupakan gambaran umum mengenai pendapat atau gagasan yang disampaikan seseorang atau wartawan. Tema menunjukkan konsep dominan, sentral, dan paling penting dari isi suatu berita.
2. Superstruktur  (Skematik/ Alur: Teks atau wacana umumnya mempunyai skema atau alur dari pendahuluan sampai akhir. Alur tersebut menunjukkan bagaimana bagian-bagian dalam teks disusun dan diurutkan sehingga membentuk satu kesatuan arti. Sebuah berita terdiri dari dua skema besar. Pertama summary yang ditandai dengan judul dan lead. Kemudian kedua adalah story yakni isi berita secara keseluruhan.    
3.  Struktur Mikro.  Struktur ini terdiri atas :        
a) Analisis Semantik  
Tinjauan semantik suatu berita atau laporan akan meliputi latar, detail, ilustrasi, maksud dan pengandaian yang ada dalam wacana itu.
a.1)   Latar : Latar merupakan elemen wacana yang dapat mempengaruhi  (arti kata) yang ingin disampaikan. Seorang wartawan ketika menyampaikan pendapat biasanya mengemukakan latar belakang atas pendapatnya. Latar yang dipilih menentukan ke arah mana khalayak hendak dibawa.
a.2)   Detail :  Elemen ini berhubungan dengan kontrol informasi yang ditampilkan oleh seorang wartawan. Komunikator akan menampilkan secara berlebihan informasi yang menguntungkan dirinya atau citra yang baik. Sebaliknya akan membuang atau menampilkan dengan jumlah sedikit infomasi yang dapat merugikan citra dan  kedudukannya. 
a.3)   Maksud : elemen ini melihat apakah teks itu disampaikan secara eksplisit atau tidak. Apakah fakta disajikan secara telanjang, gamblang atau tidak. Itulah masuk karegori elemen maksud dalam wacana.
a.4)   Praanggapan : strategi lain yang dapat memberi citra tertentu ketika diterima khalayak. Elemen ini pada dasarnya digunakan untuk memberi basis rasioal, sehingga teks yang disajikan komunikator  tampak  benar dan meyakinkan. Praanggapan hadir untuk memberi pernyataan yang dipandang terpecaya dan tidak perlu lagi dipertanyakan kebenarnnya karena hadirnya pernyatan tersebut.
b)  Analisis Kalimat (Sintaksis)
Strategi wacana dalam level sintaksis adalah sebagai berikut  :
a. Koherensi : adalah jalinan atau pertalian antar kata, proposisi atau kalimat. Dua buah kalimat atau proposisi yang mengambarkan fakta yang berbeda dapat dihubungkan dengan memakai koherensi. Sehingga dua fakta tersebut dapat menjadi berhubungan.
§  1) Koherensi sebab akibat. Koherensi sebab akibat dengan mudah dapat kita lihat dari   pemakaian kata penghubung yang dipakai untuk menggambarkan dan menjelaskan hubungan, atau memisahkan suatu proposisi dihubungkan dengan bagaimana seeorang memaknai sesuatu yang ingin ditampilkan pada khalayak pembaca. 
§  2)  Koherensi Penjelas. Koherensi penjelas ditandai dengan pemakaian anak kalimat sebagai penjelas. Bila ada dua proposisi, proposisi kedua adalah penjelas atau keterangan dari proposisi pertama.
§  3)  Koherensi pembeda. ini berhubungan dengan pertanyaan     bagaimana dua peristiwa atau fakta itu hendak dibedakan. Dua peristiwa dapat dibuat seolah-olah saling bertentangan dan berseberangan (contrast). Kata sambung yang biasa dipakai untuk membedakan dua proposisi ini adalah ”dibandingkan’, dibanding, ketimbang.
b. Pengingkaran :  bentuk praktik wacana yang menggambarkan bagaimana wartawan menyembunyikan apa yang ingin diekspresikan secara implisit. Pengingkaran menunjukkan seolah-olah wartawan menyetujui sesuatu tapi hakikatnya tidak menyetujuinya.
c. Bentuk kalimat :  berhubungan dengan cara berpikir logis, yaitu prinsip kausalitas. Logika kausalitas ini kalau diterjemahkan ke dalam bahasa menjadi susunan subjek (yang menerangkan) dan predikat (yang diterangkan). Dalam kalimat yang berstruktur aktif seseorang menjadi subjek dari pernyataannya, sedangkan dalam kalimat pasif seseorang menjadi objek dari pernyataannya.
d. Kata ganti : alat untuk memanipulasi bahasa dengan menciptakan komunitas imajinatif. Kata ganti merupakan elemen yang dipakai oleh komunikator untuk menunjukkan di mana posisi seseorang dalam wacana.
c)   Analisis Leksikon (Makna Kata) 
            Dimensi leksikon melihat makna dari kata. Unit pengamatan dari  leksikon adalah kata-kata yang dipakai oleh wartawan dalam merangkai berita atau laporan kepada khalayak. Kata-kata yang dipilih merupakan sikap pada ideologi dan sikap tertentu. Peristiwa dimaknai dan dilabeli dengan kata-kata tertentu sesuai dengan kepentingannya. 
d)   Stailistik (Retoris).
1)  Gaya Penulisan: deskripsi, eksposisi, argumentasi, persuasi dan narasi.   
2)  Grafis: pemakaian huruf tebal, huruf miring, pemakaian garis bawah,  huruf yang dibuat ukuran lebih besar, termasuk pula, caption, raster, grafik, gambar atau tabel untuk mendukung arti penting suatu pesan.


