Senin, 14 November 2016

Kesah Putri

Riak gelombang Sungai Mahakam disisa sore yang mendung masih segar menampakkan pilu bentangan Jembatan Mahakam yang telah runtuh.seperti biasa gadis berambut lurus keturunan Kerajaan Kutai bernama Aji Putri duduk di turap yang menjadi tempat kesukaannya untuk menumpahkan setiap perasaan dan keluh kesahnya lewat goresan pulpen dibuku kuning kecil ditangannya.Disaat bersamaan datanglah seorang gadis sebaya dengannya tampak berbicara padanya.
“Putri,mpai awak kusut kah?”Tanya gadis itu seraya duduk disamping Putri.
“Ndik,ada kerjaan kah ndak awak padahi ke aku?”jawab Putri
“Hooh,mpai tu kan etam ada hajatan pore di kedaton dengan museum jadi beundangan urang luar benua etam nie,nah awak bisa ndik jadi guide merongahi tentang Kutai nie ke sida?”
“Adoh,tegak apa yoh aku nie banyak tugas kuliah betompok tapi aku sempatkan jua hak untuk nulungi hajatan tu mpai yoh”jawab Putri
“Nah,oke dah,mulang yok apa polah diturap hari dah mendung tegak nie abah dengan mamak dah nunggui etam di kedaton”
“Iya hak dengsanak leh”jawab Putri sambil berjalan bersama Gadis itu.
Keesokan harinya,suasana sangat terik di tanah Kutai tapi tak mengurangi antusias ribuan orang di Museum untuk melihat peninggalan Sejarah Kerajaan Kutai.Tampaklah Putri dengan baju warna kuning keemasan berdiri sambil memperhatikan dimana orang luar daerah yang akan bersamanya untuk berjalan-jalan sambil menceritakan tentang Tenggarong khususnya.Tak berapa lama terlihatlah laki-laki berwajah melayu berjalan mendekati Putri dan ingin menanyakan sesuatu.
“sorri,awak ni orang Kalimantan sini tak?”Tanya laki-laki itu
“Maksud awak apa?”tanya Putri dengan nada bingung
“Maksud saye kau penduduk di Kutai sini tak?”
“Iya benar,maaf tadi saya bingung dengan bahasa anda.Anda dari daerah mana?”
“Saya dari Malaysia.apakah anda salah satu guide yang disediakan untuk pendatang?”
“Iya,”jawab Putri singkat.
“Kebetulan sekali saya belum ada yang saya kenal disini dan belum dapat guide.Dan bisakah kamu mengantarkan saya ke tempat makan karena saya lapar sekali?”
“Ok,tentu saja mari ikut saya”
Mereka berjalan menuju keluar museum sambil sekali-kali laki-laki itu menanyakan tentang Sejarah Kerajaan Kutai dan peninggalan di Museum tersebut.Tidak lama mereka telah sampai di tempat makan yang sederhana tapi terkenal dengan makanan khas Kutai yang sangat familiar dengan penduduk Kutai sendiri.
“Mbok Nah,aq pesan nasi kuningnya dua yoh.ada urang Malaysia dihigaku ni biarnya merasai nyamannya nasi kuning polahan kita”ucap putri
“Iya leh,aku polahkan yang paling nyaman.gagah jua kanak laki higa awak tu?”jawab Mbok Nah sambil tersenyum.
“Kamu juga bisa menggunakan Bahasa Melayu seperti di Malaysia?”Tanya laki-laki itu.
“Tidak,tapi itu tadi  Bahasa Kutai dan memang memiliki kesamaan dengan Bahasa Melayu seperti kamu cakap tadi?”
“Bisa saja kau ni,oh ya nama kau siapa?aku sampai lupa menanyakan nama kau?”
“Namaku Aji Putri,dan namamu siapa ?”jawab Putri
“Aji?kenapa namamu seperti laki-laki?dan namaku adalah Ahmad Fahri.tapi kau cukup panggilku dengan sebutan Fahri”
“Tidak,Aji itu adalah gelar bagi yang masih keturunan Silsilah Kerajaan Kutai seperti aku.”ucap Putri
“oh begitu ya,nama yang bagus.Dan apa nama makanan ini?kenapa nasinya berwarna kuning?”Tanya Fahri kepada Mbok Nah.
