Senin, 14 November 2016

Kesah Putri

Riak gelombang Sungai Mahakam disisa sore yang mendung masih segar menampakkan pilu bentangan Jembatan Mahakam yang telah runtuh.seperti biasa gadis berambut lurus keturunan Kerajaan Kutai bernama Aji Putri duduk di turap yang menjadi tempat kesukaannya untuk menumpahkan setiap perasaan dan keluh kesahnya lewat goresan pulpen dibuku kuning kecil ditangannya.Disaat bersamaan datanglah seorang gadis sebaya dengannya tampak berbicara padanya.
“Putri,mpai awak kusut kah?”Tanya gadis itu seraya duduk disamping Putri.
“Ndik,ada kerjaan kah ndak awak padahi ke aku?”jawab Putri
“Hooh,mpai tu kan etam ada hajatan pore di kedaton dengan museum jadi beundangan urang luar benua etam nie,nah awak bisa ndik jadi guide merongahi tentang Kutai nie ke sida?”
“Adoh,tegak apa yoh aku nie banyak tugas kuliah betompok tapi aku sempatkan jua hak untuk nulungi hajatan tu mpai yoh”jawab Putri
“Nah,oke dah,mulang yok apa polah diturap hari dah mendung tegak nie abah dengan mamak dah nunggui etam di kedaton”
“Iya hak dengsanak leh”jawab Putri sambil berjalan bersama Gadis itu.
Keesokan harinya,suasana sangat terik di tanah Kutai tapi tak mengurangi antusias ribuan orang di Museum untuk melihat peninggalan Sejarah Kerajaan Kutai.Tampaklah Putri dengan baju warna kuning keemasan berdiri sambil memperhatikan dimana orang luar daerah yang akan bersamanya untuk berjalan-jalan sambil menceritakan tentang Tenggarong khususnya.Tak berapa lama terlihatlah laki-laki berwajah melayu berjalan mendekati Putri dan ingin menanyakan sesuatu.
“sorri,awak ni orang Kalimantan sini tak?”Tanya laki-laki itu
“Maksud awak apa?”tanya Putri dengan nada bingung
“Maksud saye kau penduduk di Kutai sini tak?”
“Iya benar,maaf tadi saya bingung dengan bahasa anda.Anda dari daerah mana?”
“Saya dari Malaysia.apakah anda salah satu guide yang disediakan untuk pendatang?”
“Iya,”jawab Putri singkat.
“Kebetulan sekali saya belum ada yang saya kenal disini dan belum dapat guide.Dan bisakah kamu mengantarkan saya ke tempat makan karena saya lapar sekali?”
“Ok,tentu saja mari ikut saya”
Mereka berjalan menuju keluar museum sambil sekali-kali laki-laki itu menanyakan tentang Sejarah Kerajaan Kutai dan peninggalan di Museum tersebut.Tidak lama mereka telah sampai di tempat makan yang sederhana tapi terkenal dengan makanan khas Kutai yang sangat familiar dengan penduduk Kutai sendiri.
“Mbok Nah,aq pesan nasi kuningnya dua yoh.ada urang Malaysia dihigaku ni biarnya merasai nyamannya nasi kuning polahan kita”ucap putri
“Iya leh,aku polahkan yang paling nyaman.gagah jua kanak laki higa awak tu?”jawab Mbok Nah sambil tersenyum.
“Kamu juga bisa menggunakan Bahasa Melayu seperti di Malaysia?”Tanya laki-laki itu.
“Tidak,tapi itu tadi  Bahasa Kutai dan memang memiliki kesamaan dengan Bahasa Melayu seperti kamu cakap tadi?”
“Bisa saja kau ni,oh ya nama kau siapa?aku sampai lupa menanyakan nama kau?”
“Namaku Aji Putri,dan namamu siapa ?”jawab Putri
“Aji?kenapa namamu seperti laki-laki?dan namaku adalah Ahmad Fahri.tapi kau cukup panggilku dengan sebutan Fahri”
“Tidak,Aji itu adalah gelar bagi yang masih keturunan Silsilah Kerajaan Kutai seperti aku.”ucap Putri
“oh begitu ya,nama yang bagus.Dan apa nama makanan ini?kenapa nasinya berwarna kuning?”Tanya Fahri kepada Mbok Nah.
“Oh,ni namanya nasi kuning,nyaman bujur rasanya ni”jawab Mbok Nah
“Iya,saya sedikit paham maksudnya dan ini mirip seperti nasi lemak seperti di Malaysia ya”jawab Fahri sambil sedikit tertawa.
“iya karena kita masih satu rum pun jadi ada kesamaan dalam hal makanan,Mbok Nah ni mananya ngerti carangan Mbok Nah tu.Bujur-bujurnya Mbok ni”
“Dah tu makan aja nasi kuning tu,sihan kawan awak dah kelaparan tu”
“Iya leh mbok”ucap Putri singkat.
Karena cuaca begitu menyengat di Kutai Kartanegara diputuskan untuk semua wisatawan dan panitia untuk beristirahat ditempat yang telah disediakan.Tapi,Putri dan Fahri tidak pergi ketempat yang telah ditentukan.Fahri duduk di anak tangga di dalam museum begitu juga Putri disampingnya yang menceritakan tentang banyak hal sambil menuliskan goresan teks dibuku kuning kesayangannya.
“Putri,apa yang kau tulis dibuku itu?”Tanya Fahri seraya memperhatikan Putri.
“Bukan apa-apa hanya coretan kecil.oh ya,apakah kamu capek?”
“Iya,sedikit lelah.emangnya kenapa Putri?”jawab Fahri
“Oh tidak apa-apa aku sarankan kita sebaiknya pulang karena kulihat kau lelah sekali.bagaimana?”Tanya Putri
Diiringi anggukan tanda setuju dari Fahri  mereka berjalan keluar museum dengan menggunakan skuter matik milik Putri menuju kerumah Putri,Fahri tak henti-hentinya memperhatikan dan mengungkapkan kekagumannya pada apa saja yang dilihatnya sepanjang jalan menuju rumah Putri.Motorpun berhenti dirumah bercat kuning berhiaskan motif ukiran Kutai dan kental dengan lambang yang identik dengan Kerajaan Kutai.
“Silahkan masuk”ucap Putri sambil membuka pintu.
“Terima kasih,rumah yang bearsitektur seperti kerajaan”ucap Fahri sambil tersenyum kearah Putri
“Silahkan duduk ya,kau mau minum apa?oh ya,kamarmu ada dilantai 2 sebelah kiri dan disebelah kamarmu adalah kamar mandi”
“Tidak usah repot-repot Putri,aku sudah berterima kasih telah disediakan tempat menginap disini.oh ya apa tidak ada keluargamu yang lain tinggal disini?”Tanya Fahri
“Ada,tapi mereka sedang keluar kota dan ada yang masih kuliah jadi tidak ada dirumah”jawab Putri .