BAB II
ANALISIS DAN PEMBAHASAN

2.1 ARTIKEL ANALISIS
Analisis ini meliputi artikel mengenai “Melibatkan Perempuan Capai Swasembada Cabai” yang diambil dari situs penyedia artikel online http://www.antaranews.com/berita/608163/melibatkan-perempuan-capai-swasembada-cabai.
2.2 PEMBAHASAN
1.      Struktur Makro (Tematik) 
Melibatkan Perempuan dalam Kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) untuk swasembada cabai yang saat ini harganya naik.
2.      Superstruktur  (Skematik /Alur)
- Harga cabai yang sempat tak terkendali hingga mencapai Rp150.000 per kilogram di sejumlah daerah menyebabkan masyarakat harus merogoh kantong lebih dalam, mengingat komoditas tersebut sangat dibutuhkan untuk bumbu masakan khas Indonesia. 
- Faktor cuaca yang tak mendukung seperti curah hujan yang berkepanjangan dituding menjadi penyebab salah satu faktor harga cabai melonjak, di samping distribusi yang tak lancar dari sentra produksi ke sejumlah pasar.
- Perempuan bisa dilibatkan untuk mencapai swasembada cabai salah satu contoh kecilnya untuk kebutuhan dapur secara pribadi dan efektif untuk berhemat bisa melalui pembuatan rumah pangan lestari disekitar pekarangan rumah.
3.  Struktur Mikro : 
a) Analisis Semantik
§  Latar: 
-       Tak mau krisis cabai terus berlanjut sehingga menyebabkan masyarakat ikut susah, Kementerian Pertanian (Kementan) Andi Amran Sulaiman bersama Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) menggelar rapat memantapkan kerja sama memanfaatkan pekarangan dan Gerakan Tanam Cabai (Gertam Cabai) di Kantor Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, Jakarta, Rabu (18/1/2017).
§  Detail:
-       "Tadi kami rapat bersama Ketua PKK, kami akan menggencarkan program pemanfaatan pekarangan secara masif seperti beras dan jagung. Kami akan memanfaatkan seluruh BPTP melakukan pembibitan seperti cabai, sayur, dan buah-buahan tertentu yang diperuntukkan perkarangan rumah tangga yang memungkinkan untuk ditanami," kata Amran.
-       Bibit-bibit tersebut akan diberikan gratis untuk ditanam di pekarangan rumah anggota PKK di seluruh Indonesia dan akan diberikan pendampingan dari penyuluh yang ada di desa dan kabupaten.
-       Bibit yang dihasilkan BPTP nanti akan diberikan gratis. Dan mereka akan diberikan pendampingan juga, ada 1000 pendamping. Mereka akan membantu seperti misalnya ada masalah penyakit di tanamannya dan sebagainya.
§  Maksud: 
-       Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, potensi lahan pekarangan yang ada di Indonesia mencapai 10,3 juta hektar. Bila lahan tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal, dirinya optimistis dapat menyelesaikan permasalahan kenaikan harga beberapa komoditas.
-       Penulis menilai Media tanaman cabai ini tidak terlalu sulit, cabai dapat ditanam dan dikembangkan meski hanya di areal pekarangan rumah. Terpenting hanya kemauan dari ibu-ibu untuk menjaga dan merawat cabai, jangan setelah siap ditanam dibiarkan begitu saja tanpa disiram apalagi diberikan pupuk.
b)  Analisis Kalimat (Sintaksis) 
§  Koherensi sebab Akibat:
-       Dilaksanakannya Kawasan Rumah Pangan Lestari dikarenakan harga cabai yang melambung naik akibat dari curah hujan yang tidak merata,dan distribusi dari sentra produksi ke pasar. Tak mau krisis cabai terus berlanjut sehingga menyebabkan masyarakat ikut susah, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) menggelar rapat memantapkan kerja sama memanfaatkan pekarangan dan Gerakan Tanam Cabai (Gertam Cabai) di Kantor Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, Jakarta, Rabu (18/1/2017)”
-       Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, “potensi lahan pekarangan yang ada di Indonesia mencapai 10,3 juta hektar. Bila lahan tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal, dirinya optimistis dapat menyelesaikan permasalahan kenaikan harga beberapa komoditas”
-       Untuk menyukseskan program ini, Mentan Amran mengaku akan mengupayakan anggaran hingga Rp 100 miliar. Bantuan akan diberikan kepada kelompok wanita/dasawisma yang beranggotakan minimal 15 rumah tangga yang berdekatan dalam satu kawasan.
Kajian: dalam kalimat diatas dipaparkan adanya “koherensi sebab akibat” yang terpapar dengan jelas dalam penjelasan Menteri Pertanian sebagai mengurangi beban masyarakat atas membumbung tingginya harga cabai dan beberapa komoditas maka dibentuklah program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang melibatkan ibu-ibu rumah tangga.
c)   Analisis Leksikon (Makna Kata)
§  Harga cabai yang sempat tak terkendali hingga mencapai Rp150.000 per kilogram di sejumlah daerah menyebabkan masyarakat harus merogoh kantong lebih dalam, mengingat komoditas tersebut sangat dibutuhkan untuk bumbu masakan khas Indonesia.
Ungkapan merogoh kantong lebih dalam tersebut menunjukkan bahwa harga cabai yang naik dan tak terkendali membuat masyarakat mengeluarkan uang lebih banyak.
§  Faktor cuaca yang tak mendukung seperti curah hujan yang berkepanjangan dituding menjadi penyebab salah satu faktor harga cabai melonjak, di samping distribusi yang tak lancar dari sentra produksi ke sejumlah pasar.      
Melonjak  disini memiliki artian bahwa harga cabai sekarang ini sedang mahal.
§  "Tadi kami rapat bersama Ketua PKK, kami akan menggencarkan program pemanfaatan pekarangan secara masif seperti beras dan jagung. Kami akan memanfaatkan seluruh BPTP melakukan pembibitan seperti cabai, sayur, dan buah-buahan tertentu yang diperuntukkan perkarangan rumah tangga yang memungkinkan untuk ditanami," kata Amran.     
Kata massif  mengandung pemanfaatan pekarangan akan dilakukan secara besar-besaran.
1)  Gaya Penulisan : Deskripsi/Argumentasi
2)  Grafis : Artikel mengenai  upaya yang dilakukan Menteri Pertanian untuk menanggulangi hargai cabai dan komoditas lain yang merogoh kantong masyarakat dianggap artikel penting oleh penulis ditandai dengan hampir seluruh media massa baik cetak atau elektronik memuat berita naiknya harga cabai diterbitkan hampir setiap hari selama bulan Desember 2016 hingga Januari 2017 . 




BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
1.      Kita akan mendapatkan kemudahan dalam menganalis suatu berita dengan menggunakan model Van Dijk karena dilakukan dengan sistematis.
2.      Dari analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa penulis ingin menciptakan pemikiran-pemikiran inovatif masyarakat terutama perempuan bisa dilibatkan untuk program kawasan rumah pangan lestari (KRPL) oleh Menteri Pertanian.