“Oh,ni namanya nasi kuning,nyaman bujur rasanya ni”jawab Mbok Nah
“Iya,saya sedikit paham maksudnya dan ini mirip seperti nasi lemak seperti di Malaysia ya”jawab Fahri sambil sedikit tertawa.
“iya karena kita masih satu rum pun jadi ada kesamaan dalam hal makanan,Mbok Nah ni mananya ngerti carangan Mbok Nah tu.Bujur-bujurnya Mbok ni”
“Dah tu makan aja nasi kuning tu,sihan kawan awak dah kelaparan tu”
“Iya leh mbok”ucap Putri singkat.
Karena cuaca begitu menyengat di Kutai Kartanegara diputuskan untuk semua wisatawan dan panitia untuk beristirahat ditempat yang telah disediakan.Tapi,Putri dan Fahri tidak pergi ketempat yang telah ditentukan.Fahri duduk di anak tangga di dalam museum begitu juga Putri disampingnya yang menceritakan tentang banyak hal sambil menuliskan goresan teks dibuku kuning kesayangannya.
“Putri,apa yang kau tulis dibuku itu?”Tanya Fahri seraya memperhatikan Putri.
“Bukan apa-apa hanya coretan kecil.oh ya,apakah kamu capek?”
“Iya,sedikit lelah.emangnya kenapa Putri?”jawab Fahri
“Oh tidak apa-apa aku sarankan kita sebaiknya pulang karena kulihat kau lelah sekali.bagaimana?”Tanya Putri
Diiringi anggukan tanda setuju dari Fahri  mereka berjalan keluar museum dengan menggunakan skuter matik milik Putri menuju kerumah Putri,Fahri tak henti-hentinya memperhatikan dan mengungkapkan kekagumannya pada apa saja yang dilihatnya sepanjang jalan menuju rumah Putri.Motorpun berhenti dirumah bercat kuning berhiaskan motif ukiran Kutai dan kental dengan lambang yang identik dengan Kerajaan Kutai.
“Silahkan masuk”ucap Putri sambil membuka pintu.
“Terima kasih,rumah yang bearsitektur seperti kerajaan”ucap Fahri sambil tersenyum kearah Putri
“Silahkan duduk ya,kau mau minum apa?oh ya,kamarmu ada dilantai 2 sebelah kiri dan disebelah kamarmu adalah kamar mandi”
“Tidak usah repot-repot Putri,aku sudah berterima kasih telah disediakan tempat menginap disini.oh ya apa tidak ada keluargamu yang lain tinggal disini?”Tanya Fahri
“Ada,tapi mereka sedang keluar kota dan ada yang masih kuliah jadi tidak ada dirumah”jawab Putri .
“Bisakah kau mengajakku jalan-jalan besok?”Tanya Fahri
“Tentu saja.aku ke kamarku dulu ya kalau ada perlu panggil saja aku.Bye”
Tanpa Putri sadari Fahri tetap memperhatikannya walau ia telah berlalu jauh dihadapannya.Tiba-Tiba Fahri dikejutkan dengan kedatangan Isna dan Otoh yang baru pulang kuliah.Percakapan dengan sepupu Putri ini mengalihkan sejenak perhatian Fahri terhadap Putri.
“awak pasti wisatawan yang ke Tenggarong ni kan?”Tanya Isna dengan penasaran
“Apa yang kau cakap?”Tanya Fahri
“Aduh,Isna nya nie urang Malaysia tegaknya.bahasa etam dengannya hampir sama tapi ada sedikit maha kata-kata yang beda makanya ndik nyambong”jawab Otoh.
“Oh,begitu ya.kalau begitu namaku Isna dan ini Otoh.Siapa yang membawamu kesini?”Tanya Isna
“Aku Fahri.Putri yang membawa saya kesini dan dia sekarang dikamarnya.”jawab Fahri
“Putri itu memangnya ada tamu dibiarkan disini sorangan.Antarkan Fahri ke kamarnya dulu Isna”perintah Otoh.