“Bisakah kau mengajakku jalan-jalan besok?”Tanya Fahri
“Tentu saja.aku ke kamarku dulu ya kalau ada perlu panggil saja aku.Bye”
Tanpa Putri sadari Fahri tetap memperhatikannya walau ia telah berlalu jauh dihadapannya.Tiba-Tiba Fahri dikejutkan dengan kedatangan Isna dan Otoh yang baru pulang kuliah.Percakapan dengan sepupu Putri ini mengalihkan sejenak perhatian Fahri terhadap Putri.
“awak pasti wisatawan yang ke Tenggarong ni kan?”Tanya Isna dengan penasaran
“Apa yang kau cakap?”Tanya Fahri
“Aduh,Isna nya nie urang Malaysia tegaknya.bahasa etam dengannya hampir sama tapi ada sedikit maha kata-kata yang beda makanya ndik nyambong”jawab Otoh.
“Oh,begitu ya.kalau begitu namaku Isna dan ini Otoh.Siapa yang membawamu kesini?”Tanya Isna
“Aku Fahri.Putri yang membawa saya kesini dan dia sekarang dikamarnya.”jawab Fahri
“Putri itu memangnya ada tamu dibiarkan disini sorangan.Antarkan Fahri ke kamarnya dulu Isna”perintah Otoh.
“Iya leh,lalu aku disuruhnya tapi ndik nolak jua aku ngantarkan cowok gagah”jawab Isna sambil berlalu melewati Otoh yang menggeleng-gelengkan kepala atas ulah Isna.
Malam menghampiri dan bersiap melelapkan semua orang yang telah lelah dengan kesibukan.Sedikit rintik hujan semakin mendukung suasana.Hanya sepi kelabu menyergap dirumah Putri yang indah.Terlihat Putri duduk di balkon rumahnya dan dari kejauhan ada sosok yang memperhatikannya tanpa bergeming sedikitpun dan menghampirinya.
“apa yang kau lakukan disini?apa kau tidak kedinginan?”Tanya Fahri penasaran
“Kau mengagetkanku.Justru disaat seperti ini aku suka duduk disini dan tidak kedinginan”jawab Putri
“Oh,kenapa kau berbeda dari pertama aku mengenalmu kemarin?sekarang kau terlihat dingin,tegas,seperti……..”Fahri pun terdiam.
“Seperti apa maksudmu?aku memang seperti ini orangnya,Kau kenapa belum tidur padahal besok kau mau jalan-jalan?”Tanya Putri
“Tidak apa-apa, hanya seperti legenda seorang putri dari tanah Kutai yang sempat aku browsing tadi”
“Berarti kau sudah sedikit mengenali ya tentang Kutai.Ya,aku harap kamu tidak mengantuk saat kita jalan besok”Ucap Putri sambil tersenyum.
Mereka pun terdiam sejenak tidak tahu untuk membahas apapun seiring hujan yang semakin lebat membasahi ditempat mereka berbincang dan mereka dikejutkan petir yang menggelegar tiba-tiba.Tanpa disadari Putri berdiri dan memegang erat tangan Fahri dan berlindung dibelakang Fahri karena ketakutan mendengar suara petir tadi.
“Hey Putri,apa kau ketakutan?”Tanya Fahri.
“Aku sangat takut pada petir”jawab Putri dengan suara ketakutan dan hampir menangis.
“Tenanglah,lebih baik aku antar kau ke kamarmu”diiringi Putri yang memegang tangan Fahri “Sekarang kita sudah sampai di depan pintu kamar kau masuklah kedalam”Fahri memperhatikan Putri yang tak bergerak dan masih menggenggam tangannya.
“Oh,maafkan aku,iya aku akan masuk kedalam.terima kasih Fahri”ucap Putri dengan malu saat menyadari tangannya menggenggam tangan Fahri dan segera melepasnya.
Fahri hanya melemparkan senyum sambil memperhatikan Putri yang masuk ke kamar dan menutup pintunya dengan mengantarkan pandangan tulus sebelum menutup pertemuan mereka malam ini.Tanpa sepasang insan itu sadari bahwa ada sepasang mata yang memperhatikan apa yag terjadi antara mereka dan tersenyum dari kejauhan sosok itu adalah Isna yang ingin menutup jendela yang terbuka karena kencangnya angin akibat hujan malam ini.Dari belakang Otoh terheran mengapa Isna tersenyum sendiri pada malam itu dan menanyakannya pada Isna.
“Isna,kenapa awak senyum sorangan?”Ucap Otoh sambil menepuk bahu Isna dan membuat Isna terkejut.
“Astaga,nakuti awak ni ku kira hantu maha,tadi aku melihat Putri dengan cowok Malaysia tu jawatan tangan”jawab Isna sambil menghadap kearah Otoh.
“awak ni ndik kawa ngintipi urang lech dah tama kamar situ tidur”ucap Otoh menarik lengan Isna.
“Aku tu ndik ngintip tapi ndik sengaja melihat sida tu tadi lech pas aku dengar bunyi jendela depan nie tadi tebuka”jawab Isna menyakinkan Otoh.
“masa lech?iya kah?apa sida polah malam-malam tegak ni behodengan kah sida?”Tanya Otoh.
“Kepo awak nie lech”ucap Isna sambil berlari menuju kamarnya bersamaan dengan Otoh yang mengejarnya “Isna,padahi hak aku lech”.
Seusai mengantarkan Putri ke kamarnya dan keributan Isna dan Otoh tadi yang tak Fahri dengar,Fahri merebahkan dirinya diranjang.Fahri merasakan getaran dari hati yang tak mudah untuk dikendalikan ketika merasakan genggaman tangan Putri  dan ukiran senyuman dari wajah manis dara Kutai terbawa hingga ia memejamkan mata untuk menuju ke dunia mimpi yang telah datang karena malam yang telah larut.
Esok hari pun datang menghampiri dan menggantikan tugas malam yang telah berlalu.Angin semilir melambaikan dedaunan dan bunga tampaklah matahari masih malu-malu untuk menebarkan cahayanya.Fahri sudah berdiri di halaman rumah Putri menikmati pagi yang berbeda ditanah Kalimantan dan Putri pun menghampiri Fahri.
“kenapa mukamu menekuk seperti itu?”Tanya Fahri kepada Putri.
“tidak,apa-apa hanya kurang tidur.kamu mau jalan kemana hari ini?”Tanya Putri.
“jelek kali lah kau mukamu seperti itu,hilanglah pesona Putri yang aku lihat selama ni”gurau Fahri.
“Ah,bisa saja lah kau ni,namaku saja yang Putri tapi bukan Putri sungguhan jauh sekali lah”jawab Putri.
“Lucu kudengar kau cakap Bahasa seperti aku tadi”jawab Fahri sambil mengejek.