B.     SARAN

Masyarakat setelah mengakses artikel ini bisa menerapkan rumah pangan lestari disekitar pekarangan rumah masing-masing misalnya menanam cabai yang saat ini harganya sedang melonjak  atau komoditi lain yang bisa memberi manfaat pekarangan menjadi indah dan efektif lebih mengurangi pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Kamis, 17 November 2016

Pengumuman KKN Angkatan XIX Semester Ganjil Tahun Akademik 2016/2017

PENGUMUMAN
Nomor : 001/ PANPEL-KKNXIX / XI / 2016
TENTANG :
KKN UNIKARTA ANGKATAN XIX SEMESTER GANJIL
Diberitahukan kepada seluruh Mahasiswa Unikarta yang mengambil matakuliah KKN, sebagai berikut :
A.       BENTUK KEGIATAN KKN
KKN Angkatan XVIII tahun ajaran 2016/2017 menggunakan 3 (tiga) pendekatan, yaitu:
1.      KKN Reguler
2.      KKN Bina Kampus dan
3.      KKN Mandiri
KKN Reguler, Merupakan KKN mahasiswa secara umum yang  dilaksanakan di Desa  yang ditetapkan oleh LPPM,  dengan tujuan mengimplementasikan pengabdian kepada masyarakat.
KKN Bina kampus, Merupakan KKN Non Reguler yang dilaksanakan di wilayah Kampus Unikarta, dengan tujuan untuk meningkatkan atmosfir akademik  sesuai dengan Visi dan Misi Unikarta.
KKN Mandiri, Merupakan KKN Non reguler yang lokasi Desa ditentukan oleh peserta  yang bertujuan mengimplementasikan pengabdian kepada masyarakat dengan program kerja yang sama dengan KKN Reguler dan ditambahkan program khusus Mandiri.
B.        PERSYARATAN KKN
B.1. Persyaratan Umum KKN
  1. Telah memenuhi syarat menempuh 110 SKS
  2. Memprogramkan Mata Kuliah KKN pada KRS Semester Genap baik bagi mahasiswa yang memilih KKN pada Semester Ganjil maupun Semester Genap melalui SIMAK
  3. Membayar biaya SKS KKN dan Biaya penyelenggaraan KKN melalui Bank*.
  4. Mengisi Formulir Pendaftaran sesuai dengan format yang telah disediakan di sekretariat LPPM, atau dapat diunduh di www.lppmunikarta.ac.id  
  5. Bersedia dan Mengikuti KKN sesuai standar yang ditetapkan oleh LPPM Unikarta, baik KKN Reguler, KKN Bina Kampus maupun KKN Mandiri.
   
Keterangan :
    * Kuitansi Pembayaran dapat diambil di BAKPI (Kuitansi SKS KKN dan Kuitansi Biaya KKN).

B.2. Persyaratan Khusus KKN Bina Kampus dan KKN Mandiri
Dapat diikuti oleh mahasiswa Kelas Khusus maupun Kelas Reguler, dengan persyaratan:
  1. Tidak dapat meninggalkan tugas kantor sebagai PNS atau Pegawai Swasta (dibuktikan dengan surat keterangan dari lembaga/instansi/perusahaan terkait)
  2. Menderita penyakit atau perawatan kesehatan tertentu yang tidak memungkinkan melaksanakan KKN reguler di tempat yang ditetapkan oleh pihak LPPM (dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter spesialis)
  3. Kondisi hamil yang tidak memungkinkan mengikuti KKN Reguler (dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter spesialis kandungan)
  4. Bagi Ibu yang sedang mempunyai anak Kurang dari 1 Tahun (dibuktikan dengan Akta Kelahiran atau surat keterangan lahir dari bidan atau rumah sakit)

C.        FORMULIR PENDAFTARAN
1.       Formulir pendaftaran dapat diambil di sekretariat KKN di LPPM Unikarta/Fotokopi Muara Kaman/download di website LPPM UNIKARTA www.lppmunikarta.ac.id FANPAGE FACEBOOK LPPM UNIKARTA
2.       KKN Reguler/Mandiri/Bina Kampus mengisi form 1, 2 ,dan 3.