“Iya leh,lalu aku disuruhnya tapi ndik nolak jua aku ngantarkan cowok gagah”jawab Isna sambil berlalu melewati Otoh yang menggeleng-gelengkan kepala atas ulah Isna.
Malam menghampiri dan bersiap melelapkan semua orang yang telah lelah dengan kesibukan.Sedikit rintik hujan semakin mendukung suasana.Hanya sepi kelabu menyergap dirumah Putri yang indah.Terlihat Putri duduk di balkon rumahnya dan dari kejauhan ada sosok yang memperhatikannya tanpa bergeming sedikitpun dan menghampirinya.
“apa yang kau lakukan disini?apa kau tidak kedinginan?”Tanya Fahri penasaran
“Kau mengagetkanku.Justru disaat seperti ini aku suka duduk disini dan tidak kedinginan”jawab Putri
“Oh,kenapa kau berbeda dari pertama aku mengenalmu kemarin?sekarang kau terlihat dingin,tegas,seperti……..”Fahri pun terdiam.
“Seperti apa maksudmu?aku memang seperti ini orangnya,Kau kenapa belum tidur padahal besok kau mau jalan-jalan?”Tanya Putri
“Tidak apa-apa, hanya seperti legenda seorang putri dari tanah Kutai yang sempat aku browsing tadi”
“Berarti kau sudah sedikit mengenali ya tentang Kutai.Ya,aku harap kamu tidak mengantuk saat kita jalan besok”Ucap Putri sambil tersenyum.
Mereka pun terdiam sejenak tidak tahu untuk membahas apapun seiring hujan yang semakin lebat membasahi ditempat mereka berbincang dan mereka dikejutkan petir yang menggelegar tiba-tiba.Tanpa disadari Putri berdiri dan memegang erat tangan Fahri dan berlindung dibelakang Fahri karena ketakutan mendengar suara petir tadi.
“Hey Putri,apa kau ketakutan?”Tanya Fahri.
“Aku sangat takut pada petir”jawab Putri dengan suara ketakutan dan hampir menangis.
“Tenanglah,lebih baik aku antar kau ke kamarmu”diiringi Putri yang memegang tangan Fahri “Sekarang kita sudah sampai di depan pintu kamar kau masuklah kedalam”Fahri memperhatikan Putri yang tak bergerak dan masih menggenggam tangannya.
“Oh,maafkan aku,iya aku akan masuk kedalam.terima kasih Fahri”ucap Putri dengan malu saat menyadari tangannya menggenggam tangan Fahri dan segera melepasnya.
Fahri hanya melemparkan senyum sambil memperhatikan Putri yang masuk ke kamar dan menutup pintunya dengan mengantarkan pandangan tulus sebelum menutup pertemuan mereka malam ini.Tanpa sepasang insan itu sadari bahwa ada sepasang mata yang memperhatikan apa yag terjadi antara mereka dan tersenyum dari kejauhan sosok itu adalah Isna yang ingin menutup jendela yang terbuka karena kencangnya angin akibat hujan malam ini.Dari belakang Otoh terheran mengapa Isna tersenyum sendiri pada malam itu dan menanyakannya pada Isna.
“Isna,kenapa awak senyum sorangan?”Ucap Otoh sambil menepuk bahu Isna dan membuat Isna terkejut.
“Astaga,nakuti awak ni ku kira hantu maha,tadi aku melihat Putri dengan cowok Malaysia tu jawatan tangan”jawab Isna sambil menghadap kearah Otoh.
“awak ni ndik kawa ngintipi urang lech dah tama kamar situ tidur”ucap Otoh menarik lengan Isna.
“Aku tu ndik ngintip tapi ndik sengaja melihat sida tu tadi lech pas aku dengar bunyi jendela depan nie tadi tebuka”jawab Isna menyakinkan Otoh.
“masa lech?iya kah?apa sida polah malam-malam tegak ni behodengan kah sida?”Tanya Otoh.
“Kepo awak nie lech”ucap Isna sambil berlari menuju kamarnya bersamaan dengan Otoh yang mengejarnya “Isna,padahi hak aku lech”.