“Iyalah,ayo kita sarapan sebelum aku berubah niatlah untuk mengajakmu sarapan”ucap Putri
“ok…ok Putri”jawab Fahri sambil tersenyum
“Ciiiieeeee,Putri tadi malam”saat melihat Putri dan Fahri datang bersamaan ke meja makan.
“Sepertinya ada yang pacaran ni”sambung Otoh sambil mengambil roti dipiringnya.
“Maksudnya?”Tanya Fahri yang mulai bingung dengan perkataan mereka.
“Tadi malam aku lihat loh ada yang bergandengan tangan”jawab Isna tertawa menatap Putri yang tiba-tiba terbatuk saat menelan rotinya dan dengan segera Fahri menyodorkan gelas minuman padanya “Terima kasih”Ucap Putri pada Fahri sebelum minum air dari gelas itu.
“Ciiieeee,so sweet sekali kalian pacaran ya?”Tanya Isna penasaran.
“Isna,jangan bekesah nyebut kami behodengan pakai bahasa kutai aja gin biar Fahri tu ndik ngerti ndik nyaman lech mun Fahri tau arti carangan kita bedua tadi”jawab Putri.
“Fahri,apa kau suka dengan Putri”Tanya Otoh tiba-tiba pada Fahri dan belum sempat Fahri menjawab Putri segera mengejar mereka yang sudah berlari jauh menuju kendaraan mereka untuk pergi kuliah.
“Kau hanya akan lelah mengejar mereka berdua”ucap Fahri saat melihat Putri kembali ke meja makan “By the way,pacaran dan behodengan itu apa maksudnya?” Tanya Fahri.
‘Maafkan perkataan mereka tadi ya”ucap Putri sambil salah tingkah.
“Iya,tidak apa-apalah itu saya paham,tapi kenapa kau tak jawab pertanyaan saya?”
“Nanti kau akan tau sendiri jawabannya”ucap Putri sambil mengunyah rotinya.
Fahri hanya tersenyum mendengar jawaban Putri dan percakapan mereka pun berlanjut tentang banyak hal dan tidak mereka sadari waktu terus berurai sampai mengantarkan pada sore hari yang sejuk.Putri memberhentikan kendaraan dipinggir trotoar.Mereka menepi untuk melepaskan kepenatan diturap dengan melihat kapal besar membawa batubara melewati Sungai Mahakam dan bentangan Jembatan Mahakam yang memilukan.Sekali-kali juga terlihat muda mudi berjalan sepanjang turap menebarkan romantika mereka.
“Sungguh sore yang indah,apa nama tempat ni Putri?”Tanya Fahri
“Namanya turap,apa kau tak pernah menemui turap di Malaysia?”
“Tidak pernahlah aku melihat tempat duduk sepanjang ini dipinggir Sungai”ucap Fahri kagum.
“Putri,kenapa banyak anak muda berpasangan disini?”Tanya Fahri.
“Oh ya,aku lupa hari ini hari sabtu dan malam minggu akan tiba jadi inilah tempat anak muda Kutai untuk behodengan”jawab Putri
“Be…hodengan?sudah dua kali aku mendengar kalimat itu apa itu maksudnya Putri”Tanya Fahri sambil terbata-bata.
“Ups,maaf aku akan memberitahumu sekarang,itu adalah bahasa Kutai istilah untuk muda mudi itu tadi.Lucu juga mendengarmu bicara Bahasa Kutai”ucap Putri hampir tertawa.
“Berarti kita juga behodengan kalo macem tu?”Tanya Fahri sambil tersenyum.
Belum sempat Putri menjawabnya,Datang beberapa orang seumuran Putri berjalan kearah mereka dan seperti terlihat bertanya-tanya siapa yang disamping Putri karena selama ini Putri diturap hanya ditemani buku dan pulpen.Mereka langsung duduk disamping Putri dan menanyakan sesuatu.
“Putri,siapa dihiga awak tu?hodengan awak kah?ada kemajuan hak kawanku sorang ni dah bawa hodengannya?”Tanya Nisa yang baru saja duduk diturap.
“Iya,saya hodengan Putri”jawab Fahri tanpa diduga.
“Eh,lain-lain,kanak ni dari Malaysia jadi aku guidenya kanak ni”jawab Putri dengan terkejut
“Mana ada dah tu,iya guide tapi guide hati kanak ni kan?”sahut Awan dengan tertawa.
“Nyela pulang awak ni begombalan Wan,dah ku padahi Fahri lain hodenganku,asal sebut maha Fahri tadi”Jawab Putri kesal.
“Ya dah hak tu leh,aku dengan bubuhannya ndak jalan dulu takut ganggu urang behodengan.Dahhhhh Putri”ucap Nisa.
Nisa melewati Putri dengan senyuman ditahan disertai teman-teman Putri yang lain menuju turap yang  mendekati Jembatan Mahakam untuk bercerita disana tentang apa yang mereka lihat sore ini.Putri menatap Fahri dengan wajah kesal sementara Fahri hanya tersenyum-senyum melihat Putri.
“Kenapa kau melihatku macam itu?Jelek kali muka kau My Princess”Tanya Fahri.
“Kau kira Syahrini pake kata Princess segala,kenapa kau bilang kalu kau tadi hodenganku?”
“Emang artinya apa?kan kau tadi bilang artinya adalah muda mudi yang disini kan?”Jawab Fahri
“Hhmmmmm,iya salahku juga tak memberitahu artinya kalau hodengan itu orang berpacaran bukan sekedar muda mudi yang duduk disini”jawab Purtri.
“Oh begitu rupanya,tapi kau senangkan karena pipimu terlihat merah”Gurau Fahri.
“Sudahlah kau ni,macam-macam saja,ayo kita jalan”jawab Putri
Tanpa Putri sadari buku kecil kuningnya tertinggal di turap dan Fahri pun mengambilnya dan memanggil manggil Putri.Namun,Putri tidak mendengar panggilan Fahri karena berjalan begitu cepat melewati teman-temannya yang dari tadi terus memperhatikan Putri dan Fahri. Fahri pun memasukkan buku Putri kedalam tas miliknya dan berlari secepat mungkin karena tidak mau Putri tinggal.Senja telah meraih malam untuk datang disaat Putri dan Fahri memasuki rumah Putri.Mereka pun memasuki kamar masing-masing.Selesai mandi, Fahri meraih tasnya dan mengambil buku Putri tadi dan membukanya.
“Apa ini tulisan yang yang berkaitan tentang kuliah dan coretan-coretan tidak jelas isinya?”gumam Fahri sendirian.
Tapi dipertengahan isi buku, Fahri melihat tulisan yang berbeda dari apa yang dibacanya diawal tadi. Fahri mulai membacanya dengan seksama karena seperti sebuah cerita yang Putri tulis sendiri dan terdapat Puisi yang menghiasi cerita itu.