D.        KUOTA PESERTA
1.       Peserta KKN Reguler                     : TIDAK DIBATASI ( Menyesuaikan Pendaftar )
2.       Peserta KKN Bina Kampus          : 20 orang (  2 Kelompok )
3.       Peserta KKN Mandiri                     : 70 orang  ( 7 kelompok )

E.         BIAYA
1.       Biaya KKN Reguler                          : Rp. 900.000,- (sudah termasuk SKS Mata Kuliah KKN)
2.       Biaya KKN Mandiri                          : Rp. 1.500.000,- (sudah termasuk SKS Mata Kuliah KKN)
3.       Biaya KKN Bina Kampus               : Rp. 1.700.000,- (sudah termasuk SKS Mata Kuliah KKN)

F.         MEKANISME PEMBAYARAN
  1. Pembayaran pertama dilakukan dengan menggunakan Kuitansi SKS dari Bank Syariah Mandiri yang diambil di BAKPI UNIKARTA.
  2. Jumlah yang dibayarkan disesuaikan dengan jumlah SKS Mata Kuliah KKN pada Fakultas masing-masing
  3. Pembayaran kedua adalah sisa dari Pembayaran SKS dengan menggunakan Kuitansi KKN dari Bank Syariah Mandiri yang diambil di BAKPI UNIKARTA.
Contoh:
1.       Mahasiswa A merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi KELAS REGULER yang menempuh mata kuliah KKN dan mengambil jenis KKN REGULER. Adapun cara perhitungan pembayaran:
Jenis Pembayaran
Jumlah SKS
Harga SKS
Jumlah
Keterangan
SKS KKN
4
Rp. 50.000,-
Rp. 200.000,-
Kuitansi SKS
Biaya KKN (sisa yang harus dibayarkan)
Rp. 700.000,-
Kuitansi KKN
Jumlah
Rp. 900.000,-

2.       Mahasiswa B merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi KELAS KHUSUS yang menempuh mata kuliah KKN dan mengambil jenis KKN REGULER. Adapun cara perhitungan pembayaran:
Jenis Pembayaran
Jumlah SKS
Harga SKS
Jumlah
Keterangan
SKS KKN
4
Rp. 100.000,-
Rp. 400.000,-
Kuitansi SKS
Biaya KKN (sisa yang harus dibayarkan)
Rp. 500.000,-
Kuitansi KKN
Jumlah
Rp. 900.000,-

3.       Jumlah SKS KKN disesuaikan dengan jumlah SKS KKN pada Fakultas masing-masing
4.       Untuk mahasiswa KELAS REGULER/KHUSUS yang mengambil KKN BINA KAMPUS atau MANDIRI cara perhitungan pembayaran sama dengan KKN Reguler hanya saja biaya disesuaikan dengan besaran biaya KKN di Point E.
 G.     JADWAL KEGIATAN KKN
Kegiatan
Tanggal
Pendaftaran
17 November s/d 30 November 2016
Santiaji
21 desember s/d 23 desember 2016
Pelepasan
23 Desember 2016
Pelaksanaan KKN
02 Januari – 15 Februari 2017
Bina Desa di Kecamatan
Tentatif
Seminar Paripurna
11 Februari 2017 : KKN Mandiri & Bina Kampus
13 Februari 2017 : KKN Reguler
Pengumpulan Laporan
17 Februari s/d 23 Februari 2017

 H.     LOKASI KEGIATAN KKN
1.       Lokasi KKN Semester Ganjil
a.       KKN Reguler                       : Desa-desa di Kecamatan Kenohan dan Kembang Janggut
b.      KKN Mandiri                       : Mandiri Universitas Kutai Kartanegara
c.       KKN Bina Kampus            : Kampus Universitas Kutai Kartanegara



Tenggarong, 15 November 2016
Mengetahui,
Kepala LPPM

                                                                    


Dr.Ir.Ince Raden,MP.
NIP. 19670908 199403 1 005
Ketua KKN Angkatan XIX




Heru Suprapto,SE.,M.Si
NIP. 19700923 200501 1 001









Lampiran 2. Rencana Desa KKN Reguler

No
Kecamatan
Desa
1
Kenohan
1.        Kahala (Ibukota kecamatan)
2.        Lamin Pulut
3.        Lamin Telihan
4.        Semayang
5.        Teluk Bingkai
6.        Teluk Muda
7.        Tuana Tuha
8.        Tubuhan
2
Kembang Janggut
1.        Bukit Layang
2.        Genting Tanah
3.        Hambau
4.        Kelekat
5.        Kembang Janggut
6.        Loa Sakoh
7.        Long Beleh Haloq
8.        Long Beleh Modang
9.        Muai
10.    Perdana
11.    Pulau Pinang

Lampiran 2. Rencana Desa KKN Mandiri

No
Kecamatan
Lokasi

Kecamatan Tertutup
1.    Tenggarong
2.    Tenggarong Seberang
3.    Loa Kulu
4.    Sebulu