Seusai mengantarkan Putri ke kamarnya dan keributan Isna dan Otoh tadi yang tak Fahri dengar,Fahri merebahkan dirinya diranjang.Fahri merasakan getaran dari hati yang tak mudah untuk dikendalikan ketika merasakan genggaman tangan Putri  dan ukiran senyuman dari wajah manis dara Kutai terbawa hingga ia memejamkan mata untuk menuju ke dunia mimpi yang telah datang karena malam yang telah larut.
Esok hari pun datang menghampiri dan menggantikan tugas malam yang telah berlalu.Angin semilir melambaikan dedaunan dan bunga tampaklah matahari masih malu-malu untuk menebarkan cahayanya.Fahri sudah berdiri di halaman rumah Putri menikmati pagi yang berbeda ditanah Kalimantan dan Putri pun menghampiri Fahri.
“kenapa mukamu menekuk seperti itu?”Tanya Fahri kepada Putri.
“tidak,apa-apa hanya kurang tidur.kamu mau jalan kemana hari ini?”Tanya Putri.
“jelek kali lah kau mukamu seperti itu,hilanglah pesona Putri yang aku lihat selama ni”gurau Fahri.
“Ah,bisa saja lah kau ni,namaku saja yang Putri tapi bukan Putri sungguhan jauh sekali lah”jawab Putri.
“Lucu kudengar kau cakap Bahasa seperti aku tadi”jawab Fahri sambil mengejek.
“Iyalah,ayo kita sarapan sebelum aku berubah niatlah untuk mengajakmu sarapan”ucap Putri
“ok…ok Putri”jawab Fahri sambil tersenyum
“Ciiiieeeee,Putri tadi malam”saat melihat Putri dan Fahri datang bersamaan ke meja makan.
“Sepertinya ada yang pacaran ni”sambung Otoh sambil mengambil roti dipiringnya.
“Maksudnya?”Tanya Fahri yang mulai bingung dengan perkataan mereka.
“Tadi malam aku lihat loh ada yang bergandengan tangan”jawab Isna tertawa menatap Putri yang tiba-tiba terbatuk saat menelan rotinya dan dengan segera Fahri menyodorkan gelas minuman padanya “Terima kasih”Ucap Putri pada Fahri sebelum minum air dari gelas itu.
“Ciiieeee,so sweet sekali kalian pacaran ya?”Tanya Isna penasaran.
“Isna,jangan bekesah nyebut kami behodengan pakai bahasa kutai aja gin biar Fahri tu ndik ngerti ndik nyaman lech mun Fahri tau arti carangan kita bedua tadi”jawab Putri.
“Fahri,apa kau suka dengan Putri”Tanya Otoh tiba-tiba pada Fahri dan belum sempat Fahri menjawab Putri segera mengejar mereka yang sudah berlari jauh menuju kendaraan mereka untuk pergi kuliah.
“Kau hanya akan lelah mengejar mereka berdua”ucap Fahri saat melihat Putri kembali ke meja makan “By the way,pacaran dan behodengan itu apa maksudnya?” Tanya Fahri.
‘Maafkan perkataan mereka tadi ya”ucap Putri sambil salah tingkah.
“Iya,tidak apa-apalah itu saya paham,tapi kenapa kau tak jawab pertanyaan saya?”
“Nanti kau akan tau sendiri jawabannya”ucap Putri sambil mengunyah rotinya.
Fahri hanya tersenyum mendengar jawaban Putri dan percakapan mereka pun berlanjut tentang banyak hal dan tidak mereka sadari waktu terus berurai sampai mengantarkan pada sore hari yang sejuk.Putri memberhentikan kendaraan dipinggir trotoar.Mereka menepi untuk melepaskan kepenatan diturap dengan melihat kapal besar membawa batubara melewati Sungai Mahakam dan bentangan Jembatan Mahakam yang memilukan.Sekali-kali juga terlihat muda mudi berjalan sepanjang turap menebarkan romantika mereka.
“Sungguh sore yang indah,apa nama tempat ni Putri?”Tanya Fahri
“Namanya turap,apa kau tak pernah menemui turap di Malaysia?”
“Tidak pernahlah aku melihat tempat duduk sepanjang ini dipinggir Sungai”ucap Fahri kagum.