“Ketika cinta antara Pangeran dan Ratu Aji Bidara Putih terbentur
Oleh perbedaan yang berhiasan dua budaya yang berbeda
…………………………………………………….
Fahri berhenti membaca sejenak karena mendengar ada yang berjalan dibelakang sofa menuju kearahnya.Dan tanpa buang waktu Putri langsung mengambil buku miliknya yang sedang dibaca Fahri karena khawatir Fahri akan membaca isi buku itu.
“rupanya di kau buku yang aku cari dari kemarin?”ucap Putri.
“Apa?apa yang kau katakan tadi?”jawab Fahri terkejut.
“Tidak,apa-apa.aku hanya mau mengambil buku ini?”ucap Putri
“kenapa kau mengambilnya?aku baru melihat sedikit puisi itu?”Tanya Fahri.
“Tidak boleh,ini rahasia nanti juga kau akan membacanya”ucap Putri
“Ayolah,aku masih penasaran.Kalau kau tidak mau antarkan aku ke tempat legenda Ratu Aji Bidara Putih”pinta Fahri
“tidak.Ok,kita akan kesana besok dan aku harus kuliah sekarang.kalau ada perlu hubungi aku atau minta tolong ke Isna atau Otoh,Ok?”ucap Putri sambil berjalan kearah Pintu.
“Ok,hati-hati Sang Putri”ucap Fahri sambil diiringi senyum bertanya-tanya Putri.
Subuh menjelang dan adzan mulai bergema memperingatkan penduduk dunia untuk menjalankan perintahnya. Fahri berjalan keluar rumah untuk menunggu Putri karena sesuai rencana mereka akan berjalan ketanah tempat legenda sang Putri,yaitu Ratu Aji Bidara Putih.
Disela embun pagi yang masih tebal tampaklah Putri berjalan keluar rumah mendekati Fahri yang berdiri menikmati pagi.
“Sudah lamakah kau disini?”Tanya Putri
“tidak lah,saya baru saja keluar dari sini.ayo kita berangkat”ajak Fahri.
“sebentar lah,kita menunggu Isna dan Otoh juga”jawab Putri
“astaga,so dimana mereka?”Tanya Fahri
“itu mereka sudah datang”sambil melihat kearah pintu.
“Aduh,maaf kami telat ya kalian pasti dah lama nunggu kami”ucap Isna tergesa-gesa.
“kalian kemana sich bedua?bisa telat kita begini caranya!”jawab Putri
“Sudahlah,jangan bekelahi.lebih baik kita segera berangkat.aku keluarkan mobil dari garasi sekarang”jawab Otoh.
Alunan musik tak henti-hentinya berdenting di mobil yang mereka gunakan untuk ke Danau Lipan.Akhirnya mereka sampai juga di tempat yang sangat ingin Fahri datangi.Mereka pun keluar dari mobil dan menuju ketempat yang memang digunakan wisatawan untuk istirahat.
“tak sia-sia kita kesini.sangat elok kali pemandangan disini”ucap Fahri.
“sebaiknya kita masuk ke kamar masing-masing karena sangat lelah”ucap Isna.
“iya betul itu,ayo Isna”ajak Otoh
“kalian duluan saja.aku masih ingin disini”ucap Putri.
“kenapa kau tak ikut mereka?”Tanya Fahri bersamaan dengan menjauhnya Isna dan Otoh.
“aku mau jalan-jalan sebentar.oh ya,besok kau sudah pulang ke Malaysia ya?”Tanya Putri
“iya,kenapa?apa kau tak ingin aku pergi”jawab Fahri
“tidaklah,sudah bosan menjadi guide orang cerewet seperti kau.sudahlah,ayo kita jalan-jalan?”jawab Putri
“tapi kita mau kemana?”Tanya Fahri
“sudah ikuti saja aku”jawab Putri sambil menarik tangan Fahri.
Putri pun memegang tangan Fahri dan menariknya berjalan kearah pinggir sungai.Banyak orang yang juga menikmati pemandangan menjelang senja di Mahakam di Muara Kaman.mereka pun berdiri juga disela-sela kerumunan orang yang telah dari tadi memenuhi pinggir sungai tersebut.
“Putri,erat sekali kau memegang tanganku.apa yang orang disamping kita lakukan?”Tanya Fahri sambil tersenyum
“oh aku lupa melepaskan tanganmu,mereka sedang minum air dari Mahakam ini.”jawab Putri dengan pipi memerah
“pipimu Nampak merah,apa kau malu?apakah mereka kehausan?”Tanya Fahri penasaran
“tidaklah,dan memang sebuah kebiasaan yang katanya jika orang luar daerah minum air sungai itu maka ia akan kembali ke Kalimantan lagi”jelas Putri
“kalau begitu ambilkan air itu untukku biar aku kembali kesini lagi”perintah Fahri
“seperti Pangeran saja kau memerintahku.kuberharap orang cerewet sepertimu tak kembali kesini”ucap Putri
“tapi biarpun aku kembali kesini tak akan ku mau bertemu dengan gadis sinis macam kau”
“Dasar kau,ini airnya dan minumlah”
Malam pun menghampiri dengan derasnya hujan yang turun sehingga menambah lelap istirahatnya mereka.Esok hari tiba, mereka berempat telah meninggalkan tanah Muara Kaman dan telah sampai di Bandara Sepinggan Balikpapan untuk mengantar Fahri kembali menuju ke tanah kelahirannya Malaysia.
“aku titip salam untuk keluargamu.oh ya,dimana Isna dan Otoh?”jawab Fahri
“mereka dimobil mungkin pusing karena mabuk darat.aku punya sesuatu untukmu.ambillah!”ucap Putri sambil mengeluarkan sesuatu dari tasnya.
“terima kasih,dan ini gantungan kunci dari giok untukmu”ucap Fahri seraya melepas gantungan kunci di tasnya.
“iya,terima kasih ya.jangan lupakan setiap hal tentang tanah Kalimantan ya”ucap Putri
“itu pasti,dan tentunya aku tak akan melupakan kau sang Putri”ucap Fahri
“iya,Pangeran Negeri Seberang berangkatlah pesawatmu sudah menunggu”jawab Putri
“baiklah,jaga dirimu baik-baik dan titip salam buat Isna dan Otoh”jawab Fahri
Seiring anggukan sang Putri. Fahri pun telah melangkah jauh menuju pesawat yang akan mengantarkannya ke Padang,tepat asalnya yang telah seminggu lebih tak ia sapa.Putri berdiri pilu di dekat pintu untuk keberangkatan Fahri.Tiba-tiba Fahri membalikkan badannya ketika ia sudah menaiki tangga pesawat dan meneriakkan sesuatu pada Putri.
“semoga aku akan kembali datang dan menginjak Kalimantan lagi untuk menemuimu Sang Putri”teriak Fahri
“Iya,aku menunggumu”jawab Putri sambil tersenyum.
Itulah perpisahan Putri dan Fahri yang menyisakan memori indah selama Fahri di Kalimantan.Di pesawat Fahri membuka kado kuning kecil dari Putri,terlihat buku kuning yang didalamnya bertuliskan untaian kata-kata indah serta gantungan untuk tas dari manik.
“Inilah perpisahan yang mesti dijalani
Seperti hilangnya cinta Ratu Aji Bidara Putih
Kepada Pangeran Negeri Seberang
Putri yang nan elok dan cantik menanti jiwanya yang
Ditunggu untuk mendampingi disinggasana sepi
Yang merindukan bersandingnya Pangeran dan Putri itu
Tapi,Sayang…
Apalah daya seorang Putri yang mengabaikan rasa
Cinta yang membuatnya menangis karena
Putri harus tegas demi cintanya yang tidak hanya untuk dirinya
Tapi untuk rakyat dan kekuasaannya yang meronta
Untuk dlindungi olehnya….
Itulah takdir dimana Putri ditindas oleh kesalahpahaman
Sehingga pupuslah harapan bersanding dengan pangeran
Karena sirih telah menjadi lipan raksasa yang melenyapkan
Sesosok cintanya dan tinggallah Danau Lipan
Menjadi sejarah cinta antara
Ratu Aji Bidara Putih dan Pangeran Negeri Seberang….”



Kamis, 03 November 2016

Sebuah Refleksi,KKN hanya untuk hedon atau penggugur kewajiban mata kuliah ?



Semangat KKN 😃



Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu.Pelaksanaan kegiatan KKN biasanya berlangsung antara satu sampai dua bulan dan bertempat di daerah setingkat desa. Menurut wikipedia seperti itu, okelah tidak jadi soal, yang menjadi soal adalah program apa yang akan dijalankan.


Dulu Aidit sempat menulis risalah penelitian yang penting untuk menghajar setan-setan desa yang diberi judul “Kaum Tani Menganjang Setan Setan Desa: Laporan singkat tentang hasil riset mengenai keadaan kaum tani dan gerakan tani Djawa Barat.” Menurut Aidit penelitian tersebut dilakukan untuk memperkuat gerakan petani dan agaknya kebutuhan untuk meneliti keadaan tani di perdesaan itu erat kaitannya dengan pelaksanaan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) 1960 yang mandek.

Ada yang menarik dengan risalah penelitian ini, yaitu program-program yang harus dilaksanakan oleh si peneliti. 3Sama. Sama bekerja (berarti mengerjakan apa saja yang dikerjakan petani ditempat menginap), sama makan (makan apa saja yang dimakan petani dan sama tidur (tidur ditempat petani dan secara petani). Selain 3sama peneliti juga harus memegang teguh teguh “4 jangan” dan “4 harus”. “4 jangan” ialah: Jangan tidur di rumah kaum penghisap di desa; Jangan menggurui kaum tani; Jangan merugikan tuan rumah dan kaum tani; Jangan mencatat di hadapan kaum tani. Dan “4 harus” ialah: Harus melaksanakan “3 sama” sepenuhnya; Harus rendah hati, sopan santun, dan suka belajar dari kaum tani; Harus tahu bahasa dan mengenal adat istiadat setempat; Harus membantu memecahkan kesulitan-kesulitan tuan rumah, kaum tani, dan Partai setempat.

Penelitian yang dipimpin langsung oleh Aidit ini dijalankan dengan spirit “Perhebat pengintegrasian dengan penelitian”.Sebab tanpa penelitian, akan diragukan kemurnian marxisme-leninis nya.

Sekian.
Selamat ber-KKN-ria….

Pengantar diatas adalah dikutip dari Saudara Khusnin sang aktivis..ehhehehe
Karena sekitar 2 bulan lagi KKN akan dimulai saya menjadi ingin mengangkat tema tulisan kali ini tentang Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang akan dilaksanakan di Universitas Kutai Kartanegara..;-D

Ketika akan melakukan KKN, mahasiswa akan dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok mahasiswa akan terdiri dari beberapa mahasiswa dari program studi yang berbeda. Kenapa demikian? Pandangan masyarakat kepada seorang mahasiswa adalah seperti “dewa” yang bisa melakukan apapun. Padahal, pada kenyataannya mahasiswa hanyalah manusia biasa yang memiliki kemampuan yang terbatas. Oleh karena itulah kemudian perguruan tinggi memasukkan mahasiswa dengan beberapa program studi dalam satu kelompok. Hal ini agar para anggota kelompok tersebut bisa saling membantu satu sama lain dan saling melengkapi, sehingga masyarakat dapat melihat anggota kelompok tersebut sebagai mahasiswa yang serba bisa.

Well, berbicara tentang KKN, tentu saja ada program yang akan dilakukan di daerah tersebut dengan tujuan untuk mengembangkan daerah dan memberikan inovasi-inovasi bisnis pada masyarakat. Namun, terkadang masyarakat salah mengartikan kedatangan mahasiswa KKN, mereka kadang meminta sesuatu yang memberatkan mahasiswa dengan keuangan mahasiswa yang minim. Untuk itu, mahasiswa harus melakukan tips di bawah ini agar tetap dihargai masyarakat dan sukses melaksanakan KKN.

1. Dekati tokoh-tokoh di daerah tersebut

Tokoh masyarakat merupakan orang yang berpengaruh di daerah tersebut. Untuk itu, sebaiknya hal pertama yang kamu lakukan adalah mendekati tokoh masyarakat tersebut. Ada berbagai cara, antara lain dengan mengunjungi rumahnya atau dengan memintanya untuk berpartisipasi dalam sebuah kegiatan. Hal ini akan membuatnya merasa dihargai sebagai tokoh masyarakat. Dengan keakraban dengan tokoh masyarakat ini, kamu akan lebih mudah untuk merangkul masyarakat dan mengajak mereka untuk turut aktif berpartisipasi dalam kegiatan yang kalian adakan. 

2. Ajaklah warga untuk mengembangkan industri dari bahan yang melimpah di daerah tersebut

Banyak daerah yang memiliki hasil bumi atau sumber daya alam lain yang melimpah, tetapi mereka belum bisa mengolahnya dengan baik. Biasanya mereka hanya menjualnya sebagai barang mentah yang tentu saja harganya sangat murah. Dengan adanya kenyataan ini, kamu harus memiliki inisiatif untuk mengembangkan hasil bumi tersebut menjadi barang jadi yang mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi. Misalnya, dengan mengolah jagung menjadi kerupuk, mengolah ketela menjadi tepung tapioka, dan lain sebagainya. 

Untuk itu, kamu harus mengadakan praktek langsung yang disaksikan oleh warga, kemudian warga juga diminta untuk ikut, sehingga mereka dapat melakukannya dengan sangat baik. Dengan kegiatan ini warga akan merasakan kemanfaatannya. 

3. Buatlah sebuah pelatihan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat

Selain pengembangan industri, kamu juga dapat meningkatkan keterampilan masyarakat untuk membuat suatu kerajinan tangan. Misalnya,pelatihan untuk membuat bunga dari plastik pekas, membuat bros dari kerang, dan lain-lain. Selain meningkatkan keterampilan, hal ini juga dapat menjadi lapangan kerja bagi warga.

4. Sopan 

Ketika melaksanakan KKN, jangan pernah kamu merasa menjadi paling pintar yang pada akhirnya membuat kamu menjadi angkuh. Tetaplah rendah diri dan sopan ketika berbicara dan berbincang dengan warga. Kamu harus ingat bahwa di daerah itu kamu membawa nama almamatermu. Jangan kamu kotori nama almamater dengan sikapmu yang kurang baik.


Nah,kalo KKN di Universitas Kutai Kartanegara sekarang yang ditangani LPPM adalah program kerjanya itu bukan sekedar memperbaiki infrastruktur tau sarpras di Lokasi KKN tapi bikin kayak pelatihan,seminar,dan penyuluhan bagi warga serta aparat desa atau pemerintahan disana sesuai dengan basic ilmu mahasiswa yang mengikuti KKN kalo mau lengkapnya ada dipostingan saya sebelumnya di blog ini..