“Putri,kenapa banyak anak muda berpasangan disini?”Tanya Fahri.
“Oh ya,aku lupa hari ini hari sabtu dan malam minggu akan tiba jadi inilah tempat anak muda Kutai untuk behodengan”jawab Putri
“Be…hodengan?sudah dua kali aku mendengar kalimat itu apa itu maksudnya Putri”Tanya Fahri sambil terbata-bata.
“Ups,maaf aku akan memberitahumu sekarang,itu adalah bahasa Kutai istilah untuk muda mudi itu tadi.Lucu juga mendengarmu bicara Bahasa Kutai”ucap Putri hampir tertawa.
“Berarti kita juga behodengan kalo macem tu?”Tanya Fahri sambil tersenyum.
Belum sempat Putri menjawabnya,Datang beberapa orang seumuran Putri berjalan kearah mereka dan seperti terlihat bertanya-tanya siapa yang disamping Putri karena selama ini Putri diturap hanya ditemani buku dan pulpen.Mereka langsung duduk disamping Putri dan menanyakan sesuatu.
“Putri,siapa dihiga awak tu?hodengan awak kah?ada kemajuan hak kawanku sorang ni dah bawa hodengannya?”Tanya Nisa yang baru saja duduk diturap.
“Iya,saya hodengan Putri”jawab Fahri tanpa diduga.
“Eh,lain-lain,kanak ni dari Malaysia jadi aku guidenya kanak ni”jawab Putri dengan terkejut
“Mana ada dah tu,iya guide tapi guide hati kanak ni kan?”sahut Awan dengan tertawa.
“Nyela pulang awak ni begombalan Wan,dah ku padahi Fahri lain hodenganku,asal sebut maha Fahri tadi”Jawab Putri kesal.
“Ya dah hak tu leh,aku dengan bubuhannya ndak jalan dulu takut ganggu urang behodengan.Dahhhhh Putri”ucap Nisa.
Nisa melewati Putri dengan senyuman ditahan disertai teman-teman Putri yang lain menuju turap yang  mendekati Jembatan Mahakam untuk bercerita disana tentang apa yang mereka lihat sore ini.Putri menatap Fahri dengan wajah kesal sementara Fahri hanya tersenyum-senyum melihat Putri.
“Kenapa kau melihatku macam itu?Jelek kali muka kau My Princess”Tanya Fahri.
“Kau kira Syahrini pake kata Princess segala,kenapa kau bilang kalu kau tadi hodenganku?”
“Emang artinya apa?kan kau tadi bilang artinya adalah muda mudi yang disini kan?”Jawab Fahri
“Hhmmmmm,iya salahku juga tak memberitahu artinya kalau hodengan itu orang berpacaran bukan sekedar muda mudi yang duduk disini”jawab Purtri.
“Oh begitu rupanya,tapi kau senangkan karena pipimu terlihat merah”Gurau Fahri.
“Sudahlah kau ni,macam-macam saja,ayo kita jalan”jawab Putri
Tanpa Putri sadari buku kecil kuningnya tertinggal di turap dan Fahri pun mengambilnya dan memanggil manggil Putri.Namun,Putri tidak mendengar panggilan Fahri karena berjalan begitu cepat melewati teman-temannya yang dari tadi terus memperhatikan Putri dan Fahri. Fahri pun memasukkan buku Putri kedalam tas miliknya dan berlari secepat mungkin karena tidak mau Putri tinggal.Senja telah meraih malam untuk datang disaat Putri dan Fahri memasuki rumah Putri.Mereka pun memasuki kamar masing-masing.Selesai mandi, Fahri meraih tasnya dan mengambil buku Putri tadi dan membukanya.
“Apa ini tulisan yang yang berkaitan tentang kuliah dan coretan-coretan tidak jelas isinya?”gumam Fahri sendirian.
Tapi dipertengahan isi buku, Fahri melihat tulisan yang berbeda dari apa yang dibacanya diawal tadi. Fahri mulai membacanya dengan seksama karena seperti sebuah cerita yang Putri tulis sendiri dan terdapat Puisi yang menghiasi cerita itu.