Sekian ya sampai jumpa di KKN 2017...;-D

Senin, 31 Oktober 2016

Ilmu Pengetahuan,Kemaslahatan atau Malapetaka bagi Umat Manusia

                                               "Ilmu tanpa Agama Kacau"
                                               Agama tanpa Ilmu itu buta"

Pada perkembanganya, Ilmu pengetahuan terbagi dalam beberapa disiplin, yang membutuhkan pendekatan, sifat, objek, tujuan dan ukuran yang berbeda antara disiplin ilmu pengertahuan yang satu dengan yang lainnya. Pembahasan ilmu pengertahuan sangat penting karena akan mendorong manusia untuk lebih kreatif dan inovatif.
Ilmu pengetahuan tidak dapat lepas dari Filsafat dikarenakan Filsafat dan Ilmu Pengetahuan adalah dua kata yang  saling  berkaitan  baik  secara  substansial  maupun  historis Kelahiran  suatu  ilmu  tidak  dapat  dipisahkan  dari  peranan  filsafat, sebaliknya perkembangan ilmu pengetahuan memperkuat keberadaan filsafat.
Dewasa ini filsafat ilmu pengetahuan sudah menjadi bahan ajar bagi tiap-tiap universitas, berbagai kajian mengenai hakikat kehidupan. Bagaimanakah kehidupan  ini?  Dan  untuk  apa  kehidupan  ini?,  manusia  mempunyai seperangkat ilmu pengetahuan yang bisa membedakan antara benar dan salah, baik dan buruk. Orang lain yang mampu memberikan penilaian secara objektif dan tuntas serta pihak lain yang melakukan penilaian sekaligus memberikan arti adalah ilmu pengetahuan yang disebut filsafat.
Ilmu Pengetahuan atau Sains merupakan komponen terbesar  yang   diajarkan  dalam  semua strata   pendidikan. Walaupun telah bertahun-tahun mempelajari ilmu pengetahuan ilmiah tidak digunakan sebagai acuan dalam kehidupan sehari-hari.  Ilmu  dianggap  sebagai  hafalan  saja, bukan  sebagai ilmu pengetahuan  yang    mendeskripsikan,    menjelaskan,  memprediksikan gejala alam untuk kesejahteraan dan kenyamanan hidup . Kini ilmu telah tercerabut  dari nilai luhur  ilmu pengetauan, yaitu  untuk  menyejahterakan  umat manusia.   Bahkan tidak mustahil terjadi, ilmu pengetahuan dapat menjadi bencana  bagi  kehidupan  manusia,  seperti pemanasan  global  dan dehumanisasi.  Ilmu pengetahuan  dan  teknologi  telah  kehilangan  rohnya  yang fundamental, karena ilmu pengetahuan telah mengurangi bahkan menghilangkan peran.
Landasan pokok dalam penelaahan ilmu bertumpu pada tiga cabang filsafat, yaitu ontologi, epistimologi dan aksiologi. Landasan ontologi berkaitan dengan pemahaman seseorang tentang kenyataan, landasan epistemologi memberikan pemahaman tentang sumber dan sarana pengetahuan manusia sedangkan landasan aksiologi yang memberikan suatu pemahaman tentang nilai hubungan kualitas obyek dengan objek keilmuan.
1.    Landasan Ontologi
Ontologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang yang ada. Dalam kaitannya dengan ilmu, landasan ontologi mempertanyakan tentang objek apa yang ditelaah ilmu, bagaimana wujud hakiki dari objek tersebut. Secara ontologi ilmu membatasi lingkup penelaahan keilmuannya hanya pada daerah-daerah yang berada dalam jangkauan pengalaman manusia. Objek penelaahan yang berada dalam batas pra-pengalaman dan pasca pengalaman diserahkan ilmu kepada pengetahuan lain. Ilmu hanya merupakan salah satu pengetahuan dari sekian banyak pengetahuan yang mencoba menelaah kehidupan dalam batas ontologi tertentu. Penetapan lingkup batas penelaahan keilmuan yang bersifat empiris ini adalah konsisten dengan asas epistimologi keilmuan yang mensyaratkan adanya verifikasi secara empiris dalam proses penemuan dan penyusunan pernyataan yang bersifat benar secara ilmiah.
Disamping itu, secara ontologi ilmu bersifat netral terhadap nilai-nilai yang bersifat dogmatik dalam menafsirkan hakikat realitas, sebab ilmu merupakan upaya manusia untuk mempelajari alam sebagaimana adanya. Sebagaimana kita mendefinisikan manusia, maka berbagai pengertianpun akan muncul.
Contoh: ada pertanyaan, Siapakah manusia itu? Jawab ilmu ekonomi ialah makhluk ekonomi sedang ilmu politik menjawab manusia adalah mahluk politikal.
2.    Landasan Epistemologi
Epistimologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang asal muasal, sumber, metode, struktur dan validitas atau kebenaran pengetahuan. Dalam kaitannya dengan ilmu, landasan epistimologi mempertanyakan bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya? Apa kriterianya? Cara atau teknik atau sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yan berupa ilmu?
Landasan epistimologi ilmu tercermin secara operasional dalam metode ilmiah. Pada dasarnya metode ilmiah merupakan cara ilmu memperoleh dan menyusun
tubuh pengetahuan berdasarkan:
a. Kerangka pemikiran yang bersifat logis dengan argumentasi yang bersifat konsisten dengan pengetahuan sebelumnya yang telah berhasil disusun.
b. Menjabarkan hipotesis yang merupakan deduksi dari kerangka pemikiran tersebut.
c. Melakukan verifikasi terhadap hipotesis termaksud untuk menguji kebenaran
pernyataan secara faktual.
Kerangka pemikiran yang logis adalah argumentasi yang bersifat rasional dalam mengembangkan terhadap fenomena alam. Verifikasi secara empiris berarti evaluasi secara obyektif dari suatu pernyataan hipotesis terhadap kenyataan faktual. Verifikasi ini berarti bahwa ilmu terbuka untuk kebenaran lain selain yang terkandung dalam hipotesis. Demikian juga verifikasi faktual membuka diri terhadap kritik kerangka pemikiran yang mendasari pengajuan hipotesis. Kebenaran ilmiah dengan keterbukaan terhadap kebenaran baru mempunyai sifat pragmatis yang prosesnya secara berulang (siklus) berdasarkan cara berpikir kritis. Karena ilmu merupakan sikap hidup untuk mencari suatu kebanaran dan mencintai kebenaran sesuai dengan kaitan moral.
3.    Landasan Aksiologi
Aksiologi adalah cabang filsafat yang mempelajari tentang nilai secara umum. Sebagai landasan ilmu, aksiologi mempertanyakan untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan objek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan antara teknik, prosedural yang merupakan operasional.
Pada dasarnya ilmu harus dipergunakan dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan manusia. Dalam hal ini, ilmu dapat dimanfaatkan sebagai sarana atau alat dalam meningkatkan taraf hidup manusia dengan memperhatikan kodrat, martabat manusia dan kelestarian atau keseimbangan alam.
Untuk kepentingan manusia tersebut pengetahuan ilmiah yang diperoleh dan disusun dipergunakan secara komural dan universal. Komural berarti ilmu merupakan pengetahuan yang menjadi milik bersama, semua orang berhak memanfaatkan ilmu menurut kebutuhannya. Universal berarti ilmu tidak memiliki konotasi
ras, ideologi atau agama.
Sebagaimana contoh seorang kepala desa mempelajari ilmu manajemen desa secara detail, mulai dari wilayah desa, mata pencaharian penduduk sampai dengan kehidupan sehari-hari para penduduk sekitar. Dengan landasan aksiologi mempertanyakan nilai apa yang terdapat didalam ilmu manajemen desa tersebut, sehingga terjawablah pertanyaan nilai tersebut dengan gambaran keberhasilan kepala desa untuk memajukan desanya dalam bidang kesejahteraan penduduk desa dan kelestarian wilayah desa.
           Ilmu merupakan cabang pengetahuan yang mempunyai ciri-ciri tertentu. Setiap jenis pengetahuan mempunyai ciri-ciri yang spesifik mengenai apa (ontologi), bagaimana (epistimologi) dan untuk apa (aksiologi) pengetahuan tersebut disusun. Ketiga landasan ini saling berkaitan antar satu dengan lainnya.
           Untuk membedakan jenis pengetahuan yang satu dengan pengetahuan lainnya maka pertanyaan yang dapat diajukan adalah: apa yang dikaji oleh pengetahuan itu (Ontologi)? Bagaimana cara mendapatkan pengetahuan itu (Epistemologi)? Serta untuk apa pengetahuan termaksud dipergunakan (Aksiologi)?     
Dengan mengetahui ketiga jawaban dari ketiga pertanyaan ini maka dengan mudah kita dapat membedakan berbagai jenis pengetahuan yang terdapat dalam hasanah kehidupan manusia. Hal ini memungkinkan kita untuk mengenali berbagai pengetahuan yang ada, seperti ilmu, seni dan agama serta meletakkan mereka pada tempatnya masing-masing yang saling memperkaya kehidupan kita. Tanpa mengenal ciri-ciri pengetahuan dengan benar maka bukan saja kita tidak dapat memanfaatkan keguanaannya secara maksimal namun kadang kita salah dalam menggunakannya, seperti ilmu dikacaukan dengan seni, ilmu dikonfigurasikan dengan agama.
Setiap jenis ilmu pengetahuan selalu mempunyai ciri-ciri yang spesifik mengenai apa (ontologi), bagaimana (epistemologi) dan untuk apa (aksiologi) ilmu pengetahuan tersebut disusun. Ketiga landasan ini saling berkaitan; ontologi ilmu terkait dengan epistemologi ilmu, epistemologi ilmu terkait dengan aksiologi ilmu dan seterusnya. Kalau kita ingin membicarakan epistemologi ilmu, maka hal ini harus dikatikan dengan ontologi dan aksiologi ilmu. Secara detail, tidak mungkin bahasan epistemologi terlepas sama sekali dari ontologi dan aksiologi. Apalagi bahasan yang didasarkan model berpikir sistemik, justru ketiganya harus senantiasa dikaitkan.
Keterkaitan antara ontologi, epistemologi, dan aksiologi—seperti juga lazimnya keterkaitan masing-masing sub sistem dalam suatu sistem--membuktikan betapa sulit untuk menyatakan yang satu lebih pentng dari yang lain, sebab ketiga-tiganya memiliki fungsi sendiri-sendiri yang berurutan dalam mekanisme pemikiran.
Demikian juga, setiap jenis ilmu pengetahuan selalu mempunyai ciri-ciri yang spesifik mengenai apa (ontologi), bagaimana (epistemologi) dan untuk apa (aksiologi) ilmu pengetahuan tersebut disusun. Ketiga landasan ini saling berkaitan; ontologi ilmu terkait dengan epistemologi ilmu, epistemologi ilmu terkait dengan aksiologi ilmu dan seterusnya. Pembahasan mengenai epistemologi  harus dikatikan dengan ontologi dan aksiologi. Secara jelas, tidak mungkin bahasan epistemologi terlepas sama sekali dari ontologi dan aksiologi. Dalam membahas dimensi kajian filsafat ilmu didasarkan model berpikir sistemik, sehingga harus senantiasa dikaitkan.

Referensi :
Amsal Bachktiar, 2004. Filsafat Komunikasi, Jakarta, Raja Grafindo Persada.
Beeding, Kusee, Moois, Van, Peursen, 2003. Pengantar Filsafat Ilmu (Diterjemahkan oleh Soejono Soemargono), Yogyakarta, PT. Tiara Wacana
Surajiyo. 2008. Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia. Jakarta. PT Bumi  Aksara.
Jujun. S. Suriasumantri. 2001.
Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta. Pustaka Sinar Harapan.

Sabtu, 29 Oktober 2016

Cerpen:Adore You, My Brother Chapter 1

Chapter 1:Love u, Dek

Langit pada sore itupun seolah bersorak bersama mendung serta titik-titik hujan mulai turun membasahi bumi yang sedang bereuforia bersama dengan sosok yang ikut menikmati hujan yang menari perlahan membasahi pesonanya.
Tampak ia yang tanpa senyum berparas kebekuan bukan karena tertusuk dinginnya hujan tapi perasaan sudah melepas namun saat dihadapan dengan pribadi yang menerkam hatinya lalu menghempaskannya yang membuatnya merasa lebih menghujam menusuk kejam hatinya dibanding kejamnya hujan yang membuatnya pasi berada dibawah rintikannya.
“Kenapa harus bertemu lagi” gumam singkatnya yang bahkan rintik hujan serta angin tak akan bisa mendengar lirihan tersebut dari Rara, iya ialah Rara yang pada hari itu saat berjalan pulang hujan berhasil mengejar dan membasahinya serta dihujam pertemuan yang tak ia pernah inginkan lebih membuat dingin hatinya tidak hanya tubuhnya yang dihujam dinginnya hujan.
Ia hempaskan tubuhnya pada tempat tidur sesampainya dirumah membiarkan bajunya yang basah membasahi sekitarnya dan menutup matanya dengan harapan ia bisa terbawa pada lupa akan apa yang ia temui tadi bermacam anganpun mulai menari bersamanya memori-memori yang telah ia usir memaksa kembali datang beserta sesalnya kenapa ia bisa menjadi ceroboh sehingga virus bernama harapan,percaya tinggi,dan angan-angan saja mampu menjatuhkannya.
“Ra,kamu harus berfikir ulang mengenai ini jangan sampai perasaanmu buat kamu gak bisa berfikir pake logika lagi,please dech Ra” Ucap laki-laki secara tak begitu jelas karena sambil menikmati cokelat yang tak pernah lepas darinya.
“Please juga dech kak,aku ini gak ada maksud dekat ama dia dan udah jaga jarak...”
“Tapi kenyataannya sekarang beda kamu udah ikut-ikutan menuruti perasaan kepedeanmu saja bukan rasional” potong dia sambil masih mengunyah cokelat.
“Aduh,kakakku sayang,jangan begini.Aku masih berfikir secara baik-baik kok jangan khawatirkan aku ya” jawab Rara sambil mencubit pipi sosok yang duduk disampingnya dengan raut muka tidak percaya.
“Udah ya aku mau keluar dulu beli makan udah dari siang kita ngerjakan tugasnya dan belum makan,dadaaahhh kakak sayang!” ucap Rara sambil berlalu melewati sosok tersebut.
Namun tiba-tiba langkah Rara terhenti dan terhentak oleh tarikan dari laki-laki tersebut yang meraih tangan Rara secara tiba-tiba dan menghempaskan cokelat ditangannya diiringi dengan tatapan mata yang mengisyaratkan sesuatu yang Rara tangkap dengan kebingungan.
“Kenapa kakak menatapku seperti ini” Batin Rara.