“Ketika cinta antara Pangeran dan Ratu Aji Bidara Putih terbentur
Oleh perbedaan yang berhiasan dua budaya yang berbeda
…………………………………………………….
Fahri berhenti membaca sejenak karena mendengar ada yang berjalan dibelakang sofa menuju kearahnya.Dan tanpa buang waktu Putri langsung mengambil buku miliknya yang sedang dibaca Fahri karena khawatir Fahri akan membaca isi buku itu.
“rupanya di kau buku yang aku cari dari kemarin?”ucap Putri.
“Apa?apa yang kau katakan tadi?”jawab Fahri terkejut.
“Tidak,apa-apa.aku hanya mau mengambil buku ini?”ucap Putri
“kenapa kau mengambilnya?aku baru melihat sedikit puisi itu?”Tanya Fahri.
“Tidak boleh,ini rahasia nanti juga kau akan membacanya”ucap Putri
“Ayolah,aku masih penasaran.Kalau kau tidak mau antarkan aku ke tempat legenda Ratu Aji Bidara Putih”pinta Fahri
“tidak.Ok,kita akan kesana besok dan aku harus kuliah sekarang.kalau ada perlu hubungi aku atau minta tolong ke Isna atau Otoh,Ok?”ucap Putri sambil berjalan kearah Pintu.
“Ok,hati-hati Sang Putri”ucap Fahri sambil diiringi senyum bertanya-tanya Putri.
Subuh menjelang dan adzan mulai bergema memperingatkan penduduk dunia untuk menjalankan perintahnya. Fahri berjalan keluar rumah untuk menunggu Putri karena sesuai rencana mereka akan berjalan ketanah tempat legenda sang Putri,yaitu Ratu Aji Bidara Putih.
Disela embun pagi yang masih tebal tampaklah Putri berjalan keluar rumah mendekati Fahri yang berdiri menikmati pagi.
“Sudah lamakah kau disini?”Tanya Putri
“tidak lah,saya baru saja keluar dari sini.ayo kita berangkat”ajak Fahri.
“sebentar lah,kita menunggu Isna dan Otoh juga”jawab Putri
“astaga,so dimana mereka?”Tanya Fahri
“itu mereka sudah datang”sambil melihat kearah pintu.
“Aduh,maaf kami telat ya kalian pasti dah lama nunggu kami”ucap Isna tergesa-gesa.
“kalian kemana sich bedua?bisa telat kita begini caranya!”jawab Putri
“Sudahlah,jangan bekelahi.lebih baik kita segera berangkat.aku keluarkan mobil dari garasi sekarang”jawab Otoh.
Alunan musik tak henti-hentinya berdenting di mobil yang mereka gunakan untuk ke Danau Lipan.Akhirnya mereka sampai juga di tempat yang sangat ingin Fahri datangi.Mereka pun keluar dari mobil dan menuju ketempat yang memang digunakan wisatawan untuk istirahat.
“tak sia-sia kita kesini.sangat elok kali pemandangan disini”ucap Fahri.
“sebaiknya kita masuk ke kamar masing-masing karena sangat lelah”ucap Isna.
“iya betul itu,ayo Isna”ajak Otoh
“kalian duluan saja.aku masih ingin disini”ucap Putri.
“kenapa kau tak ikut mereka?”Tanya Fahri bersamaan dengan menjauhnya Isna dan Otoh.
“aku mau jalan-jalan sebentar.oh ya,besok kau sudah pulang ke Malaysia ya?”Tanya Putri
“iya,kenapa?apa kau tak ingin aku pergi”jawab Fahri
“tidaklah,sudah bosan menjadi guide orang cerewet seperti kau.sudahlah,ayo kita jalan-jalan?”jawab Putri
“tapi kita mau kemana?”Tanya Fahri
“sudah ikuti saja aku”jawab Putri sambil menarik tangan Fahri.
Putri pun memegang tangan Fahri dan menariknya berjalan kearah pinggir sungai.Banyak orang yang juga menikmati pemandangan menjelang senja di Mahakam di Muara Kaman.mereka pun berdiri juga disela-sela kerumunan orang yang telah dari tadi memenuhi pinggir sungai tersebut.