“Semua tau bahwa dia udah punya tunangan..Tunangan! dan nantinya ia hanya akan bilang bahwa ia hanya ingin menjadi temanmu saja gak lebih bukalah dirimu untuk orang lain bukan untuk dekat dengan dia”


Rara menarik keras tangannya dari genggaman itu dan pergi melewatinya dengan membawa wajah kesal tanpa mengeluarkan sepatah katapun.Itulah Awan sahabat masa kecilnya hingga sekarang yang terpaut usia 2 tahun lebih tua dari Rara yang baru saja setahun lulus dari perkuliahan.Orang lain terutama gadis-gadis akan cemburu dan menatap sinis hingga iri pada Rara yang bersama Awan terlihat bagai pasangan kekasih karena Awan memiliki penampilan sempurna untuk menjadi daya pikat bagi wanita.
Ingatan Rara pun melambung ke masa lalu masa dimana ia melewati masa kecilnya hanya bersama Tante Cindy terutama Awan yang selalu ada bersamanya menghapus tangisan Rara kecil saat malam hari dan membuat tawa Rara saat ada bersamanya.Bagi Rara, Awan adalah sosok kakak yang selalu ada bersamanya saat waktu telah merenggut seluruh keluarganya dalam sebuah kecelakaan saat Rara kecil.Awan adalah sosok yang memberi Rara kasih sayang seorang Ayah serta Kakak sekaligus perhatian dari sahabat. Pada saat itu langit mendung memayungi Rara kecil yang menatap kosong tanah pemakaman ayah,ibu,serta kakak kandung satu-satunya yang basah oleh rintikan hujan tak ada air mata pada wajah cantik Rara namun ia mengerti bahwa ia sekarang hanya sebatang kara bertemankan kesedihan saat Rara tertunduk datanglah perasaan hangat yang memeluknya ternyata itu adalah pelukan dari seorang Awan yang menenangkan Rara kecil dan merengkuh Rara dalam dekapannya dan membawa Rara pada kehidupan yang ia rancang penuh kasih sayang untuk Rara hingga mereka berdua telah dewasa dan ia harapkan berlangsung selamanya.
Awan bersama Tante Cindy adalah tetangga dekat Rara yang sudah menganggap Rara adalah keluarga mereka. Awan juga berlatar belakang anak yang yatim piatu sehingga tidak ingin Rara juga merasakan apa yang ia rasakan selalu menjaga Rara hingga mereka tumbuh dewasa bersama-sama.Rara menjadi sosok adik yang merupakan mahasiswa semester awal dan Awan yang sudah lebih dewasa d mengelola perusahaan mendiang ayahnya.Sedangkan Tante Cindy adalah desainer ternama yang juga merupakan warisan dari mendiang ibu Awan yang masih ia teruskan.
Walau perkataan Awan kemarin membuat Rara marah namun ia tahu bahwa itu adalah perhatian dari seseorang kakak yang tak ingin adiknya menangis apalagi tersakiti. Saat pagi masih malu-malu menunjukkan sinar matahari, Rara terlihat pergi menuju rumah Awan yang berjarak 2 rumah saja dari rumahnya dengan langkah ragu dan sedikit cepat.
“Semoga kakak tidak marah padaku”ucap rara sebelum mengetuk pintu dan tiba-tiba pintu terbuka dan mengenai kepala Rara.
“Aduh,kakak kepalaku sakit nich!” ucap Rara kesal sambil memegang kepalanya dan Rara mengerti Awan hanya mematung menatapnya.”Kakak masih marah ama aku ya?ini aku bawain cokelat kesukaan kakak” tanya Rara dengan wajah senyum memelas pada Awan.
“Tidak,aku tidak marah padamu” sahut Awan singkat.
“Kalau kakak tidak marah kenapa kakak tidak mengusap kepalaku yang kena pintu itu tadi dan mengambil cokelat ini”tanya Rara hampir ingin menangis.
“Baiklah..Baiklah, aku ambil cokelat ini jangan menangis” jawabnya sambil mengambil cokelat dan mengusap kepala Rara dengan kasih sayang”
“Horeeee,,ayo kakak kita masuk kedalam rumah dan sarapan sebelum berangkat kerja”ucap Rara sambil mengandeng tangan Awan yang hanya bisa tersenyum dengan tatapan penuh arti.
"Awan,Rara kenapa matanya kayak habis nangis gitu?"Tanya Tante Cindy sambil menyiapkan sarapan mereka
"Biasa tante dia nangis takut kakaknya ini gak maafin dia"jawab Awan sambil tertawa
"Gak gitu tante,abis kakak marah gak jelas kemarin" jawab Rara memelas
"Awan,kamu apain adikmu itu seharusnya gak boleh dimarahi"Tanya Tante Cindy tegas
"Hmmm,,,anak manja, karena Awan sayang ama dia tante"
Tante Cindy hanya tersenyum melihat Rara yang tiba-tiba terbatuk saat meminum jusnya saat mendengar jawaban Awan dan Awan tertawa serta Tante Cindy memperhatikan Awan lebih seksama dan memaknai ucapan Awan bukan sekedar ucapan biasa baginya."Iya dong,kakak Awan itu emang perhatian ke adiknya yang manis ini"
Rara tiba-tiba memeluk Awan dan Tante Cindy dengan tangan memegang roti untuk dibawanya pergi kuliah dan berlari-lari terburu-buru keluar rumah untuk segera masuk ke mobil Awan yang selalu mengantarkannya.
"Hmmm....Hmmm...Awan...Awan kenapa kamu mematung gitu"tegur Tante Cindy
"Gak kenapa-napa tante"Jawab Awan kebingungan
"Sudah cepat selesaikan sarapanmu,Adikmu yang tersayang tak bisa menunggu lama dimobil tuh"
Awan segera menyelesaikan sarapannya lalu berpamitan ke Tante Cindy untuk mengantar dan pergi bekerja ke perusahaan.Pada saat Awan ingin menuju gerbang Tante Cindy tersenyum pada Awan seolah ia memahami sesuatu yang terjadi pada keponakannya.
"Kak,tante kenapa senyum gitu ke kakak?"tanya Rara heran
"Jadi tante Cindy harus pasang tampang cemberut ke kakak gitu dek?" jawab Awan sambil mengendarai mobil
"ya kayak ada yang beda gitu kak"sahut Rara singkat.
Suasana pun hening saat perjalanan yang mereka lewati hanya ada gumaman dalam benak Awan yang tak akan Rara ketahui entah sampai kapan hingga saat dimana Awan akan menyatakannya.

"Love u, dek"gumam Awan dalam hatinya.