“Putri,erat sekali kau memegang tanganku.apa yang orang disamping kita lakukan?”Tanya Fahri sambil tersenyum
“oh aku lupa melepaskan tanganmu,mereka sedang minum air dari Mahakam ini.”jawab Putri dengan pipi memerah
“pipimu Nampak merah,apa kau malu?apakah mereka kehausan?”Tanya Fahri penasaran
“tidaklah,dan memang sebuah kebiasaan yang katanya jika orang luar daerah minum air sungai itu maka ia akan kembali ke Kalimantan lagi”jelas Putri
“kalau begitu ambilkan air itu untukku biar aku kembali kesini lagi”perintah Fahri
“seperti Pangeran saja kau memerintahku.kuberharap orang cerewet sepertimu tak kembali kesini”ucap Putri
“tapi biarpun aku kembali kesini tak akan ku mau bertemu dengan gadis sinis macam kau”
“Dasar kau,ini airnya dan minumlah”
Malam pun menghampiri dengan derasnya hujan yang turun sehingga menambah lelap istirahatnya mereka.Esok hari tiba, mereka berempat telah meninggalkan tanah Muara Kaman dan telah sampai di Bandara Sepinggan Balikpapan untuk mengantar Fahri kembali menuju ke tanah kelahirannya Malaysia.
“aku titip salam untuk keluargamu.oh ya,dimana Isna dan Otoh?”jawab Fahri
“mereka dimobil mungkin pusing karena mabuk darat.aku punya sesuatu untukmu.ambillah!”ucap Putri sambil mengeluarkan sesuatu dari tasnya.
“terima kasih,dan ini gantungan kunci dari giok untukmu”ucap Fahri seraya melepas gantungan kunci di tasnya.
“iya,terima kasih ya.jangan lupakan setiap hal tentang tanah Kalimantan ya”ucap Putri
“itu pasti,dan tentunya aku tak akan melupakan kau sang Putri”ucap Fahri
“iya,Pangeran Negeri Seberang berangkatlah pesawatmu sudah menunggu”jawab Putri
“baiklah,jaga dirimu baik-baik dan titip salam buat Isna dan Otoh”jawab Fahri
Seiring anggukan sang Putri. Fahri pun telah melangkah jauh menuju pesawat yang akan mengantarkannya ke Padang,tepat asalnya yang telah seminggu lebih tak ia sapa.Putri berdiri pilu di dekat pintu untuk keberangkatan Fahri.Tiba-tiba Fahri membalikkan badannya ketika ia sudah menaiki tangga pesawat dan meneriakkan sesuatu pada Putri.
“semoga aku akan kembali datang dan menginjak Kalimantan lagi untuk menemuimu Sang Putri”teriak Fahri
“Iya,aku menunggumu”jawab Putri sambil tersenyum.
Itulah perpisahan Putri dan Fahri yang menyisakan memori indah selama Fahri di Kalimantan.Di pesawat Fahri membuka kado kuning kecil dari Putri,terlihat buku kuning yang didalamnya bertuliskan untaian kata-kata indah serta gantungan untuk tas dari manik.
“Inilah perpisahan yang mesti dijalani
Seperti hilangnya cinta Ratu Aji Bidara Putih
Kepada Pangeran Negeri Seberang
Putri yang nan elok dan cantik menanti jiwanya yang
Ditunggu untuk mendampingi disinggasana sepi
Yang merindukan bersandingnya Pangeran dan Putri itu
Tapi,Sayang…
Apalah daya seorang Putri yang mengabaikan rasa
Cinta yang membuatnya menangis karena
Putri harus tegas demi cintanya yang tidak hanya untuk dirinya
Tapi untuk rakyat dan kekuasaannya yang meronta
Untuk dlindungi olehnya….
Itulah takdir dimana Putri ditindas oleh kesalahpahaman
Sehingga pupuslah harapan bersanding dengan pangeran
Karena sirih telah menjadi lipan raksasa yang melenyapkan
Sesosok cintanya dan tinggallah Danau Lipan
Menjadi sejarah cinta antara
Ratu Aji Bidara Putih dan Pangeran Negeri Seberang….”



Tidak ada komentar:

Posting Komentar